TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Panti Werdha Yayasan Persaudaraan Kristen Damai (YPKD) Ranomuut, Manado, Sulawesi Utara, Olva Sumual menceritakan proses bantuan yang disalurkan oleh Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Energi, Hashim Djojohadikusumo.
Menurutnya, adik kandung Presiden Prabowo Subianto memberikan bantuan kemanusiaan secara pribadi sebesar Rp250 juta alias tidak menggunakan dana negara.
Awalnya, Olva mengaku dihubungi langsung oleh Staf Hashim yang menanyakan mekanisme penyaluran bantuan pasca Panti Werdha Damai mengalami musibah kebakaran pada Minggu, 28 Desember 2025 yang sangat cepat oleh pak Hashim.
“Saya dihubungi seorang Staf Bapak Hashim. Beliau langsung menanyakan nomor rekening panti untuk mengirimkan bantuan, dan segera kami berikan,” kata Olva kepada wartawan Kamis (1/1/2026).
Dia menambahkan, bantuan yang diberikan Hashim tersebut rencana awalnya untuk membantu biaya pemakaman para lansia yang menjadi korban dalam musibah kebakaran.
Tetapi, kata dia, Pemerintah Kota Manado atas instruksi Wali Kota Andrei Angouw telah menanggung seluruh biaya pemakaman, sehingga peruntukkan dana tersebut dialihkan.
Baca juga: 16 Lansia Tewas di Panti Jompo Manado, Pengamat Sosial: Lansia Dititipkan karena Faktor Ekonomi
Setelah berkoordinasi dengan pihak Hashim, lanjut Olva, disepakati bahwa dana Rp250 juta yang disumbangkan itu akan dialokasikan sepenuhnya untuk membantu pembangunan kembali gedung panti yang habis dilahap si jago merah.
“Kami sudah komunikasikan kepada Staf Bapak Hashim, dan beliau setuju dana tersebut digunakan untuk membantu pembangunan kembali panti dan yang sangat salut prosesnya begitu cepat dan seketika atau disaat saat genting dananya langsung disalurkan ke rekening yayasan saat itu juga atau kira kira beberapa menit kemudiaan ujarnya.
Selain itu, Olva mengungkapkan bantuan juga datang dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus. Penyerahan bantuan senilai Rp250 juta dilakukan secara simbolis oleh Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay.
Kata dia, dana tersebut digunakan untuk mendukung pemulihan Panti Werdha.
Untuk itu, Olva menegaskan seluruh bantuan yang masuk dari para donatur akan dikelola secara transparan melalui rekening resmi Panti Werdha Damai Ranomuut.
Hal ini dilakukan untuk menjaga amanah dari para donatur yang telah peduli terhadap nasib para lansia.
“Terima kasih kepada Pemprov Sulut dan Pemkot Manado, serta yang utama Bapak Hashim atas empati dan bantuan yang diberikan kepada Panti Werdha. Tuhan memberkati semua yang sudah tulus membantu,” kata Olva.
Saat ini, pihak yayasan telah menyewa sebuah rumah sementara sembari menunggu proses pembangunan gedung panti rampung untuk menjadi hunian bagi para lansia.
Sehingga, mereka tetap mendapatkan perawatan dan tempat tinggal yang layak.
Sebelumnya, insiden kebakaran terjadi di Panti Werdha Damai, Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua, Manado, Sulawesi Utara, pada Minggu (28/12/2025).
Sebanyak 16 korban meninggal dunia.
Api diduga muncul dari bagian belakang bangunan dan dengan cepat menyebar ke seluruh area, menyebabkan kepanikan dan kesulitan evakuasi.
Petugas pemadam kebakaran, relawan, dan warga sekitar bekerja sama untuk memadamkan api dan menyelamatkan para lansia.
Dalam hitungan menit, asap tebal dan kobaran api mengepung bangunan, membuat proses evakuasi berlangsung dramatis dan penuh risiko.
Relawan, warga sekitar, hingga petugas pemadam kebakaran bahu-membahu menyelamatkan para lansia yang terjebak.
Sejumlah penghuni yang dalam kondisi lemah dan menggunakan kursi roda harus dibopong keluar.
Mereka dievakuasi melalui pagar samping panti dengan cara saling mengoper tubuh korban agar bisa segera menjauh dari api.
Di tengah kepanikan, petugas Damkar berjuang keras memadamkan api sekaligus membuka akses evakuasi.
Suasana haru dan tangis pecah saat satu per satu penghuni berhasil diselamatkan, meski tak semua dapat tertolong.