Liputan6.com, Jakarta - Nominasi Ballon d'Or 2026 sudah diumumkan pekan ini. Daftar 30 pemain yang dirilis hampir tujuh pekan sebelum seremoni itu memunculkan kejutan: sejumlah nama besar tidak tercantum.
Paris Saint-Germain mendominasi nominasi dengan 10 pemain setelah mempertahankan gelar Liga Champions musim lalu. Keberhasilan itu tercermin pada komposisi daftar yang sarat pemain klub asal Paris tersebut.
Dari level tim nasional, sederet pemain Spanyol turut masuk nominasi usai mengantarkan negaranya juara Piala Dunia musim panas ini.
Lionel Messi juga kembali tercantum berkat kiprahnya membawa Argentina ke final Piala Dunia untuk kali kedua beruntun. Di balik itu, ada lima bintang yang terdepak dari daftar 30 besar.

Di usia 23 tahun, Pedri tampil konsisten sebagai motor permainan Barcelona musim lalu. Ia mencatat lebih dari 3.000 menit bermain di semua kompetisi dan berkontribusi mengantar Blaugrana merebut gelar La Liga serta Piala Super Spanyol.
Penurunan performa sempat muncul di penghujung musim, namun faktor kebugaran dan kelelahan menjadi penyebab utama, bukan karena kesalahan individualnya. Situasi itu berimbas pada menit bermainnya di level tim nasional.
Selama Piala Dunia, Pedri lebih sering memulai laga dari bangku cadangan. Fabian Ruiz mengambil peran starter pada partai-partai krusial Spanyol, termasuk di final menghadapi Argentina.
Melihat kapasitasnya dalam mengendalikan tempo permainan, ketidakhadirannya di nominasi 30 besar Ballon d'Or 2026 menjadi salah satu keputusan yang mengejutkan.

Tak ada satu pun penjaga gawang yang masuk 30 besar nominasi Ballon d'Or 2026. Kondisi ini terasa kontras bagi David Raya, yang justru menutup musim dengan Golden Glove Liga Inggris untuk ketiga kalinya beruntun bersama Arsenal.
Raya membukukan 19 clean sheet dari 37 penampilan Premier League dan hanya kebobolan 26 gol. Performa stabilnya menjadi elemen penting dalam keberhasilan Arsenal meraih gelar Liga Inggris pertama dalam 22 tahun.
Di Liga Champions, ia juga solid dengan hanya lima kebobolan dalam 14 pertandingan. Catatan itu membantu The Gunners menembus partai final kompetisi antarklub Eropa tersebut.
Meski demikian, Raya tidak tampil sedetik pun untuk Spanyol di Piala Dunia musim panas ini, sebuah faktor yang kemungkinan memengaruhi absennya dari nominasi Ballon d'Or. Sebagai penghibur, namanya tetap masuk dalam nominasi Yashin Trophy untuk kiper terbaik.

Setahun lalu, Desire Doue finis di posisi ke-15 pada pemungutan suara Ballon d'Or 2025, bahkan berada di depan nama-nama seperti Vinicius Junior, Jude Bellingham, dan Erling Haaland. Namun 12 bulan berselang, ia tak lagi berada di daftar 30 besar nominasi 2026.
Secara produktivitas, musim 2025/26 memang menurun. Doue menorehkan 13 gol dan delapan assist di semua ajang, turun dari musim sebelumnya yang mencapai 15 gol dan 14 assist.
Kendati demikian, kontribusinya tetap signifikan di Eropa. Winger Prancis berusia 21 tahun tersebut membantu PSG mempertahankan trofi Liga Champions dan mencatat sembilan kontribusi gol di kompetisi antarklub terbesar Benua Biru itu.
Di tim nasional, tingkat efektivitasnya tidak sama. Doue hanya mencetak satu gol untuk Prancis di Piala Dunia, tercipta saat Les Bleus menang besar atas Norwegia pada fase grup.

Julian Alvarez mungkin bukan nama paling besar dalam daftar ini, namun ia sempat menjadi sorotan pada bursa transfer musim panas lalu. Sebelum perselisihan dengan Atletico Madrid, penyerang Argentina tersebut membantu klub mencapai semifinal Liga Champions 2025/26 dan final Copa del Rey.
Sepanjang musim bersama tim asuhan Diego Simeone, Alvarez mencatat 29 kontribusi gol di semua kompetisi. Salah satu momen pentingnya hadir di Liga Champions ketika ia mencetak satu-satunya gol Atlético pada semifinal melawan Arsenal.
Kesempatan memperkuat posisinya di nominasi sebetulnya terbuka lewat Piala Dunia, tetapi performanya bersama Argentina tak sejalan dengan ekspektasi. Ia hanya menyumbang satu gol dalam delapan penampilan di turnamen tersebut.
Dalam pertandingan kontra Spanyol, Alvarez bahkan tidak melepaskan satu pun tembakan selama 102 menit berada di lapangan.

Setahun silam, Raphinha termasuk kandidat kuat peraih Ballon d'Or setelah menjalani musim terbaiknya bersama Barcelona dan membantu meraih treble domestik. Namun capaian itu hanya mengantarnya finis di posisi kelima pemungutan suara Ballon d'Or 2025.
Memasuki musim 2025/26, ekspektasi untuk melampaui pencapaian itu kandas karena masalah hamstring. Cedera membuatnya absen pada sejumlah laga penting Barcelona di Liga Champions dan Copa del Rey.
Kendala kebugaran tersebut berlanjut ke Piala Dunia. Raphinha hanya bermain dua kali untuk Brasil dengan penampilan yang kurang berkesan sebelum akhirnya menepi dari sisa turnamen.