TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rasa empati dan kebersamaan membuncah di tengah pencarian rombongan jurnalis yang dilaporkan hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Sebagai bentuk dukungan moral dan ikhtiar spiritual, puluhan jurnalis yang tergabung dalam alumni dan anggota Keluarga Besar Koran Sindo menggelar doa bersama secara daring demi keselamatan Yudhistiro Pranoto serta rekan-rekan jurnalis lainnya, Kamis (10/9/2026) malam.
Kegiatan doa bersama tersebut dilaksanakan di tengah proses pencarian yang dilakukan Tim SAR Gabungan di sekitar perairan Selat Sunda.
Yudhistiro Pranoto atau yang karib disapa Yudhis, saat ini bertugas di iNews.id, merupakan satu dari lima jurnalis yang hingga kini masih dalam proses pencarian setelah speed boat yang mereka tumpangi hilang kontak sejak Selasa (8/9/2026) siang.
Acara kumpul virtual tersebut diikuti lebih dari 20 orang rekan seprofesi dari berbagai generasi.
Momen ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus pendorong harapan bagi keselamatan para jurnalis yang sedang menjalankan tugas peliputan di lapangan.
Perwakilan alumni Koran Sindo, Azhar, menyampaikan pertemuan via udara tersebut digelar sebagai salah satu bentuk ikhtiar bersama demi keselamatan para survivor.
Baca juga: Reza Rahadian Doakan 5 Jurnalis Hilang saat Liputan Anak Krakatau Segera Ditemukan
"Kita dapat kabar bahwa rekan kita Yudhis bersama empat orang jurnalis lain dan tiga orang kru kapal yang melakukan aktivitas peliputan di sana masih hilang kontak sampai sekarang. Dan kita ini sebagai salah satu ikhtiar kami dan kami akan melakukan doa bersama untuk meminta agar rekan kita Yudis segera dapat kabar baik ya," ujarnya saat membuka sesi doa bersama.
Ia juga menambahkan apresiasi atas hadirnya belasan hingga puluhan rekan seprofesi yang menyempatkan diri untuk memanjatkan doa bersama di tengah kesibukan masing-masing.
"Terima kasih teman-teman semua sudah menyempatkan diri kita bertemu via udara ya. Mudah-mudahan nanti suatu saat nanti kita bisa ketemu tatap muka fisik gitu," lanjutnya.
Dalam kesempatan yang sama, dia juga menyampaikan tekad kebersamaan yang terus terjaga meski para jurnalis telah tersebar di berbagai media.
"Alhamdulillah tak terhingga dan salam serta selawat ke atas Rasul SAW. Puji syukur ke hadirat Allah SWT karena kita semua alhamdulillah tetap disatukan di dalam satu hati, tetap semua disatukan dalam satu perhimpunan silaturahmi sebagai keluarga besar, sebagai namanya di grup Keluarga Besar Koran Sindo alhamdulillah," ungkap Azhar.
Ia memanjatkan doa agar para personel yang terlibat serta seluruh rekan seprofesi senantiasa mendapat perlindungan, keteguhan iman, dan kesehatan.
"Mari kita semua berdoa untuk kita sendiri, untuk kesehatan kita, agar Allah SWT istiqomahkan iman Islam dan ihsan pada diri kita. Dan tentunya kita tetap menjadi keluarga besar Sindo yang dijagakan, yang dijaga dan disatukan di dalam satu la ilaha illallah," tuturnya.
Di samping itu, salah satu pembicara dalam acara tersebut menyinggung nilai persahabatan serta rekam jejak kebersamaan yang terjalin erat di antara para jurnalis.
Baca juga: Jejak 5 Jurnalis Peliput Krakatau yang Hilang, Tim SAR Temukan Life Jacket di Perairan Anyer
"Beliau orang baik, insyaallah Allah SWT memberikan yang terbaik. Kita doakan juga kepada rekan-rekan jurnalisnya serta dua ABK yang membawa beliau, semoga Allah SWT memberikan yang terbaik kepada mereka," sebutnya.
