TRIBUN-TIMUR.COM - Pelatih Arema FC Marcos Santos menyiapkan dua hingga tiga skenario melawan PSM Makassar.
Laga PSM Makassar vs Arema FC di Stadion BJ Habibie, Parepare, Sulsel, Minggu (13/9/2026).
Arema FC datang ke markas PSM Makassar dengan kepercayaan diri tinggi setelah mengalahkan Isenmulang Kalteng FC 4-0.
Sebaliknya, PSM Makassar menghadapi laga kandang dengan modal kekalahan 3-1 dari Persib Bandung pada pekan pertama.
Perbedaan hasil tersebut membuat Arema FC berada dalam posisi lebih diuntungkan secara momentum.
Namun, pelatih Singo Edan Marcos Santos menyadari PSM Makassar bukan lawan yang bisa diremehkan.
Baca juga: Preview PSM Makassar vs Arema FC di Super League: Angkerkan Kembali Stadion BJ Habibie!
Apalagi, PSM Makassar akan tampil di markasnya dengan misi meraih tiga poin perdana musim ini.
Marcos menyiapkan beberapa skenario untuk menghadapi permainan Juku Eja saat kedua tim bertemu.
"Kami sudah menyiapkan dua hingga tiga skenario untuk menghadapi gaya main mereka. Saya ingin para pemain memiliki respons terhadap berbagai situasi yang kemungkinan dihadapi selama laga," kata Marcos, Kamis (10/9/2026).
Marcos menilai PSM Makassar tetap menjadi tim berbahaya meski mengalami kekalahan pada laga pembuka.
PSM Makassar bahkan sempat unggul lebih dulu atas Persib Bandung sebelum akhirnya pertandingan berbalik dan berakhir dengan skor 3-1 untuk Maung Bandung.
Kondisi tersebut membuat Marcos tidak ingin menjadikan hasil pertandingan PSM kontra Persib sebagai ukuran mudah-tidaknya laga yang akan dihadapi Arema FC.
Selain itu, perombakan skuad PSM Makassar pada musim ini juga tidak membuat Marcos mengurangi kewaspadaannya.
Ia telah mempelajari pola permainan tim besutan Darije Kalezic.
Menurutnya, PSM memiliki kekuatan pada sektor sayap dan lini tengah.
Kemampuan PSM dalam merebut bola kedua serta melakukan pressing menjadi dua aspek yang secara khusus mendapat perhatian Marcos.
"Kemampuan mereka dalam memenangkan bola kedua dan melakukan pressing itu patut kita waspadai," ujarnya.
Angkerkan Lagi BJ Habibie
PSM Makassar berupaya membuat markasnya Stadion BJ Habibie, Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) angker lagi untuk lawannya di Super League 2026/2027.
Beberapa musim terakhir, PSM Makassar kesulitan menang di kandang sendiri.
Pada musim lalu, PSM Makassar hanya meraih 18 poin dari 17 pertandingan di hadapan publiknya.
Hasil dari empat kemenangan, enam imbang dan tujuh kekalahan.
PSM Makassar harus puas berada di posisi 16 dalam torehan poin kandang.
Cuma mengungguli dua tim degradasi, Semen Padang dan PSBS Biak.
Kemudian di musim 2024/2025, hasil kandang PSM Makassar terbilang bagus walau sering kehilangan tiga poin.
PSM Makassar berada di peringkat lima dengan 32 poin kandang.
Hasil dari sembilan menang, lima seri dan tiga kekalahan.
Legenda PSM Makassar Anwar Liko berharap, Pasukan Darije Kalezic memulai start bagus di kandang.
Tiga poin wajib diraih PSM Makassar dari Arema FC.
Kemenangan angkat mengangkat motivasi, moral dan membuat pemain semakin percaya diri mengarungi kompetisi yang panjang.
“Tiga poin perdana di kandang wajib didapatkan. Harga mati ini,” katanya kepada Tribun-Timur.com, Jumat (11/9/2026).
Tanpa membebani PSM Makassar, ia meminta pertandingan kandang musim ini disapu bersih dengan kemenangan.
Alasannya, poin di kandang sangat membantu agar terhindar dari zona degradasi.
Andaikata 17 laga kandang musim ini dimenangi, Rasyid Bakri cs sudah mengoleksi 51 poin.
Jumlah poin tersebut sudah melampaui batas klub degradasi.
Sejak era Liga 1 2017 hingga Super League 2025/2026, klub turun kasta hanya kumpulkan 20-38 poin.
“Kalau PSM Makassar semua pertandingan kandang, sudah bebas degradasi,” ucap pemain yang bawa PSM Makassar juara era Perserikatan ini. (*)