Jaga Gambut dan Perkuat Masyarakat, Kilang Sungai Pakning Raih Penghargaan Internasional
M Iqbal September 11, 2026 09:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah gambut tidak hanya dilakukan dengan pemadaman api, tetapi juga melalui pengelolaan tata air, pemantauan kondisi gambut dan pemberdayaan masyarakat.

Manager Production PT Pertamina Patra Niaga Kilang Sungai Pakning, Triadi Lukito, mengatakan pendekatan tersebut menjadi bagian dari program 'Gambut Lestari Alam Menghidupi' yang dijalankan perusahaan bersama masyarakat dan pemangku kepentingan di Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis.

Program ini mengintegrasikan penanganan karhutla dengan tata kelola ekosistem gambut dan pemberdayaan masyarakat. Upayanya antara lain pemenuhan peralatan pemadaman, penguatan tata kelola hidrologis gambut, pelestarian ekosistem serta kerja sama lintas sektor dalam menghadapi karhutla.

Salah satu inovasi yang dikembangkan yakni Nozzle Gambut. Alat ini dirancang untuk membantu pemadaman api di atas maupun di bawah permukaan lahan gambut, sekaligus mempercepat proses pendinginan lapisan gambut agar potensi api kembali muncul dapat ditekan.

Pertamina Patra Niaga Kilang Sungai Pakning juga mengembangkan Expintable atau sumur hidran portabel yang dapat digunakan di lokasi yang jauh dari sumber air. Sementara Akurrat atau alat pengukur level air gambut digunakan untuk memantau kondisi air gambut sebagai bagian dari sistem peringatan dini.

Ketiga inovasi tersebut dikembangkan berdasarkan kebutuhan masyarakat di lapangan. Selain mudah digunakan, inovasi ini juga dirancang agar dapat diterapkan di wilayah lain yang memiliki kondisi gambut dan risiko karhutla serupa.

Upaya tersebut membawa Kilang Sungai Pakning meraih penghargaan internasional. Dalam ajang 17th Corporate Social Responsibility (CSR) Award and Summit 2026 yang digelar UBS Forums di Pune, India, Kilang Sungai Pakning meraih predikat Best Social Welfare Initiative of the Year.

Penghargaan tersebut diterima Manager Production PT Pertamina Patra Niaga Kilang Sungai Pakning, Triadi Lukito, pada 2026. Menurut Triadi, penghargaan itu menjadi bukti bahwa kolaborasi perusahaan, masyarakat, pemerintah dan pemangku kepentingan dapat menghasilkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

"Pendekatan yang menyeluruh, bukan hanya bagaimana kita memadamkan api, tetapi bagaimana kita mencegahnya, menjaga ekosistemnya, dan memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh manfaat dari lahan gambut tanpa merusaknya," kata Triadi.

Selain pencegahan karhutla, program tersebut juga mendorong masyarakat memanfaatkan lahan gambut secara berkelanjutan melalui budidaya perikanan seperti gabus dan toman serta pertanian ramah lingkungan, di antaranya kopi liberika, tanaman hortikultura dan sagu.

(Tribunpekanbaru.com/Alexander)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.