Istanbul (ANTARA) - Para demonstran menggelar aksi di depan Kedutaan Besar Israel di Bangkok pada Kamis untuk menuntut pengawasan yang lebih ketat terhadap kepemilikan properti oleh warga negara asing serta dugaan penggunaan nama pihak lain.

Mereka juga menyerukan agar warga negara asing menghormati hukum dan adat istiadat Thailand.

Para demonstran berkumpul di depan Ocean Tower II di Sukhumvit 21, lokasi kedutaan tersebut, sambil membawa poster dengan berbagai slogan, termasuk “Thailand menyambut wisatawan, bukan penjahat perang,” “Tidak ada pad thai untuk penjahat perang,” “Boikot Israel” dan “Hentikan Genosida,” menurut The Nation.

Penyelenggara menyebut demonstrasi tersebut sebagai upaya untuk melindungi kedaulatan Thailand, kepentingan nasional, serta dunia usaha dalam negeri.

Aksi dipimpin oleh mantan pemimpin People’s Alliance for Democracy, Sondhi Limthongkul, yang gerakan “Take Thailand Back” miliknya menjadi penggagas demonstrasi tersebut.

Sejumlah tokoh lainnya turut hadir, termasuk Ketua Thailand Watch Foundation Panthep Puapongpan, Nitithorn Lamlue, serta Pichit Chaimongkol, salah satu pemimpin Network of Students and People for Reform of Thailand.

Sondhi membacakan surat terbuka dalam bahasa Thailand dan Inggris. Ia mendesak Kedutaan Besar Israel dan pemerintah Thailand untuk mengambil langkah konkret, bukan sekadar menerima petisi yang disampaikan para demonstran.

Kelompok tersebut meminta otoritas Israel untuk menyerukan kepada warga negaranya agar menghormati hukum dan budaya Thailand, bekerja sama dengan otoritas Thailand tanpa melindungi pelanggar hukum, serta mendukung penyelidikan terkait kepemilikan tanah dan pusat-pusat Chabad.

Para demonstran juga meminta kedutaan menyampaikan keprihatinan mereka kepada pemerintah Israel, termasuk tuntutan untuk menghentikan apa yang mereka sebut sebagai tindakan brutal terhadap warga sipil, rumah sakit dan sekolah, serta mematuhi hukum humaniter internasional.

Dalam surat tersebut, kelompok itu menuduh bahwa pelanggaran yang dilakukan sebagian warga negara Israel, termasuk pelanggaran hukum Thailand dan sikap tidak menghormati adat setempat, telah menimbulkan masalah bagi masyarakat lokal.

Surat itu juga menyoroti kekhawatiran mengenai pusat-pusat Chabad dan pembelian lahan yang terkait dengan warga Israel di Chachoengsao. Para demonstran menuding langkah tersebut merupakan bagian dari upaya membangun keberadaan teritorial di Thailand.

Demonstrasi lanjutan direncanakan digelar di sejumlah provinsi, termasuk Chonburi, Chanthaburi dan Khon Kaen.

Sumber: Anadolu