Cerita Saksi Mata Penemuan Benda Diduga Bom Rakitan di Tasikmalaya, Abdul: Syok dan Kaget
Machmud Mubarok September 11, 2026 04:35 PM

 

Laporan wartawan TribunPriangan.com,  Jaenal Abidin 

TRIBUNPRIANGAN.COM, KOTA TASIKMALAYA - Abdul Wahab (18) masih syok dan kaget usai menjadi penemu benda diduga bom rakitan di Engsun, tepatnya bangunan kosong di Kampung Sumelap, Kahuripan, Tawang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (12/9/2026).

Menurutnya, penemuan ini tidak disengaja, karena Abdul bareng lima orang temannya asal SMA Pancasila tengah nongkrong dan ngopi di lokasi tersebut.

Akan tetapi, tempat yang setiap hari dijadikan lokasi ngopi bareng menjadi ramai setelah penemuan benda diduga bom rakitan.

"Biasanya kalau sudah pulang sekolah, sama temen lain lima orang ke gedung engsun biasa tempat nongkrong," kata Abdul ditemui TribunPriangan.com, di halaman SMA Pancasila Kota Tasikmalaya.

Ia mengaku, sebenarnya yang menemukan pertama kali teman satu kelas. Akan tetapi, dirinya menjadi orang kedua melihat benda diduga bom rakitan.

"Dika yang awal nemuin barang itu, dan awalnya pergi dulu ke foto studio, terus dia balik lagi mau nukar baju, sesudah nukar kumpul lagi maen games. Namun, jarak 15 menit terdengar suara, pas ditelusuri sama Dika kaya bom rakitan dan dilihatin, sempat dipegang sama difoto," ucap pelajar asal Kecamatan Mangunreja ini.

Baca juga: Breaking News - Polisi Amankan Dua Pria Pemilik Benda Diduga Bom Rakitan di Tasikmalaya

Baca juga: Benda Mirip Bom di Tasikmalaya Berbunyi dan Lampu Berkedip, Jibom Temukan 3 Tabung

Untuk penemuan benda diduga bom rakitan ini sekira pukul 15.30 WIB hingga membuat geger pelajar yang menemukan pertama kali. 

"Sesudah ashar setengah empatan lebih. Bahkan pas ditemukan, benda itu difoto, sebelum kontak call center 110, Dika nanyain ke kakaknya untuk memastikan dan katanya itu bom, makanya pas denger itu langsung pada jaga jarak," jelasnya.

Ia mengaku, jumlah temannya yang ikut nongkrong ada enam orang, yang keseluruhan sekitar 8 orang.

"Kalau pas nemuin benda itu sih 6 orang, harusnya 8 orang, tapi dua orang sudah pada pulang. Karena, kami masih tetap disitu berenam orang sampai jam 20.30 WIB dimintai keterangan sama polisi," ucap Abdul.

Selain itu, Abdul sampai sekarang masih syok dan kaget tidak percaya telah melihat langsung benda diduga bom rakitan secara langsung.

"Kaget dan syok karena seumur baru ngeliat bom beneran di depan mata," cetusnya.

"Langsung kontak call center 110 punya Polres Tasikmalaya Kota dan itu inisiatif kami, karena takutnya ada orang yang lewat dan kena imbas kalau ada bahan peledaknya," jelas pelajar berbadan gempal ini.

Ia pun sampai sekarang tidak cerita ke orang tua, yang memang setiap harinya Abdul dan rekannya tinggal di asrama sekolah.

"Pas nemuin ga difoto sama saya, karena kan ga boleh bawa handphone, dan saya ga cerita ke orang tua di rumah," ucap Abdul yang duduk di kelas 12 ini.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.