Mauricio Pochettino Minta Trofi Chelsea Diberikan ke Tottenham, Aturan Liga Inggris Berkata Lain
Muhammad Nursina Rasyidin September 11, 2026 10:57 AM

TRIBUNNEWS.COM - Mauricio Pochettino menyerukan agar gelar juara Premier League 2016/2017 milik Chelsea dicabut setelah The Blues mengakui adanya pembayaran yang tidak diungkapkan dalam periode tertentu.

Pochettino menilai Tottenham Hotspur yang finis sebagai runner-up pada musim tersebut layak mendapatkan gelar jika Chelsea benar-benar dijatuhi sanksi pencabutan trofi.

Namun, secara aturan, Tottenham belum tentu otomatis mewarisi gelar tersebut apabila Chelsea kehilangan status sebagai juara.

Pada musim 2016/2017, Chelsea tampil sebagai juara Premier League dengan mengoleksi 93 poin di bawah asuhan Antonio Conte.

Tottenham yang ketika itu dilatih Pochettino finis di posisi kedua dengan 86 poin, atau tertinggal tujuh angka dari Chelsea.

Reaksi pelatih kepala Chelsea asal Argentina Mauricio Pochettino selama pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Wolverhampton Wanderers vs Chelsea di stadion Molineux di Wolverhampton, Inggris pada 24 Desember 2023. Paul ELLIS / AFP
REKASI POCHETTINO - Reaksi mantan pelatih Chelsea, Mauricio Pochettino kala itu saat pertandingan Liga Premier Inggris antara Wolverhampton Wanderers vs Chelsea di stadion Molineux di Wolverhampton, Inggris pada 24 Desember 2023. (Foto Arsip, Desember 2023) (Paul ELLIS / AFP)

Bisakah Tottenham Mewarisi Gelar Chelsea?

Pochettino sebelumnya menilai Tottenham "tidak berkompetisi dengan aturan yang sama" seperti Chelsea setelah klub London tersebut mengakui adanya pembayaran yang tidak diungkapkan senilai £47 juta antara 2011 hingga 2018.

Meski demikian, peluang Chelsea kehilangan gelar Premier League 2016/2017 masih tergolong kecil.

Premier League sebelumnya tidak menjatuhkan sanksi olahraga kepada Chelsea terkait kasus tersebut.

Hukuman yang diberikan berupa sanksi finansial dan larangan aktivitas transfer.

Baca juga: Chelsea Comeback 6-3 atas Leeds, Pergantian Alonso Ubah Jalannya Pertandingan

Pada Juli, Chelsea didenda £10 juta dan dikenai larangan transfer selama dua jendela yang ditangguhkan karena pelanggaran terkait pembayaran kepada agen dalam periode 2009 hingga 2022.

Premier League juga telah menghitung ulang laporan keuangan Chelsea pada periode tersebut.

Hasilnya, pembayaran yang tidak diungkapkan itu dinyatakan tidak membuat Chelsea melanggar aturan Profit and Sustainability Rules (PSR).

Karena keputusan disiplin terhadap Chelsea sudah dijatuhkan, kecil kemungkinan kasus tersebut kembali dibuka hingga berujung pada pencabutan gelar.

Namun, jika skenario tersebut benar-benar terjadi, masih belum ada kepastian Tottenham akan otomatis menerima trofi.

Ada Preseden di Serie A

Kasus pencabutan gelar di Serie A menunjukkan bahwa trofi yang dicabut tidak selalu diberikan kepada tim yang finis di posisi kedua.

Preseden tersebut terjadi ketika Juventus kehilangan gelar Serie A musim 2004/2005 dan 2005/2006 akibat skandal Calciopoli.

Preseden adalah peristiwa atau keputusan yang terjadi lebih dahulu dan dapat dipakai sebagai contoh atau pedoman untuk keadaan serupa di masa mendatang.

Skandal tersebut bermula dari penyelidikan terhadap dugaan pengaturan pertandingan yang melibatkan staf Juventus dan pejabat sepak bola Italia.

Juventus kemudian dicabut dari dua gelar Serie A secara berurutan.

Namun, perlakuan terhadap kedua gelar tersebut berbeda.

Gelar musim 2004/2005 dibiarkan tanpa penerima, sedangkan gelar musim 2005/2006 diberikan kepada Inter Milan.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa pencabutan gelar tidak otomatis membuat tim yang finis sebagai runner-up naik menjadi juara.

Karena itu, apabila Chelsea benar-benar kehilangan gelar Premier League 2016/2017, Tottenham belum tentu langsung dinobatkan sebagai juara.

Pochettino Yakin Tottenham Layak Juara

Pochettino sendiri tidak ragu dengan pandangannya mengenai siapa yang seharusnya mendapatkan gelar tersebut.

Pelatih asal Argentina itu menilai Tottenham layak menerima trofi apabila Chelsea terbukti melanggar aturan.

"Kita seharusnya memenangkan satu gelar, satu Liga Premier. Kita seharusnya yang mendapatkannya," ujar Pochettino, dikutip dari Sportbible.

"[Chelsea] dihukum, mereka mengakuinya, jadi begitu saja? Gelar seharusnya untuk tim yang berada di posisi kedua. Ini bukan keluhan saya. Ini adalah kebenaran."

"Jika mereka mengakui telah melanggar aturan, gelar Liga Premier seharusnya untuk tim terbaik kedua."

Pochettino juga menegaskan dirinya tidak takut menyampaikan pandangan tersebut meski berpotensi mendapat kritik dari pendukung Chelsea.

"Saya tidak takut untuk mengatakan yang sebenarnya. Para penggemar Chelsea akan marah kepada saya karena saya mengatakan ini, tetapi jika kami berada di Tottenham dan melanggar aturan, saya akan mengakui hal yang sama," pungkas pria berusia 54 tahun tersebut.

Pada akhirnya, masih harus ditunggu apakah kasus Chelsea akan kembali dibuka dan apakah ada kemungkinan sanksi olahraga baru dijatuhkan.

Namun, sekalipun gelar Premier League 2016/2017 benar-benar dicabut dari Chelsea, preseden sebelumnya menunjukkan bahwa Tottenham belum tentu otomatis mewarisi trofi tersebut.

(Tribunnews.com/Ali)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.