Rekonstruksi Penikaman di Depan King Karaoke Mamuju, Anggota TNI Sempat Pukul Pelaku
Nurhadi Hasbi September 11, 2026 01:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Satreskrim Polresta Mamuju rekonstruksi kasus penikaman tewaskan seorang pria di depan King Karaoke Mamuju, Jl Diponegoro, Kelurahan Karema, Kecamatan Mamuju, Sulbar, Jumat (11/9/2026).

Rekonstruksi berlangsung halaman ruang Reskrim Polresta Mamuju.

Enam adegan rekonstruksi mengungkap detik-detik penikaman tewaskan seorang pria inisial T (53), Sabtu (4/7/2026) malam.

Lokasi penikaman sekitar 1,5 kilometer dari Polresta Mamuju di Jl KS Tubun, Kelurahan Rimuku, Mamuju.

Kasi Humas Polresta Mamuju mengatakan, rekonstruksi dilakukan untuk memperjelas rangkaian peristiwa berujung tewasnya korban T.

Dalam rekonstruksi tersebut, tersangka bersama sejumlah saksi dan pemeran pengganti memperagakan enam adegan.

Peristiwa bermula ketika tersangka bersama beberapa orang saksi mendatangi King Karaoke.

Kedatangan mereka untuk mempertanyakan kepada korban terkait dugaan pemukulan terhadap adik atau keluarga tersangka.

"Datang dengan badik di pinggangnya" kata Kasi Humas Polresta Mamuju saat diwawancarai Tribun-Sulbar.com, Jumat (11/9/2026).

Situasi kemudian memanas. 
Pada adegan kedua, tersangka berhadapan dengan korban dan salah satu anggota TNI di lokasi.

Keduanya terlibat komunikasi dan perdebatan yang kemudian berkembang menjadi perkelahian.

Menurut polisi, dalam situasi tersebut tersangka diduga sempat dipukul oleh anggota TNI.

Tersangka kemudian mencabut senjata tajam jenis badik yang sebelumnya dibawa dan diselipkan di pinggangnya.

"Karena tersangka dipukul, tidak bisa mengendalikan diri," ungkap Herman

Badik tersebut kemudian digunakan tersangka untuk menikam anggota TNI tersebut. 
Setelah itu, korban T yang berada di lokasi disebut hendak melakukan pemukulan terhadap tersangka.

Tersangka kemudian berbalik arah dan  menikam bagian perut korban T.

Korban langsung tersungkur ke tanah.

Perkelahian kemudian dilerai oleh orang-orang yang berada di lokasi.

Para korban dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun, korban T dinyatakan meninggal dunia oleh dokter akibat luka yang dideritanya. 
Sebelumnya, Satreskrim Polresta Mamuju telah mengamankan seorang pemuda berinisial MAF (20), warga Kelurahan Karema, yang diduga sebagai pelaku dalam kasus tersebut.

Polisi juga menyita sebilah badik yang diduga digunakan dalam aksi penikaman.

Dalam peristiwa tersebut, terdapat tiga korban.

Korban T (53), warga Kelurahan Binanga, meninggal dunia setelah mengalami pendarahan hebat.

Berdasarkan hasil visum Tim Forensik Biddokkes Polda Sulbar, T mengalami luka sayat pada tangan kiri dan luka tusuk cukup dalam pada bagian perut kiri atas.

Sementara itu, korban K (41), seorang anggota TNI, mengalami dua luka tusuk di bagian punggung dan sempat menjalani perawatan di RS Mitra Manakarra 

Korban lainnya, D, juga mengalami luka dan nyeri pada bagian bahu kiri.

Polisi menyebut enam adegan dalam rekonstruksi tersebut menjadi bagian dari proses penyidikan untuk memperjelas rangkaian kejadian hingga menyebabkan satu korban meninggal dunia.(*)

Laporan wartawan tribun-sulbar.com Baiq Sukma Widiawati

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.