Jarak Pandang Anambas Mulai Membaik, Namun Masih Berpotensi Terdampak Asap Kiriman Kalimantan
Dewi Haryati September 10, 2026 02:42 PM

ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id – Kabut asap yang menyelimuti wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), berangsur membaik.

Kondisi tersebut terlihat dari jarak pandang yang mulai kembali membaik setelah dalam beberapa hari terakhir wilayah Anambas diselimuti kabut asap cukup tebal.

Pantauan TRIBUNBATAM.id pada Kamis (10/9/2026), Pulau Matak dan Pulau Mubur yang berada di seberang Tarempa mulai tampak dari kejauhan.

Sebelumnya, kedua pulau tersebut nyaris tidak terlihat akibat kabut asap yang menutupi pandangan. 

Kini garis daratan dan bentuk pulau sudah mulai muncul, meski masih tampak samar dan belum terlihat jelas.

Dari kawasan pesisir Tarempa, pandangan ke arah laut juga mulai lebih terbuka.

Lapisan kabut yang sebelumnya tampak pekat kini terlihat lebih tipis, sehingga pulau-pulau di seberang mulai bisa dikenali.

Meski demikian, kondisi udara di Anambas belum sepenuhnya terbebas dari kabut asap.

Jarak pandang masih belum kembali seperti kondisi normal.

Prakirawan BMKG Tarempa, Raja Rheksa Naumi mengatakan, jarak pandang di wilayah Anambas saat ini berada pada kisaran 5 hingga 6 kilometer.

"Sebelumnya jarak pandang terbatas hanya 4 kilometer. Hari ini sedikit membaik," ujar Raja Rheksa Naumi.

Perbaikan jarak pandang tersebut menunjukkan konsentrasi kabut asap di wilayah Anambas mulai berkurang.

Namun, masyarakat masih perlu mewaspadai kemungkinan kabut asap kembali menebal.

Pasalnya, berdasarkan peta sebaran partikulat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kepulauan Anambas masih berpotensi terdampak asap kiriman dalam tiga hari ke depan.

Raja menjelaskan, kondisi tersebut berkaitan dengan pola pergerakan angin yang membawa massa udara dari wilayah lain menuju Anambas.

"Kalau berdasarkan arah angin, angin bergerak ke arah barat laut, kemudian terjadi shearline atau belokan angin menuju wilayah Kepulauan Anambas," jelasnya.

Kondisi shearline tersebut membuat massa udara dari wilayah tertentu berpotensi bergerak dan membawa partikulat asap hingga ke Anambas.

Menurut BMKG, kabut asap yang berada di Anambas kemungkinan berasal dari lebih dari satu wilayah. 

Namun, dampak yang paling signifikan diperkirakan berasal dari asap kiriman dari Kalimantan.

"Berdasarkan hal tersebut, kabut di Anambas kemungkinan bisa dari kedua wilayah tersebut," katanya.

"Namun kalau dilihat yang paling signifikan berdampak untuk wilayah Anambas yaitu asap kiriman dari Kalimantan karena titik api yang sangat banyak dan luas," sambung Raja.

Dengan kondisi tersebut, meski jarak pandang mulai membaik, masyarakat Anambas tetap diminta tidak menganggap persoalan kabut asap telah sepenuhnya berakhir.

Perubahan arah angin masih dapat memengaruhi kondisi udara dalam beberapa hari mendatang. (TRIBUNBATAM.id/Ihsan Imaduddin)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.