SRIPOKU. COM, LAHAT - Kehadiran Varietas bawang merah di Kabupaten Lahat, menjadi harapan baru bagi petani di Lahat. Pasalnya, ini bisa menjadi potensi baru dalam bertani dan meningkatkan perekonomian.
Kasri (51) salah satu petani di Kota Agung, Kabupaten Lahat mengungkapkan sudah mendengar adanya varietas bawang merah yang saat ini tengah dikembangkan.
Namun demikian, petani sendiri masih menunggu untuk bibit hasil pengembangan dari Pemkab Lahat.
"Ya tertarik untuk menanam, mengembangkan dan menjadikan salah satu andalan dari sektor pertanian. Namun sejauh ini kita belum mengetahui secara detail seperti apa pola penanaman dan perawatannya. Jika nanti sudah dikembangkan oleh Pemkab Lahat akan kita coba terlebih informasi yang kita dapat potensinya untuk meningkatkan perekonomian cukup baik, "sampainya, Senin (19/1/2026).
Terpisah Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura, Dinas Tanaman Pangan, Holtikultula dan Peternakan, Alfatah Dwi Putra mengatakan, komoditas bawang merah dinilai miliki prospek ekonomi yang sangat menjanjikan di Kabupaten Lahat.
Dikarenakan, posisinya sebagai komoditas hortikultura utama, karena permintaannya yang tinggi. Tentunya, potensi keuntungan budidaya, juga cukup besar.
"Bawang merah adalah kebutuhan pokok yang tidak tergantikan dalam konsumsi rumah tangga, industri makanan dan UMKM. Permintaan pasarnya, stabil dan tinggi. Tentu menjamin perputaran pasar yang cepat," kata Alfatah Dwi Putra.
Namun Al Fatah mengakui, meskipun menjanjikan, prospek ini juga diiringi tantangan risiko kegagalan panen akibat serangan hama, penyakit dan iklim. Karena itu, pihaknya tengah mengembangkan bibit unggul lokal, yang dipastikan sudah tahan terhadap cuaca dan serangan penyakit akibat iklim.
"Sama seperti bawang merah jenis Brebes dan Padang, bedanya benih unggul kita ini dipastikan tahan terhadap sejumlah penyakit. Karena sudah beradaptasi dengan kondisi alam kita," ucapnya.
Diketahui, saat ini lahan pertanian bawang di Kabupaten Lahat mencapai 27 hektar. Tersebar di Kecamatan Kota Agung, Tanjung Tebat dan Jarai.
Saat ini, Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura, tengah mempersiapkan sertifikat benih bawang merah lokal. Dengan penanaman benih di lahan seluas 2 hektar.
"Setelah sertifikat benih dikeluarkan, baru kita bisa mendistribusikan benih ini kepada petani kita. Dengan adanya benih bawang lokal ini, petani kita jelas sudah tidak kesulitan lagi," sampainya.
Baca juga: Kabar Gadis Prabumulih yang Dinikahi Bule Australia: Urus Ganti Nama Usai Terima Mahar Rp1,2 Miliar