TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hambatan terbesar dalam menguasai bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, jadi sorotan Ivan Gunawan, Mongol Stres, dan Sara Wijayanto.
Ivan Gunawan menilai, keengganan orang mempelajari bahasa asing kerap dipicu oleh asumsi bahwa prosesnya memakan waktu bertahun-tahun. Padahal, dengan target durasi yang realistis, hambatan tersebut bisa diatasi.
“Banyak orang sebenarnya mau belajar bahasa Inggris, tapi mereka berpikir harus bertahun-tahun. Padahal yang penting itu punya target dan durasi yang masuk akal,” ujar Ivan, yang juga menyinggung program 3 Bulan PEDE dengan garansi di English Is Easy dalam sebuah siniar.
Pengalaman menggelitik juga turut dibagikan oleh Mongol Stres. Ia sempat keliru melontarkan frasa "morning-morning blind" saat berniat mengucapkan "pagi-pagi buta".
Menurut Mongol, kejadian itu membuktikan bahwa pemahaman bahasa secara pasif sering kali mandek ketika seseorang dituntut merespons secara langsung.
Baca juga: Ivan Gunawan Soroti Keputusan Laudya Cynthia Bella Tinggalkan Sosmed dan Dunia Entertainment
“Kadang kita tuh ngerti bahasa Inggris, tetapi begitu orangnya ngomong langsung, kita bingung mau jawab apa. Jadi sebenarnya bukan cuma soal hafal kata-kata, tetapi berani ngomong,” ungkap Mongol penuh canda.
Senada dengan Mongol, Sara Wijayanto mengingatkan agar para pembelajar tidak takut berbuat salah akibat terlalu memusingkan aturan grammar. Bagi Sara, keberanian untuk mencoba berbicara jauh lebih krusial agar lidah terbiasa.
“Menurut aku yang paling penting adalah berani berbicara dan berkomunikasi. Jangan sampai karena terlalu memikirkan grammar atau takut salah, akhirnya kita malah tidak berani ngomong sama sekali,” pungkas Sara.
Meski punya pengalaman berbeda dalam proses belajar, mereka sepakat bahwa faktor utama untuk fasih berbahasa Inggris adalah keberanian memulai komunikasi.
Topik obrolan santai namun sarat makna ini sejalan dengan perjalanan lembaga kursus bahasa Inggris English Is Easy yang telah dua dekade berdiri di bawah naungan Falcon Pictures Group.
Lembaga ini menyoroti bagaimana rasa canggung sering kali menghalangi seseorang untuk lancar berbicara.
Seperti yang tergambar dari cerita Ivan Gunawan, Mongol Stres, dan Sara Wijayanto, terkadang tantangan terbesar dalam berbahasa Inggris bukan karena seseorang tidak mengerti, melainkan karena belum cukup percaya diri untuk membuka percakapan.