Senang Bisa Berbagi Ilmu dan Pengetahuan
M Iqbal September 12, 2026 12:29 AM

Cita-cita Masa Kecil dr Aida Julia Ulfah Hingga Mengabdi di Dunia Kedokteran

TRIBUNPRKANBARU.COM, PEKANBARU -- Sejak kecil, dr. Aida Julia Ulfah, M.Biomed sudah memiliki cita-cita untuk menekuni dunia kedokteran. Ketertarikan itu semakin kuat ketika memasuki jenjang SMA dan mulai menyukai pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Keinginan menjadi dokter juga mendapat dorongan dari lingkungan keluarga. Salah seorang pamannya berprofesi sebagai dokter, ditambah beberapa anggota keluarga besar yang memiliki latar belakang di bidang kesehatan. Lingkungan tersebut membuat Aida semakin tertarik untuk memilih kedokteran sebagai jalan pendidikannya.

Menurut dr Julia Ulfah, profesi dokter memiliki nilai pengabdian yang besar karena tidak hanya berkaitan dengan pekerjaan, tetapi juga memberikan kesempatan untuk membantu orang lain. Pandangan tersebut kemudian menjadi salah satu alasan yang membuatnya mantap menekuni bidang kesehatan.

Seiring perjalanan pendidikan dan kariernya, dr Julia Ulfah tidak hanya melihat kedokteran dari sisi pelayanan kesehatan. Ia juga menemukan ketertarikan lain dalam dunia akademik. Berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada orang lain menjadi bagian yang ia nikmati dalam perjalanan profesinya.

“Memang passion saya lebih kepada sharing tentang kesehatan. Jadi saya merasa senang ketika bisa berbagi ilmu dan pengetahuan kepada orang lain,” ujar dr Julia Ulfah.

Pilihan untuk terjun ke dunia akademik kemudian menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya. Menurutnya, menjadi dosen memberikan ruang yang lebih luas untuk membagikan ilmu sekaligus terus belajar mengikuti perkembangan pengetahuan di bidang kesehatan.

Saat ini, selain menjalankan tugas sebagai dosen, dr Julia Ulfah juga dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI). 

Peran tersebut membuat aktivitasnya semakin beragam, mulai dari menjalankan tugas akademik hingga terlibat dalam pengelolaan fakultas.

Sebagai bagian dari UMRI, dr Julia Ulfah juga menjalankan peran akademiknya dalam kerangka Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, yang mencakup pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. 

Menurut dr Julia Ulfah, berbagai tanggung jawab tersebut tetap dapat dijalankan dengan baik selama mampu mengatur prioritas. Ia berusaha membagi waktu antara tugas sebagai dosen, tanggung jawab sebagai pimpinan fakultas, serta perannya sebagai seorang ibu.

Di tengah kesibukan tersebut, keluarga tetap menjadi prioritas bagi dr Julia Ulfah. Ia memiliki tiga anak yang menjadi bagian penting dalam kehidupannya. Karena itu, ia berusaha menyediakan waktu khusus untuk keluarga di tengah aktivitas akademik dan pekerjaan.

“Kalau weekend, saya khususkan untuk keluarga. Biasanya saya habiskan untuk quality time bersama anak-anak dan suami,” imbuhnya.

Bagi dr Julia Ulfah, keberhasilan seorang perempuan bukan hanya tentang pencapaian dalam karier, tetapi juga kemampuan memberikan waktu dan perhatian kepada keluarga. Menjalani profesi sebagai dokter, dosen sekaligus Wakil Dekan menjadi perjalanan yang terus ia nikmati, sambil tetap menjaga keseimbangan antara pengabdian, pengembangan diri dan keluarga. (Tribunpekanbaru.com/Alexander)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.