DPRD Apresiasi Perbaikan Irigasi dan Jalan untuk Dukung Aktivitas Petani dan Warga
Haorrahman September 10, 2026 08:54 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Pasuruan - Langkah Pemerintah Kabupaten Pasuruan memperbaiki infrastruktur yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat mendapat apresiasi dari DPRD Kabupaten Pasuruan.

Dua infrastruktur yang menjadi perhatian yakni talang air irigasi di Dusun Sumber Pandan, Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, serta ruas Jalan Bulusari-Wonosari.

Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat menilai, perbaikan kedua infrastruktur tersebut penting karena manfaatnya dirasakan langsung masyarakat.

Talang air berkaitan dengan kebutuhan pengairan lahan pertanian, sedangkan jalan menjadi penunjang mobilitas warga dan aktivitas perekonomian.

“Yang pertama kami berterima kasih kepada pemerintah daerah yang selalu bersinergi dengan kita,” kata Samsul saat podcast Jagongan Wakil Rakyat (JAWARA) kerjasama Tribunjatim Network dengan DPRD Kabupaten Pasuruan.

Di Dusun Sumber Pandan, talang air yang menjadi bagian dari jaringan irigasi mengalami kerusakan setelah penyangga di bagian tengah terdampak banjir.

Penyangga tersebut patah dan membuat talang mengalami kerusakan sehingga aliran air menuju lahan pertanian warga terganggu.

Saluran tersebut mengaliri sejumlah wilayah, di antaranya Desa Bulusari, Desa Carat dan sebagian wilayah Gempol.

Baca juga: Truk Kontainer Tersangkut di Median Jalan Japanan Pasuruan, Lalu Lintas Melambat

Kerusakan jaringan irigasi bahkan membuat sejumlah lahan pertanian di Bulusari tidak dapat difungsikan selama hampir dua tahun karena tidak mendapatkan pasokan air.

“Total yang dialiri lewat sini hampir sekitar 43 hektare. Kalau wilayah Bulusari sekitar sepuluh hektare,” ujar Samsul.

Sebelum diperbaiki secara permanen, pemerintah sempat menggunakan pipa berukuran besar sebagai jalur alternatif untuk menyambungkan aliran air.

Namun, jalur sementara tersebut masih kerap mengalami kendala.

Karena itu, pada 2026 dilakukan perbaikan dengan mengubah konstruksi talang.

Penyangga yang sebelumnya berada di tengah saluran akan dibuat dengan konstruksi baru sehingga tidak mengganggu aliran air di bawahnya.

Dalam pembahasan anggaran, pekerjaan perbaikan talang tersebut sebelumnya dialokasikan sekitar Rp350 juta.

Namun, nilai akhirnya masih menyesuaikan dengan kondisi anggaran yang tersedia.

Baca juga: Dua Truk Kecelakaan Adu Banteng dari Arah Berlawanan di Randusari Kraton Pasuruan

Samsul berharap setelah perbaikan selesai, fungsi irigasi dapat kembali optimal dan kebutuhan air bagi petani bisa terpenuhi.

Ia juga meminta masyarakat, khususnya kelompok tani, ikut menjaga dan merawat jaringan irigasi tersebut.

Menurutnya, pembangunan tidak cukup hanya dilakukan pemerintah.

Pemeliharaan juga membutuhkan keterlibatan masyarakat agar infrastruktur yang sudah dibangun dapat digunakan dalam jangka panjang.

“Percuma kita bangun kalau tidak dirawat. Kami minta kelompok tani dan masyarakat sering melihat kondisi di sini. Kalau pemeliharaannya bisa dilakukan dengan baik, insyaallah ini akan awet,” katanya.

Perhatian DPRD juga diberikan terhadap ruas Jalan Bulusari-Wonosari yang saat ini menjalani pemeliharaan berkala.

Ruas jalan sepanjang sekitar 1,1 kilometer tersebut mendapat anggaran sekitar Rp1,4 miliar.

Pekerjaannya meliputi perbaikan bahu jalan, saluran air dan pelebaran jalan sekitar 75 sentimeter di masing-masing sisi.

Setelah pekerjaan tersebut selesai, badan jalan akan dilapisi aspal hotmix.

Pekerjaan ditargetkan rampung sesuai kontrak pada 24 Oktober 2026.

Samsul mengatakan, ruas jalan tersebut memiliki peran penting bagi masyarakat.

Baca juga: Dukung Peningkatan Kualitas Atlet dan Kemajuan Olahraga, Dispora Pasuruan Perbaiki Gor Raci

Selain digunakan sebagai akses warga sehari-hari, jalan itu juga menjadi jalur menuju kawasan industri, termasuk pabrik Gudang Garam.

Akses tersebut juga dimanfaatkan warga Desa Jerukpurut, Wonosunyo dan Wonosari untuk berbagai aktivitas, termasuk bekerja, bersekolah dan kegiatan ekonomi.

“Ini selain untuk aktivitas warga, juga perekonomian dan anak-anak sekolah. Di sekitar sini semuanya lahan pertanian, jadi akses ini juga menunjang kegiatan pertanian,” ujarnya.

Menurut Samsul, kondisi fiskal daerah yang cukup ketat membuat pemerintah harus menentukan pembangunan berdasarkan skala prioritas.

Salah satu sumber anggaran yang digunakan untuk pekerjaan infrastruktur tersebut berasal dari DBHCHT yang memiliki ketentuan penggunaan.

Meski anggaran terbatas, ia mengapresiasi Pemkab Pasuruan yang tetap mengalokasikan anggaran untuk infrastruktur yang dinilai memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.

“Antara kebutuhan dan anggaran yang ada sering kali tidak seimbang. Makanya kita mencari yang prioritas dulu,” katanya.

Samsul berharap pembangunan yang sudah dimulai dapat dituntaskan.

Ia mencontohkan ruas jalan di wilayah Wonosari yang masih membutuhkan penanganan lanjutan dan diharapkan dapat diselesaikan pada 2027.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan pemerintah desa, kelompok tani dan masyarakat dalam mengawasi pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, pelaksana pekerjaan dan masyarakat menjadi salah satu kunci agar pembangunan berjalan tanpa kendala berarti.

“Sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, pelaksana, pemerintah desa dan masyarakat ini benar-benar bisa memuluskan pembangunan,” ujarnya.

Sementara itu, warga Desa Wonosari, Rofiq, mengaku bersyukur dengan perbaikan jalan tersebut.

Baca juga: DPRD Kota Pasuruan Soroti Polemik Anggaran Rumdin, Minta Pemkot Tak Blunder Sampaikan Informasi

Ia mengatakan kondisi jalan sebelumnya banyak mengalami kerusakan dan lubang yang mengganggu aktivitas warga.

“Kami sebagai warga Desa Wonosari mengucapkan terima kasih kepada Dinas Bina Marga dan Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Jalan yang sebelumnya banyak lubang sekarang sudah mulai dibangun. Warga sangat mengapresiasi,” katanya.

Bagi DPRD, perbaikan talang irigasi dan ruas jalan tersebut bukan sekadar pembangunan fisik.

Keduanya menjadi bagian dari upaya mendukung aktivitas masyarakat, terutama petani yang membutuhkan kepastian pengairan serta warga yang membutuhkan akses jalan yang aman dan layak untuk menunjang mobilitas dan perekonomian.

Karena itu, Samsul menegaskan DPRD akan terus mengawal pembangunan agar infrastruktur yang menjadi kebutuhan masyarakat dapat dikerjakan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.