Laporan jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra
TRIBUNBEKASI.COM, CIKARANG BARAT- Pelaksana tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja paparkan besarnya potensi industri dan investasi di Kabupaten Bekasi.
Menurutnya, aktivitas industri di Kabupaten Bekasi terbilang tinggi dan diiringi investasi yang masuk saat ini telah mencapai Rp50 triliun.
Meski demikian, orang nomor satu di Kabupaten Bekasi itu pun tidak hanya ingin tinggal diam.
Bahkan ia memasang target agar nilai investasi di Kabupaten Bekasi dapat meningkat.
Terlebih Kabupaten Bekasi dikenal luas sebagai satu dari sekian pusat kawasan industri terbesar di Asia Tenggara.
Sehingga roda perekonomian daerah, regional, bahkan nasional sangat bergantung pada bagaimana iklim tenaga kerja dan investasi yang berjalan.
"Sekarang Kabupaten Bekasi ini yang masuk investor Rp50 triliun, saya punya target Rp70 triliun akan masuk di Kabupaten Bekasi," kata Asep saat ditemui di Cikarang Barat, Jumat (11/9/2026).
Asep menilai hubungan industrial yang adil dan kondusif menjadi satu dari sekian faktor penting dalam menjaga keberlangsungan investasi di Kabupaten Bekasi.
Karena itu, ia menilai pembahasan mengenai hubungan industrial, perlindungan pekerja, serta iklim investasi harus berjalan beriringan.
"Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi memandang bahwa buruh atau pekerja bukan sekadar faktor produksi, melainkan mitra strategis pembangunan ekonomi," ujarnya.
Terkini, Asep memaparkan terdapat sekira 1.100 perusahaan besar yang beroperasi di Kabupaten Bekasi.
Jika cakupan diperluas hingga perusahaan dengan Nomor Induk Berusaha (NIB), jumlahnya bahkan mencapai 58 ribu perusahaan.
Kabupaten Bekasi juga memiliki 11 kawasan industri, dengan delapan di antaranya merupakan kawasan industri besar.
Menurut Asep, besarnya aktivitas industri di Kabupaten Bekasi membuat daerah tersebut memiliki posisi strategis terhadap perekonomian, termasuk bagi wilayah sekitar Ibu Kota.
"1100 perusahaan. Kalau kita sampai yang terkecil, sampai NIB, ada 58 ribu perusahaan. Kabupaten Bekasi ada 11 kawasan industri, yang besarnya ada 8 kawasan industri. Jadi, Kabupaten Bekasi merupakan pintu masuknya bener-bener. Kalau Bekasi goyang, kami tidak tahu Ibu Kota kayak gimana," lugasnya.
Atas kondisi tersebut, Asep menegaskan pentingnya menjaga situasi Kabupaten Bekasi agar tetap aman dan kondusif, khususnya dalam hubungan antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah.
"Makanya, bener-bener dijaga. Kondusif, saya dari partai buruh. Alhamdulillah sampai saat ini jarang ada yang demo," pungkasnya. (M37)