TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Fitri Handayani, ibu rumah tangga asal Sendangguwo, Kota Semarang berlari terburu-buru dari gerbang menuju Rumah Dinas Bupati Semarang, Jumat (11/9/2026).
Begitu tiba, wajahnya langsung berubah ceria.
Berbaris di urutan pertama, perempuan itu tersenyum lebar sembari bertepuk tangan ketika Bupati Semarang menyapa warga yang datang.
Baca juga: DPRD Dukung Penundaan Geothermal Gunung Ungaran, Said: Tunggu Progres Telomoyo
Jumat memang hari yang dinanti Fitri. Dia datang ke Ungaran untuk mengikuti Jumat Berkah yang digelar di Rumah Dinas Bupati Semarang.
Dia berharap bisa mendapatkan nasi kotak untuk mengisi perutnya.
Namun, Jumat kali ini dia pulang dengan membawa lebih dari sekadar nasi.
Selain nasi, dia juga mendapat satu paket sembako berisi beras, minyak, dan gula.
"Senang, jadi nggak perlu belanja," ucap Fitri.
Bagi Fitri, bantuan itu cukup meringankan beban hidupnya. Terlebih, kini dia harus menghidupi tiga anak seorang diri.
Selama ini, Fitri bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Kondisi ekonomi yang pas-pasan membuat bantuan sembako sangat berarti baginya.
"Sangat meringankan beban. Selama ini kesulitan karena nggak ada suami, saya menghidupi tiga anak," katanya.
Kegembiraan Fitri bahkan tak bisa dia sembunyikan.
Tepuk tangan yang dilakukannya saat Bupati menyapa warga menjadi luapan rasa senangnya karena mendapat rezeki.
"Tadi sempat tepuk tangan. Saking senangnya, gembira dapat banyak rezeki," ungkapnya.
Fitri bukan satu-satunya warga dari luar Kabupaten Semarang yang datang.
Jumat Berkah yang biasa digelar seusai salat Jumat itu memang kerap didatangi warga dari berbagai daerah.
Selain warga Ungaran, cukup banyak warga Kota Semarang turut hadir.
Tri Susena, warga Gayamsari, Kota Semarang hampir setiap Jumat datang ke Rumah Dinas Bupati Semarang.
Baginya, pembagian makanan yang dilakukan Bupati selama ini menjadi bentuk perhatian yang sangat dirasakan masyarakat dari kalangan bawah.
"Sangat membantu. Kami dari masyarakat golongan bawah. Kami kadang kerja, kadang tidak. Pak Bupati selalu membagi makanan setiap Jumat," kata Tri.
Namun, Jumat kali ini terasa lebih berarti bagi Tri karena bantuan yang diberikan tidak hanya berupa makanan, tetapi juga sembako.
Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan makan keluarganya.
Apalagi, ucap dia, selama ini tidak mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah.
"Bantuan berupa sembako sangat membantu sekali. Anak-anak kami bisa makan lebih layak," ungkapnya.
• Inilah Sosok di Balik Jasad Bayi Terkubur di Bandungan Semarang, 2 Tersangka Pasangan Muda
Bupati Semarang, Ngesti Nugraha mengatakan, Jumat Berkah merupakan kegiatan rutin yang digelar setiap Jumat.
Kali ini, kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Alfamart melalui bantuan 400 paket sembako.
"Jumat Berkah ini dilaksanakan setiap Jumat. Kami berterima kasih kepada Alfamart yang telah membantu Jumat Berkah," kata Ngesti.
Menurutnya, warga yang datang tidak hanya berasal dari Kabupaten Semarang.
Sejumlah warga dari Kota Semarang, Demak, hingga Salatiga turut hadir.
Pada Jumat kali ini, tercatat sekira 250 warga mengikuti pembagian Jumat Berkah.
"Yang banyak memang Kabupaten Semarang," sebutnya.
Dari 400 paket sembako yang disiapkan, tidak seluruhnya dibagikan kepada warga yang hadir.
Sebagian akan disalurkan kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan, termasuk sekira 80 warga penyandang ODGJ di Kecamatan Susukan serta warga di sekitar Rumah Dinas Bupati Semarang.
Sementara itu, Branch Manager Alfamart Semarang, V Daru Harjanto mengatakan, bantuan sembako tersebut merupakan bagian dari program CSR Alfamart.
Setiap paket berisi beras, minyak goreng, dan gula dengan nilai sekira Rp180 ribu.
"Ini CSR dari Alfamart. Kami terlibat untuk membantu masyarakat. Harapannya bisa berkelanjutan, bukan hanya kali ini," ujarnya.
Selain kegiatan sosial untuk kaum dhuafa, Alfamart juga membuka peluang untuk memperluas kerja sama dengan pelaku UMKM di Kabupaten Semarang.
Kerja sama tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, tidak hanya melalui bantuan sosial tetapi juga dengan mendorong pengembangan usaha lokal. (*)