Laporan Aktivitas Gunung Merapi Selasa 15 September 2026 Siang Ini: Teramati Dua Kali Guguran Lava
Muhammad Fatoni September 15, 2026 04:02 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Aktivitas Gunung Merapi teramati ada 2 kali guguran lava ke arah Barat (Kali Sat/Putih, KaliBebeng) dengan jarak luncur maksimum 1900 meter. 

Hal itu berdasarkan hasil laporan terakhir BPPTKG Yogyakarta sepanjang periode pengamatan hingga siang ini, Selasa (15/9/2026), hingga pukul 12.00 WIB.

Sementara untuk pengamatan kegempaan, tercatat 19 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-23 mm dan lama gempa 28.9-166.53 detik.

Selain itu, tercatat pula 21 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-26 mm, S-P 0.3-0.6 detik dan lama gempa 13.42-46.75 detik.

Serta 3 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 2-4 mm, dan lama gempa 18.5-25.6 detik.

Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.

Untuk pengamatan visual, Gunung api terlihat jelas.

Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 50-100 meter dari puncak.

Cuaca cerah, angin lemah ke arah barat.

Suhu udara sekitar 24.3-26.5°C. Kelembaban 56.6-64 persen. Tekanan udara 875.6-919 mmHg.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Selasa 15 September 2026, Wilayah DIY Berawan Siang Ini

Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat juga agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya, dan mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Selain itu, masyarakat juga diimbau agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.