Warga Tondonggeu-Purirano Kendari Kekurangan Air Bersih Akibat Kemarau, Pemkot Isi Tandon Warga
Desi Triana Aswan September 11, 2026 02:50 PM

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Warga di dua kelurahan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mengalami kekurangan air bersih akibat musim kemarau.

Dua wilayah tersebut yakni Kelurahan Tondonggeu di Kecamatan Abeli, dan Kelurahan Purirano di Kecamatan Kendari.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari telah menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak.

Di Kelurahan Tondonggeu, distribusi air bersih menyasar warga RT 01 dengan jumlah sekitar 65 Kepala Keluarga (KK).

Sementara di Kelurahan Purirano, bantuan air bersih diberikan kepada warga RT 07 RW 02.

Hingga saat ini, tercatat 16 KK yang mengalami kekurangan air bersih.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kota Kendari, Sukring, mengatakan pihaknya tidak hanya mendistribusikan air bersih ke rumah-rumah warga, tetapi juga menyediakan tempat penampungan air.

Pihaknya menempatkan tandon berkapasitas 2.200 liter di halaman rumah warga RT 01 Kelurahan Tondonggeu.

Baca juga: 98 Tahun di Kendari, Penampungan Peninggalan Belanda Pernah Topang Pasokan Air Bersih hingga 2006

"Pendistribusian air bersih di Kelurahan Tondonggeu ini dilaksanakan kemarin, 10 September," kata Sukring diwawancarai TribunnewsSultra.com, Jumat (11/9/2026).

Pada hari ini, tim BPBD kembali melakukan pendistribusian bantuan sarana air bersih kepada warga hingga sore hari.

Sukring bilang, warga yang tidak memiliki tandon dapat menampung air bantuan menggunakan ember maupun baskom.

Sementara itu, Lurah Purirano, Syarifudin mengatakan, wilayah RT 07 RW 02 dihuni sekitar 200 KK.

Dari jumlah tersebut, baru 16 KK yang terdata mengalami kekurangan air bersih akibat musim kemarau.

Menurut dia, kondisi berkurangnya debit air di wilayah tersebut telah terjadi sejak Juli 2026.

"Artinya tidak kekeringan tapi kekurangan, karena mata air di gunung itu debitnya sudah semakin berkurang sehingga tidak bisa tersalur ke mana-mana," jelasnya.

Syarifudin menjelaskan, warga yang terdampak berada di kawasan perumahan Purirano eks Kampung Baru.

Sebenarnya, kata dia, kawasan tersebut telah memiliki sumur bor.

Namun, debitnya belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh warga.

"Titik yang terlayani sumur bor hanya di sebagian tempat saja," ujarnya.

Dia berharap warga yang kebutuhan air bersihnya belum tercukupi dapat segera terlayani melalui pendistribusian air dari BPBD Kota Kendari.

Berdasarkan pantauan TribunnewsSultra.com sekitar pukul 10.52 Wita, pendistribusian air bersih di kawasan perumahan tersebut masih berlangsung.

BPBD Kota Kendari mengerahkan dua unit mobil tangki, masing-masing membawa tandon berkapasitas 1.200 liter.

Sejumlah warga yang belum mendapatkan air tampak meminta petugas BPBD untuk singgah ke rumah mereka.

"Pak, di rumahku sini juga, Pak," ujar beberapa ibu-ibu kepada petugas BPBD.

Namun, stok air pada kedua tandon mobil BPBD tersebut telah habis setelah melayani sejumlah warga.

Pendistribusian air bersih pun akan kembali dilanjutkan oleh tim BPBD hingga sore hari ini. (*)

(TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.