Waspada! Bukan Kolesterol, Ternyata Penderita Diabetes 4 Kali Lebih Berisiko Kena Serangan Jantung
January 19, 2026 10:54 PM

TRIBUNJATENG.COM - Jantung adalah mesin utama tubuh yang bekerja tanpa henti.

Namun, sering kali kita baru menyadari betapa berharganya organ ini ketika fungsinya mulai terganggu.

Penyebab serangan jantung tidak datang tiba-tiba tanpa alasan; ia biasanya merupakan hasil dari proses panjang kerusakan pembuluh darah.

Baca juga: Truk Zig-zag Sambar 2 Pesepeda hingga Tewas, Diduga Sopir Kena Serangan Jantung

Apa Penyebab Serangan Jantung?

Penyebab paling umum dari penyakit jantung adalah Aterosklerosis, yaitu penumpukan plak (lemak, kolesterol, dan kalsium) pada dinding pembuluh darah koroner.

Seiring berjalannya waktu, plak ini mengeras dan menyempitkan aliran darah ke otot jantung.

Jika plak tersebut pecah, akan terbentuk gumpalan darah yang dapat menyumbat total aliran oksigen.

Inilah yang kita kenal sebagai serangan jantung.

Penyakit Apa Saja yang Berisiko Memicu Serangan Jantung?

Ada beberapa kondisi medis kronis yang secara signifikan meningkatkan risiko seseorang terkena serangan jantung:

Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi): Tekanan darah yang terlalu kuat secara terus-menerus dapat merusak elastisitas pembuluh darah.

Kolesterol Tinggi (Dislipidemia): Terutama kadar LDL (kolesterol jahat) yang tinggi, yang menjadi bahan baku utama pembentukan plak.

Obesitas: Berat badan berlebih memaksa jantung bekerja lebih keras dan memicu peradangan dalam tubuh.

Sleep Apnea: Gangguan tidur yang menyebabkan napas berhenti sesaat, yang dapat meningkatkan tekanan darah dan membebani sistem kardiovaskular.

Apakah Gula (Diabetes) Termasuk Risiko?

Ya, sangat berisiko. Gula darah tinggi yang tidak terkontrol pada penderita Diabetes Melitus adalah salah satu "musuh utama" jantung.

Kadar gula darah yang tinggi secara konsisten dapat merusak dinding pembuluh darah dan saraf yang mengontrol jantung.

Penderita diabetes memiliki kemungkinan 2 hingga 4 kali lebih tinggi untuk mengalami penyakit jantung dibandingkan orang tanpa diabetes. 

Seringkali, diabetes datang bersamaan dengan kolesterol tinggi dan hipertensi, yang menciptakan kombinasi mematikan bagi kesehatan jantung.

Tips Hidup Sehat Agar Terhindar dari Serangan Jantung

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Berikut adalah langkah praktis untuk melindungi jantung Anda:

Pola Makan CERDIK: Kurangi konsumsi garam (pemicu hipertensi) dan gula tambahan. Fokuslah pada makanan tinggi serat seperti sayuran, buah-buahan, dan gandum utuh yang membantu mengikat lemak jahat.

Aktif Bergerak: Lakukan olahraga aerobik (jalan cepat, berenang, atau bersepeda) setidaknya 150 menit per minggu. Olahraga membantu memperkuat otot jantung dan menjaga berat badan ideal.

Berhenti Merokok: Bahan kimia dalam rokok menyebabkan darah mengental dan merusak lapisan pembuluh darah secara langsung.

Kelola Stres: Stres kronis melepaskan hormon kortisol yang dapat meningkatkan tekanan darah. Temukan hobi, meditasi, atau waktu istirahat yang cukup.

Cek Kesehatan Rutin: Periksalah tekanan darah, kadar gula darah, dan profil kolesterol secara berkala, minimal 6 bulan sekali bagi yang memiliki riwayat keluarga.

Baca juga: Serangan Jantung saat Mengemudi, Kapolsek Arjasa Meninggal Setelah Mobil Dinas Tabrak Pohon

Catatan Penting: Jika Anda merasakan nyeri dada seperti ditekan benda berat, sesak napas, atau nyeri yang menjalar ke lengan kiri dan rahang, segera hubungi layanan medis darurat.

Kecepatan penanganan adalah kunci keselamatan nyawa. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.