Harga Token Listrik 12-18 Januari 2026, Beli Rp50 Ribu dan Rp100 Ribu Dapat kWh Segini 
January 12, 2026 03:38 PM

 

BANGKAPOS.COM – Token listrik merupakan kebutuhan penting bagi pelanggan prabayar, terutama skala rumahan.

Perubahan tarif listrik menjadi hal penting apalagi di saat mengalami penurunan harga yang signifikan.

Token listrik juga satu hal yang harus dipersiapkan untuk melangsungkan kebutuhan akan cahaya listrik.

Pemerintah pun senantiasa memberlakukan jaringan listrik agar menyala setiap hari.

Baca juga: Dapat Imbalan Lahan di Belakang GOR Toboali, Peran Dua ASN Bangka Selatan di Kasus Mafia Tanah

Untuk itu, pemerintah telah menetapkan tarif listrik untuk pelanggan PLN yang berlaku pada 12-18 Januari 2026. 

Pelanggan prabayar memiliki besaran tarif listrik yang sama dengan pelanggan pascabayar. 

Pelanggan prabayar perlu membeli token listrik yang kemudian dimasukkan ke meteran untuk mendapatkan daya listrik. 

Benarkah Tarif Listrik Berubah di Juni 2024? Berikut Rincian Tarif Listrik Terbaru Juni 2024
Rincian lengkap tarif listrik atau harga token listrik PLN yang berlaku pada 12-18 Januari 2026. (Tribunnews)

Sementara pelanggan pascabayar cukup membayar tagihan listrik setelah pemakaian dalam periode tertentu. 

Lalu berapa harga tarif listrik 12-18 Januari 2026 tersebut?

Rincian Tarif Listrik Januari 2026 

Berikut adalah rincian lengkap tarif listrik atau harga token listrik PLN yang berlaku pada 12-18 Januari 2026: 

Tarif listrik pelanggan rumah tangga: 

  • Golongan R-1/TR kecil daya 900 VA-RTM: Rp 1.352 per kWh
  • Golongan R-1/TR kecil daya 1.300 VA: Rp 1.444,70 per kWh
  • Golongan R-1/TR kecil daya 2.200 VA: Rp 1.444,70 per kWh
  • Golongan R-2/TR menengah daya 3.500-5.500 VA: Rp 1.699,53 per kWh
  • Golongan R-3/TR,TM besar daya di atas 6.600 VA: Rp 1.699,53 per kWh

Tarif listrik pelanggan bisnis: 

  • Golongan B-2/TR kecil daya 6.600 VA-200 kVA: Rp 1.444,70 per kWh
  •  Golongan B-3/TM,TT menengah daya di atas 200 kVA: Rp 1.114,74 per kWh

Tarif listrik pelanggan industri: 

  • Golongan I-3/TM daya di atas 200 kVA: Rp 1.114,74 per kWh
  • Golongan I-4/TT daya di atas 30.000 kVA: Rp 996,74 per kWh
  • Baca juga: Posisi Duduk Bos TV Muliandy Nasution Tewas Kecelakaan di Bangka Barat, Sopir Serena Luka Parah

Tarif listrik keperluan fasilitas pemerintah dan penerangan jalanan umum:

  • Golongan P-1/TR daya 6.600 VA-200 kVA: Rp 1.699,53 per kWh
  • Golongan P-2/TM tegangan menengah daya di atas 200 kVA: Rp 1.522,88 per kWh
  • Golongan P-3/TR untuk penerangan jalan umum: Rp 1.699,53 per kWh
  •  Golongan L/TR, TM, TT daya pada berbagai tegangan: Rp 1.644,52 per kWh

Tarif listrik keperluan pelayanan sosial: 

  • Golongan S-1/TR daya 450 VA: Rp 325 per kWh
  •  Golongan S-1/TR daya 900 VA: Rp 455 per kWh
  • Golongan S-1/TR daya 1.300 VA: Rp 708 per kWh
  • Golongan S-1/TR daya 2.200 VA: Rp 760 per kWh
  • Golongan S-1/TR daya 3.500 VA-200 kVA: Rp 900 per kWh
  • Golongan S-2/TM daya lebih dari 200 kVA: Rp 925 per kWh

Tarif listrik subsidi pelanggan rumah tangga: 

  • Golongan R-1/TR daya 450 VA: Rp 415 per kWh
  • Golongan R-1/TR daya 900 VA: Rp 605 per kWh

Token Listrik Rp50 ribu atau Rp100 ribu Dapat kWh Segini

Pelanggan PLN prabayar bisa membeli token listrik dengan nominal beragam hingga Rp 1 juta, sesuai keperluan atau kebutuhan.

Kode token listrik yang telah didapatkan, kemudian dimasukkan ke meteran untuk mendapatkan daya listrik.

Setelah token listrik dimasukkan, akan tertera besaran kWh di meteran yang diperoleh.

Nominal token listrik yang dibeli juga akan dipotong Pajak Penerangan Jalan (PPJ) daerah sesuai kebijakan pemerintah setempat.

Misalnya, PPJ Jakarta berikut ini: 

  • Sampai 2.200 VA: 2,4 persen
  • 3.500-5.500 VA: 3 persen
  • 6.600 VA ke atas: 4 persen

Adapun rumus penghitungan besaran kWh yang diperoleh sebagai berikut:

(Nominal token - PPJ daerah) : tarif dasar listrik = kWh yang didapatkan.

Misalnya, golongan rumah tangga non-subsidi 900 VA di Jakarta membeli token listrik sebesar Rp 50.000 atau Rp 100.000, ini kWh yang diperoleh:

Listrik yang didapat jika beli token Rp 50 ribu

(Rp 50.000 - 2,4 persen) : Rp 1.352 = kWh yang didapatkan

(Rp 50.000 - Rp 1.200) : Rp 1.352 = kWh yang didapatkan

Rp 48.800 : Rp 1.352 = kWh yang didapatkan

Rp 48.800 : Rp 1.352 = 36,09 kWh (dibulatkan)

Listrik yang diperoleh jika beli token Rp 100 ribu

  • (Rp 100.000 - 2,4 persen) : Rp 1.352 = kWh yang didapatkan
  • (Rp 100.000 - Rp 2.400) : Rp 1.352 = kWh yang didapatkan
  • Rp 97.600 : Rp 1.352 = kWh yang didapatkan
  • Rp 97.600 : Rp 1.352 = 72,19 kWh (dibulatkan)

(Kompas.com/Aditya Priyatna Darmawan/Irawan Sapto Adhi/Bangkapos.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.