'Setahun Kan Udah Cukup', Respons Santai Purbaya Usai Dicopot Prabowo dari Jabatannya
Putri Kusuma Rinjani September 15, 2026 03:32 PM

 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Kabar mengejutkan datang dari panggung politik dan ekonomi nasional. 

Presiden Prabowo Subianto resmi melakukan reshuffle kabinet dengan mengganti Purbaya Yudhi Sadewa dari jabatannya sebagai Menteri Keuangan pada Senin (14/9/2026). 

Posisi strategis pengelola keuangan negara tersebut kini resmi diemban oleh Suahasil Nazara, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan.

Di balik keputusan tersebut, terungkap fakta menarik mengenai detik-detik Purbaya mengetahui kabar pencopotan dirinya. 

Purbaya mengaku menerima panggilan telepon langsung dari pihak Istana ketika sedang menghadiri rapat kerja bersama DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. 

Usai menerima sambungan telepon tersebut, Purbaya langsung menyela kegiatannya dan bergegas meninggalkan Gedung DPD RI.

Proses pergantian kepemimpinan ini bergerak cepat. 

Setelah Suahasil dilantik dan mendapat arahan khusus dari Presiden Prabowo untuk menjaga stabilitas serta kesehatan anggaran negara, acara serah terima jabatan (sertijab) pun langsung digelar di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Selasa (15/9/2026).

Baca juga: Unggahan Udah Siap Belum Viral, ke Mana Purbaya usai Dicopot dari Menkeu? Ini Kata Yudo sang Anak

Purbaya Tepis Isu Gesekan dan Legawa Terima Keputusan

Usai menghadiri prosesi sertijab, Purbaya memberikan keterangan kepada media mengenai respons dirinya atas keputusan mengejutkan dari orang nomor satu di Indonesia tersebut. 

Secara tegas, Purbaya menyatakan bahwa ia menerima keputusan pencopotannya dengan lapang dada dan menghormati penuh wewenang kepala negara.

"Ini hak prerogatif presiden, saya ikutin aja. Ada diskusi, tapi masalah lain yang didiskusikan," jelasnya setelah sertijab, dikutip dari YouTube Kompas TV, Selasa (15/9/2026), dalam Tribunnews.com

Purbaya juga menepis spekulasi publik mengenai adanya perselisihan atau konflik internal di lingkungan pemerintahan yang melatarbelakangi pergantian posisi Menkeu ini. 

Menurutnya, masa jabatan satu tahun yang telah ia jalani sudah memberi kesempatan cukup untuk memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional.

"Gesekan sih nggak ada, yang jelas itu hak prerogatif presiden, setahun kan udah cukup. Paling nggak kan lumayan kita sudah naikin pertumbuhan ekonomi dari lima atau di bawah lima, sudah di atas lima, bahkan sempat 5.61 sebelum ada gangguan kan," jelasnya.

Rapor Pertumbuhan Ekonomi di Masa Kepemimpinan Purbaya

Kinerja Purbaya selama menjabat sebagai Menteri Keuangan memang diwarnai oleh deretan angka pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil.

Di bawah kepemimpinannya, laju perekonomian Indonesia berhasil ditahan konsisten berada di atas level 5 persen, bahkan terus didorong untuk mendekati target 6 persen meskipun dihadapkan pada ketidakpastian kondisi global.

Berdasarkan catatan statistik perekonomian nasional, berikut rekam jejak capaian pertumbuhan ekonomi selama periode kepemimpinan Purbaya:

  • Kuartal IV-2025: Perekonomian nasional berhasil tumbuh positif sebesar 5,39 persen.
  • Kuartal I-2026: Melaju pesat hingga menyentuh angka 5,61 persen secara tahunan (year-on-year).
  • Kuartal II-2026: Tetap bertahan solid di level 5,29 persen di tengah berbagai dinamika tantangan ekonomi global.

Kini, tongkat estafet kepemimpinan Kementerian Keuangan telah resmi berpindah ke tangan Suahasil Nazara untuk melanjutkan agenda penyehatan fiskal dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

Baca juga: Resmi Dicopot dari Jabatan Menkeu, Purbaya Unggah Foto Gunakan Batik di TikTok: Udah Siap Belom?

Pengamat: Prabowo Bukan Anggap Purbaya Gagal

Pengamat politik Citra Institute, Efriza, menilai pencopotan Purbaya Menkeu karena adanya kebutuhan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang lebih baik.

Meski demikian, menurut Efriza, bukan berarti Presiden Prabowo Subianto merasa Purbaya gagal selama setahun menjabat sebagai Menkeu.

Hingga saat ini, Efriza mengatakan bahwa Prabowo memang belum menjelaskan alasan pencopotan Purbaya. 

Namun, jika melihat pesan Prabowo kepada Suahasil, jelas bahwa pemerintah menekankan pentingnya menjaga APBN.

"Artinya APBN ini jangan sampai ada gejolak, jangan sampai ada pertentangan antara kepentingan publik dengan hasil dari program prioritas pemerintah. Dan ini memang dikatakan bahwa APBN ini harus berhasil melanjutkan dan mewujudkan program prioritas pemerintah," papar Efriza dalam On Focus Tribunnews, dikutip pada Selasa (15/9/2026).

Menurut Efriza, Menkeu bukan sekadar memiliki posisi dan kewenangan mengelola negara, tetapi juga harus menjamin APBN.

"Bukan sekedar Menkeu ini punya posisi dan kewenangan yang bisa mengelola negara, tapi juga memang ia harus menjamin APBN itu, menjaminnya dalam tiga hal; penerimaan, pertumbuhan, dan tentu yang terakhir adalah bagaimana melihat korelasi tersebut, dua hal itu dengan kenyataan atau implementasinya," jelasnya.

Sehingga, kata Efriza, pencopotan Purbaya itu merupakan upaya Prabowo untuk menjaga keberlanjutan dan memperbaiki pengelolaan APBN.

Jadi, reshuffle ini bukan karena Prabowo menganggap Purbaya gagal dan tidak menghormatinya saat menjadi Menkeu. 

"Jadi saya rasa keberlanjutan itu lah yang ingin dilakukan oleh Pak Prabowo. Bukan artinya Presiden ini menganggap gagal Pak Purbaya, bukan artinya Pak Presiden ini tidak respek terhadap Pak Purbaya, tapi lebih kepada kebutuhan pengelolaan anggaran APBN yang lebih baik," ungkap Efriza.

(*)

Ikuti dan bergabung dalam saluran WhatsApp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.