Penghargaan dari Desa Dorong Keberlanjutan Kolaborasi Cegah Karhutla di Riau
Sesri September 10, 2026 09:29 AM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Penghargaan dari pemerintah desa kepada pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) pada hutan tanaman atas bantuan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dinilai dapat memperkuat kolaborasi pencegahan berbasis lanskap di Provinsi Riau.

Ketua Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Komisariat Daerah Riau, Muller Tampubolon mengatakan hubungan saling mendukung antara PBPH dan masyarakat perlu terus dipelihara karena ancaman karhutla dapat melintasi batas desa, kabupaten, serta areal pengelolaan.

“Pengendalian karhutla harus berangkat dari semangat melindungi masyarakat dan lingkungan. Ketika ada wilayah yang membutuhkan bantuan, anggota APHI berupaya memberikan dukungan sesuai kemampuan, baik berupa personel, peralatan, transportasi, maupun kebutuhan operasional lainnya,” kata Muller di Pekanbaru.

Menurut dia, surat penghargaan dari pemerintah desa merupakan bentuk apresiasi terhadap kerja tim di lapangan sekaligus cerminan bahwa kolaborasi memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami menghargai kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah desa. Apresiasi tersebut harus diterjemahkan menjadi kerja sama yang lebih kuat, terutama untuk pencegahan, deteksi dini, penguatan kapasitas masyarakat, dan kesiapan menghadapi periode cuaca kering,” ujarnya.

Baca juga: KOMDA APHI Riau: Inpres Nomor 11 Tahun 2026 Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Cegah Karhutla

Muller menambahkan PBPH perlu terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, dan unsur desa agar mobilisasi bantuan berlangsung efektif serta tetap mengutamakan keselamatan personel.

Kepala Desa Gemalasari, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Erpandi mengatakan bantuan PBPH sangat berarti bagi desa dalam menghadapi karhutla.

“Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada PBPH yang telah membantu pemadaman di wilayah Desa Gemalasari. Dukungan tersebut memperkuat upaya pemerintah desa dan masyarakat dalam mengendalikan api serta menjaga lingkungan,” kata Erpandi.

Ia berharap kerja sama dilanjutkan dengan peningkatan kemampuan masyarakat, penyediaan sarana dasar pencegahan, pemantauan wilayah rawan, dan sosialisasi mengenai bahaya penggunaan api pada musim kemarau.

Kepala Desa Kasang Padang, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Mulyadi turut mengapresiasi bantuan PBPH dalam mendukung pemadaman karhutla di wilayah desanya.

“Penghargaan ini merupakan ungkapan terima kasih masyarakat atas kepedulian dan dukungan yang diberikan. Kami berharap kebersamaan seperti ini terus terjaga agar setiap potensi kebakaran dapat direspons dengan cepat dan tidak berkembang menjadi bencana,” ujar Mulyadi.

Menurut dia, pemerintah desa siap memperkuat komunikasi dengan PBPH dan unsur terkait, mengajak masyarakat berpartisipasi dalam pencegahan, serta mendorong pelaporan dini apabila ditemukan asap, titik panas, atau aktivitas berisiko.

APHI Komda Riau berharap praktik gotong royong di Kabupaten Kepulauan Meranti dan Kabupaten Rokan Hulu menjadi bagian dari sistem pencegahan karhutla yang berkelanjutan. 

Ke depan, kerja sama dapat diperkuat melalui rencana kontingensi, simulasi, pemetaan sumber daya, dan program pemberdayaan masyarakat tanpa bakar.

Kolaborasi yang inklusif dan konsisten diharapkan mampu mempercepat respons lapangan, mengurangi risiko kebakaran berulang, serta menjaga kesehatan masyarakat, kegiatan ekonomi, dan kelestarian lingkungan di Provinsi Riau.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.