TRIBUNNEWS.COM - Persija Jakarta dan Persib Bandung akan kembali bertemu dalam duel panas El Clasico Indonesia akhir pekan ini.
Kali ini, Macan Kemayoran mendapat kesempatan menjamu Maung Bandung pada pekan kedua Super League 2026/2027.
Persija vs Persib bakal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (12/9/2026) pukul 15.30 WIB.
Laga ini terasa semakin spesial karena El Clasico Indonesia akhirnya kembali digelar di Jakarta setelah penantian lebih dari tujuh tahun atau tepatnya terakhir pada 2019 silam.
Menatap laga ini, baik Persija dan Persib juga datang dengan modal positif.
Persija membuka musim dengan kemenangan 1-0 atas Borneo FC, sedangkan Persib mengawali kompetisi dengan menundukkan PSM Makassar 3-1.
Sehingga kedua tim akan bertarung sengit demi dapat melanjutkan tren kesempurnaan di pekan kedua ini.
Kini menjelang laga panas tersebut, terdapat beberapa fakta menarik soal duel Persija vs Persib
Persija vs Persib kembali digelar di SUGBK setelah terakhir kali berlangsung di stadion yang sama pada 10 Juli 2019.
Kala itu, kedua tim bermain imbang 1-1.
Kini, setelah lebih dari tujuh tahun berlalu, SUGBK kembali menjadi panggung rivalitas dua klub besar Indonesia. Pertandingan kali ini juga menjadi laga kandang Persija di SUGBK pada Super League 2026/2027.
Macan Kemayoran punya pekerjaan rumah besar jika ingin mengamankan tiga poin.
Dalam 10 pertemuan terakhir di berbagai ajang, Persija hanya mampu meraih satu kemenangan, dua kali imbang, dan tujuh kali kalah dari Persib.
Kemenangan terakhir Persija terjadi pada 31 Maret 2023 ketika mereka menundukkan Persib 2-0 di Stadion Patriot Candrabhaga.
Setelah itu, Persib menjadi lawan yang sulit ditaklukkan. Bahkan, lima pertemuan terakhir berakhir dengan empat kemenangan Persib dan satu hasil imbang.
Baca juga: Rayhan Hannan: Pemain Asing Persija Sudah Paham Pentingnya Laga Lawan Persib
Duel kali ini juga menjadi pertemuan kedua Shin Tae-yong dengan Persib sejak menangani Persija.
Pertemuan pertama terjadi di semifinal Piala Presiden 2026.
Saat itu, Persija yang diasuh Shin Tae-yong harus mengakui keunggulan Persib dengan skor 1-2 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, 4 Agustus 2026.
Kini, Shin mendapat kesempatan membalas kekalahan tersebut di panggung yang lebih penting.
Apalagi, pertandingan kali ini berlangsung di kandang Persija dan tiga poin menjadi target utama Macan Kemayoran.
Ada fakta menarik lain yang justru bisa menjadi suntikan kepercayaan diri bagi Persija.
Dalam lima pertemuan terakhir di SUGBK, Persib belum pernah menang.
Maung Bandung mencatat empat hasil imbang dan satu kekalahan.
Lima pertandingan tersebut adalah:
Artinya, meski Persib sedang dominan dalam beberapa pertemuan terakhir, mereka masih memiliki pekerjaan rumah saat bermain di SUGBK.
Duel kali ini juga menghadirkan cerita menarik dari dua penggawa Persib.
Adam Alis dan Marc Klok sama-sama pernah memperkuat Persija Jakarta.
Kini keduanya justru akan datang ke SUGBK dengan seragam Maung Bandung.
Adam bahkan memiliki kenangan spesial saat menghadapi Persija di Super League musim lalu.
Pada pertemuan di Stadion Segiri, Samarinda, 10 Mei 2026, ia mencetak dua gol untuk membantu Persib membalikkan keadaan dan menang 2-1 atas Persija.
El Clasico kali ini juga bisa disebut sebagai perang penggawa Timnas Indonesia.
Total ada 17 pemain yang memiliki pengalaman bersama Timnas Indonesia di kedua kubu.
Persija menjadi penyumbang 10 pemain, sedangkan Persib memiliki tujuh pemain.
Di kubu Persija terdapat nama seperti Rizky Ridho, Pratama Arhan, Nadeo Argawinata, Jordi Amat, Witan Sulaeman, Rayhan Hannan, Dony Tri Pamungkas hingga Victor Dethan.
Sementara Persib diperkuat Sandy Walsh, Ragnar Oratmangoen, Thom Haye, Eliano Reijnders, Marc Klok, Beckham Putra, dan Adam Alis.
Para pemain yang biasanya berjuang bersama untuk Timnas Indonesia kini harus saling berhadapan demi klub masing-masing.
Persija dan Persib juga menjadi dua tim dengan nilai pasar skuad yang tinggi di Super League.
Berdasarkan data Transfermarkt yang dirujuk, nilai pasar skuad Persija mencapai sekitar Rp163,39 miliar, sedangkan Persib berada di angka Rp155,13 miliar.
Jika digabungkan, nilai pasar kedua skuad mencapai sekitar Rp318,52 miliar.
Di kubu Persija, Stjepan Loncar menjadi pemain dengan nilai pasar tertinggi, yakni sekitar Rp20,86 miliar.
Sementara di Persib, Thom Haye menjadi pemain dengan nilai pasar tertinggi dengan angka sekitar Rp15,64 miliar.
Besarnya nilai skuad semakin mempertegas bahwa duel Persija vs Persib bukan sekadar pertarungan gengsi, tetapi juga mempertemukan dua tim dengan materi pemain papan atas.
(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama)