Modul Ajar RPP 1 Lembar Biologi Kelas 10 SMA Materi Pemanasan Global/Global Warming
January 05, 2026 03:45 PM

SRIPOKU.COM - Dunia pendidikan di tahun 2026 tidak lagi memperdebatkan "berapa jumlah halaman" sebuah perangkat pembelajaran. 

Fokusnya telah bergeser: Seberapa efektif perangkat tersebut mengakomodasi keberagaman siswa di kelas? 

Munculnya konsep RPP 1 Lembar Terintegrasi kini membawa tantangan baru bagi guru.

Baca juga: Modul Ajar/RPP 1 Lembar Biologi Kelas 10 SMA Materi Perubahan Lingkungan dan Pencemaran

Meskipun ringkas, modul ini tidak boleh lagi menggunakan pendekatan one-size-fits-all. 

Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi kini menjadi jantung yang harus berdenyut di dalam selembar kertas tersebut.

Mengapa RPP 1 Lembar Saja Tidak Cukup?

Baca juga: Modul P5 Biologi Kelas 10 SMA Tema Gaya Hidup Berkelanjutan, Zero Waste School

Banyak guru terjebak pada format. Mereka berhasil memadatkan materi ke dalam satu lembar, namun isinya masih bersifat seragam. 

Padahal, di kelas Kurikulum Merdeka, kita menghadapi siswa dengan profil belajar yang kontras, ada yang auditori, visual, hingga kinestetik.

RPP 1 lembar yang terintegrasi di tahun 2026 harus mampu menjawab tiga pertanyaan kunci dalam satu tampilan:

1. Diferensiasi Konten: Apa yang dipelajari? (Apakah ada bahan bacaan yang berbeda tingkat kesulitannya?)

2. Diferensiasi Proses: Bagaimana cara belajarnya? (Apakah ada pilihan kerja kelompok, eksperimen, atau observasi mandiri?)

3. Diferensiasi Produk: Apa hasilnya? (Apakah siswa boleh memilih antara membuat laporan tulis, video, atau infografis?)

Baca juga: Soal Asesmen Diagnostik Kognitif Bahasa Inggris Kelas 4 SD, Satuan Aktivitas dan Waktu Sehari-hari

RPP 1 LEMBAR: PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

Mata Pelajaran: Biologi

Fase / Kelas: E / 10

Materi: Pemanasan Global (Global Warming)

Alokasi Waktu: 2 x 45 Menit

I. Tujuan Pembelajaran

Melalui diskusi kelompok dan riset mandiri, siswa dapat menganalisis mekanisme efek rumah kaca, mengidentifikasi gas-gas rumah kaca, serta mengevaluasi dampak pemanasan global bagi ekosistem secara kritis dan kreatif.

II. Langkah-Langkah Pembelajaran

A. Pendahuluan (15 Menit)

  • Provokasi Visual: Guru menunjukkan berita singkat tentang mencairnya es di kutub atau banjir rob di wilayah pesisir Indonesia.
  • Kesiapan Belajar (Asesmen Diagnostik): Guru bertanya, "Apa perbedaan antara Efek Rumah Kaca, Pemanasan Global, dan Perubahan Iklim?" (Siswa yang sudah paham diarahkan menjadi tutor sebaya/kelompok mahir).

B. Kegiatan Inti (60 Menit) Guru menerapkan Diferensiasi Proses dan Konten untuk mengakomodasi keberagaman siswa:

1. Eksplorasi Mandiri (Pilihan Media):

  • Kelompok A (Visual/Teks): Membaca artikel ilmiah populer atau infografis tentang mekanisme gas CO2 dan CH4 memerangkap panas.
  • Kelompok B (Auditori/Digital): Menonton video simulasi atmosfer bumi dari kanal YouTube edukasi resmi.
  • Kelompok C (Kinestetik): Melakukan simulasi sederhana menggunakan dua botol plastik (satu tertutup, satu terbuka) yang dijemur di bawah matahari untuk memahami konsep suhu yang terperangkap.

2. Ruang Kolaborasi (Diferensiasi Tugas):

  • Tugas 1 (Analisis): Menganalisis data statistik kenaikan suhu global dalam 10 tahun terakhir.
  • Tugas 2 (Solusi): Merancang kampanye hemat energi atau pengurangan jejak karbon (carbon footprint) di lingkungan sekolah.

C. Penutup (15 Menit)

  • Refleksi: Siswa menyimpulkan "Apa yang terjadi jika suhu bumi naik 2 derajat lagi?" melalui aplikasi Jamboard atau lisan.
  • Diferensiasi Produk (Asesmen Sumatif): Siswa menyajikan solusi pengurangan pemanasan global melalui produk pilihannya: Infografis, Video Pendek, Podcast, atau Esai Opini.

III. Asesmen (Penilaian)

  • Diagnostik: Tanya jawab lisan di awal pembelajaran.
  • Formatif: Observasi jalannya diskusi kelompok dan ketepatan analisis dalam LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik).
  • Sumatif: Penilaian produk akhir menggunakan rubrik yang menilai kedalaman materi dan orisinalitas ide.

Mengapa RPP ini Efektif?

- Fokus pada Masalah: Menggunakan fenomena nyata (Banjir rob/Es mencair) untuk memicu critical thinking.

- Fleksibel: Memberikan pilihan cara belajar (Visual/Video/Simulasi) sehingga siswa tidak merasa dipaksa menggunakan satu metode.

- Hasil Beragam: Menghargai bakat siswa, baik yang jago desain (Poster), jago bicara (Video/Podcast), maupun jago menulis (Esai).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.