SURYA.CO.ID SIDOARJO – Pemkab Sidoarjo mendorong pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di 346 desa dan kelurahan untuk mengoptimalkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sekaligus mendekatkan layanan kepada masyarakat.
Langkah tersebut sekaligus diarahkan untuk menggarap potensi ZIS Kabupaten Sidoarjo yang diperkirakan mencapai Rp2,2 triliun per tahun berdasarkan riset BAZNAS RI.
Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Mohammad Ainur Rohman, menegaskan optimalisasi ZIS membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, pemerintah desa dan kelurahan, hingga masyarakat.
"Pengumpulan saat ini sudah maksimal, tetapi belum optimal. Sudah baik, tetapi perlu ditingkatkan," ujar Ainur, Kamis (10/9/2026).
Rencana pembentukan UPZ tersebut telah dibahas dalam Rapat Koordinasi Optimalisasi Pengumpulan ZIS Kabupaten Sidoarjo Tahun 2026 di Pendopo Delta Wibawa.
Baca juga: BAZNAS Lamongan Targetkan Zakat Rp 13 Miliar pada 2027, Dorong Satu Desa Satu UPZ
Ainur meminta seluruh kepala desa dan lurah segera memfasilitasi pembentukan UPZ di wilayah masing-masing. Penguatan tersebut juga berlandaskan Pasal 5 Peraturan Bupati Sidoarjo Nomor 24 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pengumpulan ZIS.
Berdasarkan data BAZNAS Kabupaten Sidoarjo, kinerja pengumpulan ZIS menunjukkan tren positif.
Pada 2025, penghimpunan ZIS mencapai Rp16,37 miliar. Rinciannya, zakat Rp896,84 juta, infak/sedekah Rp12,93 miliar, dan penerimaan lain Rp2,54 miliar.
Pada tahun yang sama, penyaluran ZIS terealisasi sebesar Rp11,50 miliar melalui lima pilar program.
Alokasi terbesar diserap program Sidoarjo Peduli, yakni Rp8,34 miliar. Dana tersebut digunakan untuk perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), bantuan sembako, dan biaya hidup kaum dhuafa.
Sementara itu, pada periode Januari-Juli 2026, pengumpulan bersih menembus Rp8,55 miliar dengan penyaluran sebesar Rp8,11 miliar.
Rasio efisiensi penyaluran pada 2026 tercatat 94,8 persen, yang masuk dalam kategori sangat tinggi menurut standar BAZNAS RI.
"Potensi zakat Sidoarjo yang mencapai Rp2,2 triliun setahun berdasarkan riset BAZNAS RI harus kita garap bersama," tandas Ainur.
Ketua BAZNAS Kabupaten Sidoarjo, M. Chasbil Aziz Salju Sodar, menambahkan pembentukan UPZ hingga tingkat desa dan kelurahan berperan penting untuk memastikan hasil penghimpunan ZIS langsung dirasakan masyarakat setempat.
"Dana ini akan digunakan langsung untuk membantu tetangga dekat yang membutuhkan, mulai dari program bedah rumah, biaya berobat, beasiswa pendidikan, hingga modal usaha mikro," kata Gus Jazuk, panggilan Chasbil Aziz Salju Sodar.