TRIBUNBANYUMAS.COM, PANDEGLANG — Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang masih berlangsung membuat tim SAR belum dapat mengoperasikan helikopter guna menyisir keberadaan lima jurnalis dan tiga kru kapal yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda.
Gubernur Banten Andra Soni mengonfirmasi bahwa kendala operasional udara tersebut telah disampaikan secara mendalam kepada keluarga korban saat meninjau Posko SAR Carita, Kabupaten Pandeglang.
"Ada harapan dari keluarga untuk menggunakan pemantauan udara dengan helikopter. Namun, tim SAR Banten menyampaikan kondisi hari ini belum memungkinkan karena keselamatan penerbangan," ujar Andra Soni di Posko SAR Carita, Rabu (9/9/2026).
Zona Bahaya 3 Kilometer dan Penggunaan Drone
Sebagai alternatif pemantauan udara, tim gabungan telah menerbangkan unit drone untuk memetakan titik koordinat terdekat tanpa membahayakan personel. Namun, hingga pencarian hari kedua ditutup pada Rabu sore, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun korban.
Baca juga: Unggah Peta AS Sertakan Greenland hingga Islandia, Donald Trump Picu Amarah Diplomatik
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) hingga kini menetapkan radius 3 kilometer dari puncak Gunung Anak Krakatau sebagai zona bahaya yang steril dari aktivitas pelayaran maupun penerbangan.
"Lokasi dugaan berada dekat kawasan erupsi. Kami harus memprioritaskan keselamatan (safety) tim pencari karena letupan material vulkanik masih terjadi di sekitar Gunung Anak Krakatau," terang Kepala Kantor SAR.
Pencarian Hari Ketiga Diperluas ke Sisi Utara
Rombongan dilaporkan hilang usai bertolak menggunakan speedboat Arupadhatu 1 dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9/2026) pukul 14.00 WIB.
Rombongan tersebut membawa lima jurnalis hilang yakni M. Bagus Khoirunnas (Antara), Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), dan Donal (jurnalis lepas), serta tiga kru kapal atas nama Warta (kapten), Surakman (ABK), dan Heriyanto (pemandu).
Operasi pencarian hari ketiga dijadwalkan kembali bergerak pada Kamis (10/9/2026) mulai pukul 07.00 WIB. Tim SAR berencana memperluas area penyisiran ke sisi utara Gunung Anak Krakatau berdasarkan kalkulasi pergerakan arus laut, pergeseran gelombang, dan arah angin di perairan Selat Sunda. (acep/kps)