Eggi Sudjana Temui Jokowi Bukan untuk Minta Maaf Masalah Ijazah, Singgung Analogi Musa vs Firaun
January 14, 2026 09:13 PM

Terungkap alasan utama Eggi Sudjana menemui Presiden RI ke-7 Joko Widodo di Solo.

Selama ini Eggy Sudjana dituding menyampaikan permintaan maaf terhadap Jokowi soal polemik dugaan ijazah palsu.

Ternyata kabar itu tidaklah benar, bukan itu tujuan utama Eggy Sudjana rela menemui Jokowi di Solo.

Kini secara blak-blakan Refly Harun mengungkap isi pesan WhatsApp (WA) yang dikirim Eggi pada Selasa (13/1/2026) pukul 22.06.

Pesan tersebut mengungkap motif di balik kunjungan Eggi ke kediaman Jokowi.

Menurut Refly, Eggi justru menekankan bahwa langkah tersebut dilandasi pertimbangan ideologis dan religius.

"Demi Allah, Subhanallāh wa ta‘ala, saya BES (Bang Eggi Sudjana-Red) ke rumah Pak Joko Widodo atas imbauan banyak pihak dan segala kepentingan mereka. Itu semua saya tolak mulai dari 4 bulan lalu," kata Refly dalam acara Rakyat Bersuara yang tayang di iNews TV, Selasa malam.

Refly menjelaskan bahwa Eggi baru bersedia datang ke rumah Jokowi setelah empat bulan sebelumnya menolak berbagai permintaan dan dorongan dari banyak pihak.

Analogi Musa dan Firaun Jadi Dasar Ideologis

Dalam pesan tersebut, Eggi bahkan mengaitkan keputusannya dengan perenungan mendalam terhadap Al-Qur’an Surah Taha ayat 41–46.

Ayat tersebut berisi perintah Allah kepada Nabi Musa dan Nabi Harun untuk mendatangi Firaun dengan cara yang lembut, meskipun penuh rasa takut.

"Kemudian saya membaca Al-Qur’an Surah Taha ayat 41 sampai ayat 46, Intinya Allah perintah kepada nabi Musa dan nabi Harun untuk datangi Firaun, ingatkan dia, muda-muda dia sadar.

Tapi kalian berdua berkatalah kepada Firaun dengan lemah lembut. Lalu Musa khawatir, takut, namun Allah menjaminnya, jangan takut," kata Refli membacakan pesan WA Eggi.

Melalui analogi tersebut, Eggi menegaskan bahwa kunjungannya adalah bentuk tanggung jawab ideologis, bukan sikap tunduk atau kompromi politik.

“Itulah alasan ideologis saya mau berkunjung ke JKW. Bagi yang tidak percaya, no problem,” tulis Eggi dalam pesan tersebut.

Eggi juga menutup pesannya dengan menegaskan bahwa dirinya tidak sedang sakit, seolah menjawab berbagai spekulasi yang beredar di publik.

Razman Nasution Angkat Suara: Ada Kontradiksi

Namun, penjelasan Eggi tersebut justru memantik respons kritis dari Razman Arif Nasution, yang juga hadir sebagai narasumber dalam acara yang sama.

Razman mengaku kebingungan dengan analogi yang digunakan Eggi, terlebih karena keduanya telah menjalin hubungan profesional selama empat tahun.

Pengacara itu menilai ada kontradiksi antara tujuan silaturahmi dengan perumpamaan yang dipilih Eggi.

“Datang bersilaturahmi, tapi yang ditemui dianalogikan seperti Firaun dalam Surah Taha. Itu yang membuat saya bingung,” ujar Razman.

Razman juga menegaskan bahwa dirinya tidak sepenuhnya yakin pertemuan tersebut murni dilandasi pertimbangan ideologis seperti yang disampaikan Eggi melalui pesan WA.

Peringatan Agar Polemik Tak Berkepanjangan

Lebih jauh, Razman mengingatkan Eggi agar tidak terus memperpanjang polemik yang justru berpotensi menyeretnya ke persoalan hukum baru.

Ia menilai situasi saat ini membutuhkan kehati-hatian dan kebijaksanaan, bukan narasi yang memancing kontroversi lanjutan.

Dalam pernyataannya, Razman bahkan menyampaikan pesan personal yang bernada emosional.

Ia meminta Eggi untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan serta tidak merasa sendirian di tengah tekanan publik yang semakin besar.

“Saya tidak rela abang harus masuk persidangan. Saya tahu hati abang tidak seperti itu,” ucap Razman.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.