'Ada Aku, Ibumu', Cara MAYASASTRA Merawat Cerita tentang Ibu dan Anak
Yoseph Hary W September 11, 2026 11:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM - Sebuah percakapan sederhana antara ibu dan anak bisa menjadi awal lahirnya sebuah karya. Hal itu dialami MAYASASTRA, ketika dialog bersama putrinya pada Juli 2025 memunculkan perenungan yang kemudian ia catat dalam jurnal pribadi.

Catatan tersebut menjadi titik awal Maya dalam mengembangkan karya terbarunya berjudul 'Ada Aku, Ibumu'. Single ini menjadi karya keempat Maya yang sekaligus menjadi ruang untuk merefleksikan perjalanan seorang ibu dalam mendampingi anak.

Ibu, rumah bagi anak-anaknya

Dalam karya tersebut, Maya menghadirkan sosok ibu bukan sekadar sebagai orang yang hadir secara fisik, tetapi juga sebagai rumah dan tempat pulang bagi anak-anak. Ibu diposisikan sebagai seseorang yang memberikan ruang bagi anak untuk bertumbuh dan menemukan dirinya sendiri.

"Aku ingin menekankan bahwa kehadiran seorang ibu di hati anak-anak tidak selalu membutuhkan pencapaian monumental," ujar Maya.

Sebelum masuk ke proses produksi 'Ada Aku, Ibumu', Maya sempat membawakan karya musikalisasi puisi secara spontan dalam acara Cewek-Cewek Motoran Yogyakarta dengan iringan keyboard dari Noel. Setelah itu, proses penggarapan single berlanjut secara lebih intensif selama empat bulan bersama Hurtle Record.

Produksi tersebut berada di bawah arahan Rizky Julian atau Ukie Junx sebagai produser. Dalam prosesnya, Maya kembali membawa pengalaman personal dan fase kehidupannya ke dalam karya yang dibuat.

Baginya, menjadi seorang ibu merupakan proses belajar yang tidak pernah selesai. Seorang ibu juga terus berproses mengikuti perkembangan anak, beradaptasi dengan perubahan, hingga pada waktunya memiliki keberanian untuk melepaskan anak agar tumbuh sebagai dirinya sendiri.

Keluarga, perkuat aspek emosional karyanya 

Keterlibatan keluarga kembali menjadi bagian penting dalam karya Maya. Seperti pada karya karya sebelumnya, ia mengajak anak anaknya, Jingga, Jenar, dan Zio, untuk ikut mengisi bagian vokal dalam 'Ada Aku, Ibumu'.

"Keterlibatan anak-anak kali ini bukan hanya memberikan warna yang unik dalam komposisi lagu, tetapi juga memperkuat aspek emosional," imbuhnya.

Kehadiran Zio secara khusus memberikan nuansa hangat dalam lagu tersebut. Bagian ini sekaligus menjadi representasi kehadiran putra pertama Maya, Ombak.

Unsur personal juga dibawa ke dalam identitas visual. Artwork 'Ada Aku, Ibumu' menggunakan font identitas Maya yang dibuat melalui goresan tangan Jingga dan Jenar. Dengan begitu, keterlibatan anak anak tidak hanya hadir melalui musik, tetapi juga menjadi bagian dari wajah karya.

Dalam rangkaian perilisan single ini, Maya juga melakukan kunjungan ke panti jompo pada momentum Ramadan. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upayanya menggali lebih jauh makna hubungan antara ibu dan anak.

Panti jompo bagi Maya menjadi ruang untuk melihat kembali hubungan tersebut dari sisi yang berbeda. Tempat itu mempertemukan orang orang yang memiliki kekosongan dengan kesempatan untuk saling mengisi, sebuah hal yang menurutnya kerap luput dari perhatian.

Pengalaman tersebut semakin menguatkan pandangan Maya bahwa hubungan antara ibu dan anak bukan hanya mengenai peran satu pihak. Keduanya dapat menjadi sumber kekuatan bagi satu sama lain.

Karya yang personal, jujur, emosional

Sebagai single keempat, 'Ada Aku, Ibumu' menjadi bagian dari perjalanan Maya dalam berkarya sesuai dengan fase kehidupan yang sedang dijalaninya. Ia ingin menghadirkan karya yang personal, jujur, sekaligus memiliki kedekatan emosional dengan pendengar.

"Melalui pendekatan yang personal, aku optimis bahwa pesan yang disampaikan melalui single ini akan terasa relevan dan dapat dirasakan kedekatannya oleh publik," ujarnya.

Lebih dari sekadar karya musik, 'Ada Aku, Ibumu' juga dipersiapkan Maya sebagai warisan emosional yang positif bagi anak anaknya. Terutama bagi putra pertamanya, Muhamad Ombak Biru, lagu tersebut menjadi pengingat bahwa anak anak akan selalu memiliki tempat dalam ingatan dan ruang kasih sayang seorang ibu.(nto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.