BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Pengamat Meterologi Geofisika Madya, BMKG Stasiun Klimatologi Kalsel, Muhammad Arif Rahman buka suara terkait kondisi cuaca di Kalimantan Selatan pada umumnya.
Saat dikonfirmasi Banjarmasinpost.co.id, rabu, (02/04/2025), Muhammad Arif Rahman mengatakan bahwa penyebab badai di kawasan pesisir dan banjir di beberapa daerah di Kalsel dipengaruhi beberapa faktor.
"Yang pertama, Fenomena MJO saat ini terpantau berada di fase 6 (Western Pacific) yang diprediksi berlangsung hingga seminggu ke depan, dan secara spasial terprediksi aktif di Laut Jawa, pesisir selatan Kalimantan, Selat Makassar bagian selatan, Laut Flores, sebagian Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Laut Sawu, Laut Timor, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Laut Banda bagian barat, serta dengan OLR yang cenderung bernilai positif," ujarnya.
Yang kedua, kata Arif Rahman terdapat daerah perlambatan angin (konvergensi) di wilayah Kalimantan Selatan khususnya di kawasan pesisir.
Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan dan ketinggian gelombang laut di sekitar wilayah bibit di sepanjang daerah konvergensi tersebut.
"Ketiga, adanya Labilitas Lokal Kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal di wilayah pulan Kalimantan," ujarnya.
Ia mengatakan bahwa saat ini umumnya wilayah Indonesia masih berada pada musim hujan, peralihan ke musim kemarau umumnya terjadi pada periode bulan Mei hingga Juni, sehingga kondisi saat ini diakibatkan oleh dinamika atmosfer.
"Sementara itu, berdasarkan model prediksi cuaca WRF, wilayah yang perlu diwaspadai umumnya wilayah bagian Selatan hingga Timur Kalsel, meliputi Kabupaten Banjar, Banjarbaru, Tanah Laut, Tanah Bumbu dan Kotabaru," bebernya.
Ia mengatakan terkait sampai kapan ancaman cuaca buruk di Kalsel ini terjadi, pihaknya mengakui umumnya intensitas cuaca ekstrem sudah mulai berkurang, namun dengan aktifnya kondisi atmosfer untuk seminggu ke depan masih ada potensi terjadi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai dengan angin kencang dan petir/kilat, khusus untuk daerah pesisir perlu di waspadai adanya gelombang tinggi akibat potensi cuaca ekstrem.
"Proyeksi cuaca di Kalsel selama sepekan ke depan, umumnya cuaca seminggu ke depan perlu diwaspadai adanya potensi peningkatan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencangkencang. Untuk informasi cuaca lebih detail dapat diakses melalui website BMKG, aplikasi mobile infoBMKG dan sosial media @infoBMKG atau @cuacakalsel untuk khusus wilayah kalsel," jelasnya.
Ia pun mengatakan menghadapi potensi cuaca ekstrem ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk Waspada terhadap kemungkinan hujan lebat yang disertai petir, Berhati-hati terhadap jalanan licin yang berpotensi membahayakan keselamatan, Siap siaga menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor, yang dapat terjadi kapan saja.
Kemudian memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG, seperti situs web http://www.bmkg.go.id, media sosial @infobmkg / @cuacakalsel, atau aplikasi infoBMKG dan tetap tenang dan siaga menghadapi perubahan cuaca ekstrem, serta pahami langkah evakuasi jika diperlukan.
(Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus sene).