POS-KUPANG.COM - Marilah kita siapkan hati dan pikiran untuk berdoa. Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus, Amin.
Allah Bapa Yang Maharahim, kami datang ke hadapan-Mu dengan penuh syukur. Kami bersyukur atas kehidupan, atas kesempatan untuk kembali belajar mengasihi, mengampuni, dan melayani sesama.
Engkau mengenal kami jauh lebih dalam daripada kami mengenal diri sendiri. Engkau mengetahui pikiran, luka, kelemahan, kemarahan, dan segala jalan yang kami tempuh dalam hidup ini.
Bapa, melalui Yesus Kristus, Putra-Mu, Engkau mengajarkan kepada kami jalan kasih yang tidak membalas kejahatan dengan kejahatan.
Engkau menghendaki kami mendoakan mereka yang mencaci, memberkati mereka yang mengutuk, mengampuni mereka yang menyakiti, dan tetap berbuat baik bahkan kepada mereka yang memusuhi kami.
Namun, kami mengakui bahwa hati kami sering kali masih mudah terluka, marah, menghakimi, memvonis, dan ingin membalas.
Kami lebih mudah menunjuk kesalahan orang lain daripada melihat kekurangan dalam diri sendiri. Kami mudah mengutuk kejahatan, tetapi terkadang lupa mendoakan agar orang yang melakukan kejahatan mengalami pertobatan.
Bapa Yang Penuh Kasih, selidikilah hati kami dan kenallah pikiran kami. Tunjukkanlah kepada kami segala jalan yang serong dalam diri kami.
Jauhkan kami dari kesombongan yang lahir dari pengetahuan, dari kebencian yang merusak persaudaraan, dan dari kebiasaan menghakimi sesama tanpa kasih.
Ajarlah kami untuk rendah hati. Berilah kami keberanian untuk memaafkan, bukan karena kejahatan itu benar, melainkan karena kami percaya bahwa kasih-Mu mampu mengubah hati manusia.
Ajarlah kami membedakan antara menolak kejahatan dan membenci orang yang melakukan kejahatan. Semoga kami tetap tegas melawan ketidakadilan, korupsi, kekerasan, dan segala bentuk kejahatan, tetapi tidak kehilangan kasih dan kerahiman.
Bapa, jadikanlah kami pribadi-pribadi yang membawa damai. Ketika kami dicaci, mampukan kami menahan diri. Ketika kami disakiti, mampukan kami mengampuni. Ketika kami kecewa, mampukan kami tetap berbuat baik.
Ketika melihat orang jatuh dalam kesalahan, mampukan kami mendoakan dan menolongnya untuk bangkit kembali.
Tumbuhkanlah dalam diri kami kasih yang membangun, bukan pengetahuan yang membuat kami sombong. Semoga apa yang kami pelajari dari Kitab Suci sungguh menjadi kekuatan untuk memperbaiki diri, mempererat persaudaraan, dan melayani kehidupan.
Bapa, tuntunlah kami untuk menggunakan kebebasan dengan penuh tanggung jawab. Jangan biarkan kebebasan kami menjadi alasan untuk melukai, menghina, merusak, atau memecah belah. Jadikan tangan kami tangan yang melayani, mulut kami mulut yang memberkati, hati kami hati yang mengampuni, dan hidup kami tanda nyata kasih-Mu bagi sesama.
Semoga dalam keluarga, komunitas, tempat kerja, Gereja, dan masyarakat, kami mampu terus menyapa, memaafkan, membantu, dan melayani. Semoga melalui sikap kecil yang kami lakukan setiap hari, damai-Mu semakin nyata dan persaudaraan semakin kuat.
Allah Bapa Yang Mahabaik, ketika hati kami lelah dalam berbuat baik, kuatkanlah kami. Ketika kami sulit memaafkan, lembutkanlah hati kami. Ketika kami tergoda membalas, ingatkanlah kami pada kasih Kristus. Dan ketika kami merasa tidak dihargai dalam pelayanan, yakinkanlah kami bahwa setiap kebaikan yang dilakukan dengan tulus tidak pernah sia-sia di hadapan-Mu.
Selidikilah kami, ya Allah, dan tuntunlah kami di jalan-Mu. Semoga hidup kami menjadi tanda nyata kasih: mampu memaafkan, tidak membalas kejahatan, dan terus melayani dengan sukacita.
Sebab kami percaya, kasih-Mu yang kami terima akan menjadi berkat ketika kami membagikannya kepada sesama.
Amin. (*)