LRT Jabodebek Tetap Beroperasi Normal Pasca-gempa di Kepulauan Seribu
Sanusi September 12, 2026 02:34 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Operasional LRT Jabodebek berjalan normal setelah gempa bumi 5,9 magnitudo yang terjadi di wilayah Kepulauan Seribu DKI Jakarta, Sabtu (12/9/20206) pagi.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika mengatakan, petugas di Operating Control Center (OCC) segera melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan petugas di lapangan setelah menerima informasi gempa.

Pemantauan juga didukung oleh Seismic Detection Alarm System (SDAS) yang memberikan informasi terkait dampak getaran gempa terhadap prasarana.

Baca juga: Perjalanan KRL Commuter Sempat Terhenti Akibat Gempa di Kepulauan Seribu Pada Sabtu Pagi

"Setelah menerima informasi gempa, petugas segera melakukan pemeriksaan terhadap prasarana LRT Jabodebek. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi jalur, persinyalan, stasiun, serta prasarana pendukung lainnya tetap dalam kondisi aman," ujar Radhitya dalam keterangannya, Sabtu.

Radhitya menyatakan, pemeriksaan mulai dilakukan sekitar pukul 04.30 WIB, dan tidak ditemukan kerusakan maupun kondisi yang berdampak terhadap keselamatan dan kelancaran operasional LRT Jabodebek. 

"Petugas memastikan bahwa perjalanan LRT Jabodebek tetap dapat beroperasi normal," ucapnya.

SDAS merupakan salah satu sistem pendukung keselamatan yang digunakan dalam operasional LRT Jabodebek. Sistem tersebut membantu memberikan informasi dampak prasarana terhadap getaran gempa, sehingga dapat menjadi acuan petugas dalam melakukan pemeriksaan dan menentukan tindak lanjut yang diperlukan.

"LRT Jabodebek memastikan setiap informasi terkait gempa ditindaklanjuti melalui pemantauan dan pemeriksaan prasarana. Keselamatan perjalanan dan pengguna menjadi prioritas dalam setiap kondisi," terangnya.

Diketahui, gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,9 mengguncang wilayah Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Sabtu (12/9/2026) pagi.

Berdasarkan informasi awal Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 04.23.56 WIB.

Meski memiliki kekuatan cukup besar, BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Pusat gempa berada di koordinat 5,81 derajat Lintang Selatan (LS) dan 106,56 derajat Bujur Timur (BT). Lokasi tersebut berada sekitar 6 kilometer di arah tenggara Kepulauan Seribu.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.