SRIPOKU.COM - Sriwijaya FC akhirnya bernapas setelah krisis pemain yang sempat menghantui keberlangsungan tim. Sebanyak 13 pemain anyar resmi didaftarkan pada bursa transfer window untuk mengarungi sisa putaran kedua dan ketiga Pegadaian Championship 2025/26. Namun harapan itu belum menjelma menjadi hasil.
Wajah-wajah baru langsung terlihat saat official training dan laga ke-16 kontra FC Bekasi City di Stadion Patriot Candrabhaga, Jumat (16/1/2026). Sayangnya, kehadiran pemain anyar belum mampu menyelamatkan Elang Andalas dari performa mengecewakan.
Pelatih kepala Sriwijaya FC Budi Sudarsono tak bisa menyembunyikan kekecewaannya.
“Pemain baru tidak bisa mengangkat tim,” ujar Budigol, singkat namun sarat makna.
13 Pemain Baru, Harapan yang Belum Menyala
Dari total 13 pemain yang didaftarkan, empat di antaranya merupakan pemain lokal yang sejatinya sudah aktif berlatih sejak pemusatan latihan awal musim di PSF Bogor. Mereka adalah:
Dwi Setiawan
Roby Andika
Muhammad Arsy Pratama
Asep Suherman
Selain empat putra daerah tersebut, Sriwijaya FC juga menambah amunisi dari PSB Bogor dan klub lain, termasuk nama-nama berpengalaman seperti Derry Herlangga, Indra Mustafa, Sandi Pratama, hingga eks Persita Redi Rusmawan.
Secara keseluruhan, pemain yang didaftarkan yakni:
Dwi Setiawan, Roby Andika, Muhammad Arsy Pratama, Asep Suherman, Derry Herlangga, Willyando, Keyza Lauda S, Indra Mustafa, Rezki Ikhwan, Riko Bahtiar, Ramadan Adi S, Redi Rusmawan, dan Sandi Pratama.
Namun dalam laga kontra Bekasi City, hanya 6–8 pemain yang siap dimainkan, membuat komposisi tim tetap pincang.
Pelatih Punya Rencana, Manajemen Punya Keterbatasan
Budi Sudarsono mengaku sudah memiliki rancangan matang sebelum bursa transfer dibuka, termasuk TC satu bulan penuh dan daftar pemain incarannya. Namun realitas berkata lain.
Keterbatasan sponsor dan belum masuknya investor membuat manajemen harus bertahan dengan biaya minimal, demi satu tujuan: Sriwijaya FC tetap menyelesaikan kompetisi tanpa WO.
“Pemain baru pilihan manajemen. Pilihannya manajer baru, Pak Eko,” ujar Budi, memberi sinyal adanya perbedaan visi.
Manajer tim Eko Saputro sendiri menegaskan bahwa krisis pemain telah diatasi. Ia memastikan pemain-pemain yang selama ini berlatih kini sudah resmi terdaftar.
“Yang dari Palembang empat nama itu sudah kita daftarkan. Mereka ikut dari awal, cuma memang tidak jadi didaftarkan sebelumnya. Saya juga tidak tahu kenapa,” kata Eko.
Baca juga: Derby Sumsel Panas Kembali, Singa Mania Tolak Laga Tanpa Penonton
Ujian Mental dan Harga Diri
Laga kontra FC Bekasi City bukan sekadar pertandingan biasa. Ini adalah ujian mental, sekaligus panggung pembuktian bagi pemain lokal dan wajah-wajah baru yang kini memikul beban sejarah besar.
Sriwijaya FC bukan klub sembarangan. Elang Andalas pernah menjadi raksasa sepak bola nasional, penguasa kompetisi dengan lemari trofi penuh prestasi. Kini, di tengah krisis finansial dan keterbatasan skuad, secercah harapan justru lahir dari putra-putra daerah.