Ia pun mengajak seluruh peserta yang hadir untuk menyerahkan seluruh proses pencarian dan keselamatan para korban kepada Yang Maha Kuasa melalui untaian doa dan pembacaan Surah Yasin.
"Dengan kehendak Allah, dengan pertolongan Allah, dan serta doa-doa kita insyaallah itu apapun yang dihadapi Saudara Yudis dan kawan-kawan adalah terbaik di sisi Allah SWT," pungkasnya.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tawasul, Surah Yasin, serta doa keselamatan bersama untuk seluruh tim peliputan yang masih dalam penanganan dan pencarian Tim SAR di Selat Sunda.
Tim SAR Gabungan menemukan life jacket dan pelampung saat melaksanakan operasi SAR hari ketiga delapan orang rombongan jurnalis yang dilaporkan hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Tim SAR Gabungan membagi wilayah operasi pencarian menjadi enam sektor dengan total luas sekitar 2.483 nautical mile persegi pada pencarian hari ketiga dengan melibatkan berbagai unsur dan sarana.
Unsur dan sarana yang dikerahkan di antaranya KN SAR Tetuka 247, KN SAR Basudewa, KRI Leuser, KRI Lepu, KRI Karambit, KP Sanjaya, KAL Anyer, KAL Pahawang, RIB 02 Banten, KM Aruphadatu, Helikopter HR 3604, serta unsur TNI, Polri, BPBD, Potensi SAR, nelayan dan masyarakat.
Pencarian dilakukan secara intensif di sejumlah wilayah di sekitar Gunung Anak Krakatau hingga perairan sebelah tenggara, utara, barat daya, dan barat laut Gunung Anak Krakatau.
KAL Anyer menemukan sebuah life jacket pada pukul 15.32 WIB saat melakukan pencarian di Sektor F.
Temuan itu berada di koordinat 06°04'30.00" LS.
Sementara itu, pada laporan operasi juga tercatat temuan pelampung di koordinat 06°17'26.40" LS, 105°22'42.00" BT.
Namun kedua temuan tersebut masih dalam proses verifikasi untuk memastikan apakah memiliki keterkaitan dengan delapan orang yang sedang dalam pencarian.
Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, mengatakan setiap temuan di lapangan akan ditindaklanjuti sebagai bagian dari upaya pencarian.
"Temuan life jacket dan pelampung ini menjadi perhatian bagi kami. Namun, kami masih melakukan verifikasi untuk memastikan apakah barang tersebut berkaitan dengan survivor yang sedang kami cari," kata Al Imrad dalam keterangan resmi Kantor SAR Banten pada Kamis (10/9/2026).
"Setiap informasi dan temuan di lapangan akan kami tindak lanjuti secara maksimal," imbuhnya.
Sementara itu, hasil penyisiran lima sektor lainnya yakni di Sektor A, B, C, D, dan E masih nihil.
Tim SAR Gabungan terus mengoptimalkan seluruh unsur dan sarana yang tersedia, termasuk dukungan udara melalui Helikopter HR 3604.
Sementara itu kondisi cuaca di wilayah operasi dilaporkan cerah berawan tebal, angin dari arah selatan ke utara dengan kecepatan sekitar 15 knot, serta tinggi gelombang 2,5 hingga 4 meter.
"Kami terus melakukan pencarian dengan mempertimbangkan perkembangan situasi dan kondisi cuaca di lapangan. Keselamatan seluruh personel tetap menjadi prioritas," kata dia.
"Kami berharap temuan ini dapat memberikan titik terang dan seluruh korban segera ditemukan," pungkasnya.
Rombongan jurnalis tersebut masih dalam pencarian setelah hilang kontak saat menumpangi sebuah speed boat di sekitar perairan Sulat Sunda pada Selasa (8/9/2026).
Mereka terdiri dari kapten kapal Warta (55), ABK Surakman (60), dan guide Heriyanto (49).
Selain itu, ada lima jurnalis yang hendak melakukan peliputan terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau dalam speed boat tersebut.
Mereka adalah M Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis freelance.