Pekerjaan Pengungsi Rohingya di Pekanbaru, Ada yang Jadi Pengantar Kayu hingga Jadi Relawan
Ariestia September 09, 2026 09:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Para pengungsi berupaya bertahan hidup di Kota Pekanbaru.

Apalagi sampai saat ini belum ada kepastian kapan mereka bakal menuju negara ketiga.

Ada di antara pengungsi Rohingya yang memilih untuk tidak berdiam diri.

Mereka mencari cara bertahan hidup di kota ini dengan mencari nafkah.

Satu di antaranya Hashimullah.

Pria tersebut selama setengah tahun ini bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Baca juga: Hampir 2.000 Imigran Bertahan di Pekanbaru, Mayoritas Rohingya, Negara Ketiga Belum Mau Menerima

Pria yang terpaksa mengungsi akibat konflik di Myanmar itu kini pengantar kayu bekas. Setiap harinya ada saja kayu bekas yang diantar ke sejumlah tujuan di Kota Pekanbaru.

"Beliau saat ini bekerja menjadi pengantar kayu selama enam bulan belakangan," ujar anak Hashimullah, Muhammad Fahad Arakani kepada Tribunpekanbaru.com, Rabu (9/9/2026).

Fahad yang fasih berbahasa Indonesia ini menuturkan bahwa pria berusia 41 tahun tersebut penghasilan hariannya tidak menentu.

Ayah tiga anak itu biasanya bisa membawa pulang uang berkisar Rp 100.000 hingga Rp 120.000 sehari.

"Ayah setiap hari penghasilannya paling sedikit seratus ribu rupiah," ujarnya.

Fahad sendiri adalah satu dari seribu lebih pengungsi Rohingya yang masih bertahan di Kota Pekanbaru.

Mereka saat ini bertahan di kamp pengungsian yang ada di Jalan Datuk Wan Abdul Jamal.

Posisinya berada tidak jauh dari Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pekanbaru.

Fahad sendiri merupakan pengungsi yang sekaligus menjadi relawan.

Dirinya aktif di NGO Gugah Nurani Indonesia (GNI).

Ia mendedikasikan diri menjadi pengajar bagi anak-anak di kamp pengungsian tersebut.

Pemuda 18 tahun ini juga aktif di MSF, sebuah organisasi kemanusiaan medis internasional.

Ia menjadi penerjemah di klinik MSF yang buka untuk layanan kesehatan bagi para pengungsi Rohingya.

(Tribunpekanbaru.com/Fernando Sikumbang)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.