Pasca-penembakan ASN Jayawijaya, OPM Ancam Pemerintah dan Nyatakan Perang Terbuka di Wamena
Paul Manahara Tambunan September 10, 2026 09:29 AM

 

TRIBUN-PAPUA.COM, WAMENA – Situasi keamanan di Kota Wamena dan sekitarnya kini menjadi perhatian serius setelah kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) - Organisasi Papua Merdeka (OPM Kodap III Ndugama Derakma mengeluarkan sejumlah ultimatum gertakan bagi pemerintahan dan warga lokal.

Pernyataan bernada ancaman tersebut disampaikan berbarengan dengan klaim penembakan yang menewaskan tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya di Distrik Muliama, Rabu (9/9/2026) sore.

Dalam siaran persnya, TPNPB secara terbuka menyatakan tidak akan bergeser dari wilayah Jayawijaya dan mengancam akan membentang area konflik bersenjata di pusat kota.

"TPNPB Kodap III Ndugama Darakma tidak akan pernah mundur dan siap buka medan perang di Kota Wamena," tulis siaran pers kelompok tersebut, Rabu malam.

Baca juga: Organisasi Papua Merdeka Tanggung Jawab atas Penembakan 3 ASN Jayawijaya, Korban Dituduh Intelijen

Tak hanya menebar ancaman perang, pemberontak pro-kemerdekaan Papua ini juga memberikan imbauan sepihak yang membatasi pergerakan masyarakat di sejumlah akses jalan vital Papua Pegunungan.

Beberapa ruas jalan utama yang menjadi sasaran ultimatum antara lain jalur Trans Wamena–Tiom, Wamena–Yalimo, hingga Wamena–Jayapura.

Bahkan, TPNPB menuntut agar seluruh aktivitas perkantoran pemerintahan di Kota Wamena dihentikan pada jam-jam tertentu.

"Seluruh aktivitas pemerintah di Kota Wamena segera dihentikan dari jam 07.00–15.00 kecuali rumah sakit, sekolah dan seluruh aktivitas yang dijamin oleh hukum humaniter internasional," sebut Juru Bicara TPNPB, Sebby Sambom dalam keterangannya.

Perlu ditegaskan, seluruh pernyataan dan pembatasan tersebut murni merupakan ultimatum sepihak dari kelompok bersenjata, bukan aturan resmi dari Pemerintah Daerah maupun pihak berwenang.

Ancaman terhadap jalur transportasi ini dinilai sangat krusial mengingat ruas jalan Wamena–Tiom dan jalan penghubung lainnya merupakan urat nadi utama mobilitas warga, distribusi logistik bahan pokok, serta pelayanan publik di Papua Pegunungan.

Masyarakat diimbau untuk tidak bertindak sendiri, tidak mudah terprovokasi, serta tetap mengacu pada instruksi resmi aparat keamanan dan pemerintah daerah.

Sebelumnya, Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol Faizal Ramadhani, mengecam keras aksi penembakan keji yang menyasar para ASN sipil yang sedang menjalankan tugas pelayanan masyarakat tersebut.

PENEMBAKAN - Tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya tewas setelah rombongan mereka dihadang kelompok bersenjata di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Papua Pegunungan pada Rabu (9/9/2026) sore.
PENEMBAKAN - Tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya tewas setelah rombongan mereka dihadang kelompok bersenjata di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Papua Pegunungan pada Rabu (9/9/2026) sore. (Tribun Papua/Istimewa)

Faizal menegaskan, pihak kepolisian akan mengusut tuntas kasus ini hingga para pelaku ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

 "Kami memastikan proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap kronologi, mengidentifikasi para pelaku, serta memastikan mereka mempertanggungjawabkan perbuatannya," tegas Faizal. 

Baca juga: Tiga ASN Jayawijaya Ditembak Mati, Kelompok Bersenjata Sempat Pisahkan Warga Lokal

Sekadar diketahui, Distrik Muliama merupakan satu dari 40 distrik atau kecamatan yang ada di Kabupaten Jayawijaya.

Secara geografis terletak di ketinggian 1.780 meter di atas permukaan air laut, yang mencakup wilayah seluas 337,83 kilometer persegi dan memiliki penduduk sebanyak 8.328 jiwa. 

Adapun Jarak antara Distrik Muliama dengan kota Wamena yang merupakan ibu kota Kabupaten Jayawijaya sekitar 21 kilometer, ditempuh melalui jalur darat. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.