Detik-detik Mencekam Puting Beliung Terjang SMKN 2 Tanjung Selor hingga Atap Seng Terlipat
Cornel Dimas Satrio September 10, 2026 11:14 PM

 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Kerinduan akan turunya hujan di wilayah Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, harus dibarengi dengan peristiwa menegangkan.

Hujan yang melanda kawasan Tanjung Selor pada Rabu (9/9/2026) sore dengan intensitas lebat disertai angin kencang dan petir justru membuat kondisi sempat mencekam.

Terjangan angin puting beliung terjadi di SMK Negeri 2 Tanjung Selor yang berlokasi di Jalan Tiga Tawai, Jelarai Selor, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

Akibat peristiwa mencekam itu, sekolah yang berjarak sekira 2,2 km dari Kantor Bupati Bulungan ini mengalami kerusakan di bagian atap gedung fasilitas praktik komputer siswa.

Kepala SMKN 2 Tanjung Selor, Syamsul Bahri, mengungkapkan detik-detik menegangkan saat pusaran angin kencang itu datang menerjang sekolah yang didirikan pada 28 Juli 2004 ini.

"Kejadiannya sangat cepat. Dari ruangan saya, terlihat pohon pucuk merah di samping kantor berputar-putar diterpa angin. Setelah itu, langsung datang hujan lebat disertai petir dan kilat. Semuanya berlangsung sangat cepat, estimasinya sekitar tiga sampai lima menit," kenang Syamsul saat ditemui di TribunKaltara.com, Kamis (10/9/2026).

Pusaran Angin Berputar Terjang 2 Gedung Praktik

Syamsul meyakini, pusaran angin kencang tersebut bermula dari area belakang sekolah, tepatnya dari arah kantin.

Angin kemudian berputar menerjang gedung ruang praktik siswa Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV), lalu berbelok bergerak ke arah kanan hingga mengenai gedung ruang praktik Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL).

Dampak pendaratan pusaran angin tersebut cukup parah. Atap berbahan seng tampak terlipat dan mencuat usai diterjang angin kencang.

Sementara itu, plafon bagian dalam terlihat bolong dan menganga, menyisakan kerangka atap yang terekspos langsung ke langit.

PUTING BELIUNG - Kondisi gedung RPL dan DKV SMKN 2 Tanjung Selor usai diterjang angin puting beliung kemarin, Rabu (9/9/2026). Kepala SMKN 2 Tanjung Selor, Syamsul Bahri, mengungkapkan detik-detik menegangkan saat pusaran angin kencang itu datang menerjang sekolahnya, Kamis (10/9/2026).
PUTING BELIUNG - Kondisi gedung RPL dan DKV SMKN 2 Tanjung Selor usai diterjang angin puting beliung kemarin, Rabu (9/9/2026). Kepala SMKN 2 Tanjung Selor, Syamsul Bahri, mengungkapkan detik-detik menegangkan saat pusaran angin kencang itu datang menerjang sekolahnya, Kamis (10/9/2026). (Tribun Kaltara/Desi Kartika Ayu)

Baca juga: Disdik Nunukan Cek Kondisi Plafon SDN 004 Sebatik Tengah yang Ambruk, Satu Ruang Lain Ikut Retak

Beredarnya kabar simpang siur di media sosial yang menyebutkan bahwa gedung sekolah tersebut roboh total ditepis langsung oleh Syamsul Bahri.

"Di media sosial katanya roboh, saya luruskan ini tidak roboh hanya atapnya saja yang mengalami kerusakan karena angin puting beliung," tegasnya.

Siswa Selamat, Puluhan Komputer Berhasil Dievakuasi

Saat musibah terjadi, seluruh aktivitas pembelajaran telah selesai sehingga sebagian besar siswa dipastikan sudah meninggalkan area sekolah.

"Alhamdulillah, siswa sudah pulang semua. Jadi yang masih berada di sekolah saat kejadian hanya para guru dan beberapa staf tata usaha. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, hanya kerugian material," jelas Syamsul.

Melihat atap ruang praktik DKV terbuka di tengah guyuran hujan deras, para guru dan staf langsung bergerak cepat menyelamatkan aset-aset penting sekolah dari ancaman kerusakan air.

"Alhamdulillah, semua barang elektronik berhasil diselamatkan dan tidak terkena air hujan. Semuanya masih berfungsi dengan baik dan bisa digunakan," imbuhnya.

Guna memastikan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tidak terganggu, pihak sekolah mengalihkan sementara ruang praktik komputer ke kelas lain yang kosong karena siswanya sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL).

Pihak SMK Negeri 2 Tanjung Selor juga telah melaporkan kejadian force majeure ini kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kaltara agar dapat diteruskan ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk usulan revitalisasi gedung.

"Kami mengusulkan bantuan perbaikan melalui Pemprov Kaltara dan Disdikbud Kaltara untuk diteruskan ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, khususnya Direktorat SMK di Jakarta. Kami berharap usulan revitalisasi gedung ini dapat segera terealisasi agar ruang praktik siswa bisa kembali digunakan secara optimal," pungkasnya.

(*)

Penulis : Desi Kartika

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.