SRIPOKU.COM - Setelah HA terduga pelaku pembunuan anak Politisi PKS Cilegon Maman Suherman, Muhammad Axle Herman Miller ditangkap polisi menjadi sorotan publik, tak terkecuali bagi diragukan Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri.
Reza mengurai penyebab ta yakin bahwa HA adalah pembunuh bocah 9 tahun tersebut.
Sebab kata Reza ada sederet kejanggalan di balik penangkapan HA yang mendadak dikaitkan dengan kasus kematian anak Politisi PKS tersebut.
Untuk diketahui awalnya HA ditangkap karena kasus pencurian di rumah mantan anggota DPRD Banten.
Lalu setelah ditangkap, HA kabarnya mengakui kalau dia yang membunuh anak Politisi PKS, Axle di rumahnya di Perumahan BBS 3, Ciwaduk, Cilegon, Banten pada Selasa (16/12/2025) lalu.
Terkait dengan hal tersebut, Reza pun mengungkap keraguannya.
Baca juga: Pekerjaan HA Pembunuh Anak Politisi PKS di Cilegon, Punya Gaji Tetap, Simpan Hasil Curian di Sini
"Apakah pelaku pencurian ini juga merupakan pelaku pembunuhan? terus terang saya masih mempertanyakan hal itu," kata Reza Indragiri dilansir TribunnewsBogor.com dari tayangan Kompas TV, Minggu (4/1/2026).
Alasan pertama Reza ragu bahwa HA adalah pembunuh Axle adalah berdasarkan analisa Reza, pelaku pembunuhan anak Politisi PKS itu merupakan seseorang yang punya dendam.
Hal tersebut dibuktikan dari tidak adanya barang berharga yang hilang di TKP pembunuhan Axle.
Sementara di tubuh anak Politisi PKS tersebut ditemukan puluhan luka tusuk dan lebam lainnya yang menandakan hal sadis telah dilakukan pelaku.
"Karena di lokasi pembunuhan itu pelaku tidak mengambil barang apapun. Perkiraan saya, orang yang masuk ke rumah anggota PKS tersebut melakukan pembunuhan terhadap anak, dilatarbelakangi emosional, marah, dendam, emosional, terlebih ada cedera atau luka yang parah pada tubuh korban," ungkap Reza.
Sementara pada kasus pencurian di rumah mantan anggota DPRD, HA bertindak sebagai perampok yang berniat mengambil barang berharga korban.
Motif itu jauh berbeda pembunuhan yang dialami Axle.
"Namun pada peristiwa kedua, pencurian di rumah mantan anggota DPRD, kata pencurian saja sudah jelas menunjukkan bahwa pelaku memiliki motif instrumental yaitu mendapatkan manfaat tertentu dari aksi kejahatannya," ujar Reza.
Karenanya, Reza masih belum yakin kalau HA yang ditangkap karena hendak mencuri adalah pembunuh Axle.
Terlebih dalam waktu dua pekan buron, kenapa HA tak kapok melakukan aksi kejahatan kembali jika memang dia yang membunuh Axle.
"Saya belum bisa teryakinkan, bagaimana seseorang yang sebelumnya melancarkan aksi kejahatan ekstrem dengan motif emosional, kemudian beralih dalam tempo dua pekan, menjadi pelaku kejahatan instrumental," imbuh Reza Indragiri.
Dari penangkapan HA, Reza curiga polisi menyimpulkan bahwa HA adalah pembunuh Axle karena keterangan HA sendiri.
Untuk itulah Reza meminta agar penyidik terus menggali kasus tersebut agar terang benderang, bukan cuma karena pengakuan sepihak HA saja.
"Perkiraan saya, pernyataan bahwa pelaku pencurian itu juga merupakan pelaku pembunuhan tampaknya berasal dari keterangan yang disampaikan pelaku pencurian. Bayangkan ada interogasi singkat yang dilakukan sekian banyak personel polisi, dan si pelaku dalam keadaan syok atau mungkin terguncang," ungkap Reza.
"Proses penegakkan hukum harus mengandalkan pada pembuktian, diperlukan dua alat bukti, pada aspek itulah menurut saya itu belum terpenuhi," sambungnya.
Kata Kepolisian
Terkait dengan keraguan Reza Indragiri terkait penangkapan terduga pelaku pembunuhan anak Politisi PKS, penyidik sejatinya telah mengurai fakta perihal hal tersebut.
Termasuk soal pengakuan pelaku saat ditangkap.
Untuk diketahui, pelaku berinisial HA itu ditangkap secara tak sengaja pada Jumat (2/1/2026).
Mulanya pada Jumat siang, HA kepergok hendak mencuri di rumah mewah seorang politisi mantan anggota DPRD Banten.
Usai ditangkap dan hendak dibawa ke kantor polisi, HA tiba-tiba mengurai pengakuan mengejutkan ke penyidik.
HA mengaku kalau dialah yang membunuh anak politisi PKS Maman Suherman.
"Ketika anggota kami melakukan penangkapan, setelah 45 menit diamankan di TKP, datang dari Resmob Polda dan Polres. Dalam pengembangan dan interogasi, pelaku mengakui bahwa dia juga yang melakukan pembunuhan terhadap anak politisi PKS," ujar Kapolsek Cilegon Kompol Firman Hamid.
Bukan cuma mengaku, HA katanya juga menceritakan kronologi dirinya menghabisi nyawa Axle.
HA pun mengungkap barang bukti yang ia pakai untuk masuk ke rumah korban pada 16 Desember 2025 lalu.
Diduga HA awalnya berniat melakukan aksi pencurian di rumah politisi Maman Suherman.
Namun entah kenapa perampokan tersebut justru berubah menjadi aksi pembunuhan.
"Sudah ada beberapa barang bukti yang kami amankan, setelah dicek memang ada bersesuaian, terutama kepada kunci pas yang dibentuk sebagai obeng, untuk mencongkel jendela, masuknya lewat jendela belakang rumah politisi PKS," imbuh Kompol Firman Hamid.