TRIBUNNEWSMAKER.COM - Temuan mengejutkan muncul dalam inspeksi terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukorejo 2, Blora, Jawa Tengah, setelah ratusan siswa mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sejumlah papan tempe ditemukan diletakkan di lantai, tepat di depan toilet. Kondisi tersebut dinilai tidak sesuai dengan prosedur keamanan pangan karena bahan makanan seharusnya disimpan di tempat yang bersih dan memenuhi standar higiene.
Kepala Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Blora, Edy Widayat, membenarkan adanya temuan tersebut saat inspeksi yang dilakukan pada Kamis, 10 September 2026.
Menurut Edy, selain penempatan bahan makanan yang tidak layak, pihaknya juga menemukan sejumlah persoalan dalam proses persiapan dan penyimpanan bahan makanan di dapur SPPG tersebut.
"Betul. Ada beberapa hal di dalam persiapan, persiapan dan penyimpanan peletakan bahan-bahan makanan yang siap olah yang tidak sesuai dengan prosedur keamanan pangan." dikutip dari YouTube Kompas.com, Jumat (11/9/2026).
Temuan tersebut tidak terlepas dari kasus dugaan keracunan yang dialami ratusan siswa setelah menyantap menu MBG pada Selasa, 8 September 2026.
Setelah menerima laporan, Dinkesda Blora langsung melakukan pemeriksaan ke SPPG Sukorejo 2 yang menjadi salah satu dapur penyedia makanan untuk sejumlah sekolah.
Untuk mengetahui kemungkinan penyebab munculnya gejala keracunan, petugas mengambil sejumlah sampel makanan dari dapur tersebut.
Sampel kemudian dikirim ke laboratorium kesehatan Provinsi Jawa Tengah untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Pemeriksaan juga mencakup aspek keamanan pangan, inspeksi kesehatan lingkungan, serta kondisi makanan yang diproduksi di dapur SPPG.
Edy menegaskan, keamanan pangan harus diperhatikan sejak proses pemilihan bahan hingga penyimpanannya.
Menurut dia, dapur SPPG harus memiliki prosedur yang jelas dalam menyimpan bahan makanan kering maupun basah, termasuk daging dan ayam.
"Harapan kami dapur-dapur yang beroperasional bukan hanya menyajikan makanan, tapi mulai dari pemilihan bahan makanan, cara penyimpanan bahan makanan yang kering, cara penyimpanan makanan basah, cara penyimpanan daging, ayam, dan lain-lain harus sesuai dengan prosedur."
Ia menilai tahapan tersebut merupakan bagian penting dalam menjaga higiene makanan dan memastikan makanan yang diberikan kepada penerima manfaat tetap aman dikonsumsi.
"Karena dari situlah berawal higiene makanan dan keamanan pangan dimulai sebagai satgas MBG Kabupaten Blora."
Baca juga: Bupati Hamenang Cek Dapur MBG Setelah Dugaan Siswa Keracunan, Ada Masalah Gudang hingga Alur Makanan
Sebelumnya, sebanyak 136 siswa SMA Negeri 1 Tunjungan dilaporkan mengalami sejumlah gejala setelah menyantap makanan MBG pada Selasa, 8 September 2026.
Para siswa mengalami keluhan berupa lemas, diare, muntah hingga pusing.
Pihak sekolah kemudian meminta siswa yang mengalami gangguan kesehatan, terutama gejala pada pencernaan, untuk berkumpul di aula sekolah.
Makanan MBG yang dikonsumsi para siswa tersebut diketahui disalurkan oleh SPPG Sukorejo 2.
Kasus tersebut kemudian dilaporkan kepada Satgas MBG Kabupaten Blora untuk dilakukan penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut.
Jumlah siswa yang mengalami dugaan keracunan kemudian bertambah.
Edy Widayat menyebut hingga Rabu malam, 9 September 2026, jumlah korban yang mengalami gejala dugaan keracunan mencapai 216 orang.
Atas temuan tersebut, Dinkesda Blora telah menyampaikan laporan sementara kepada Badan Gizi Nasional (BGN).
Dalam laporan itu, Dinkesda merekomendasikan agar SPPG Sukorejo 2 ditutup secara permanen.
Namun, keputusan akhir mengenai penutupan SPPG berada di tangan BGN.
Pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan juga masih menjadi bagian penting untuk mengetahui kondisi keamanan pangan dan kemungkinan kaitannya dengan kasus dugaan keracunan yang dialami para siswa.
Temuan bahan makanan yang diletakkan di lantai depan toilet menjadi perhatian serius karena penyimpanan bahan pangan merupakan salah satu tahapan penting dalam menjaga kualitas dan keamanan makanan.
Dinkesda Blora mengingatkan seluruh dapur penyedia MBG agar tidak hanya berfokus pada penyajian makanan, tetapi juga memastikan seluruh proses, mulai dari pemilihan bahan, penyimpanan hingga pengolahan, dilakukan sesuai standar keamanan pangan.
(Tribunnewsmaker.com/ Listusista)