TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Kodim 0710 Pekalongan mendirikan dapur umum, untuk membantu memenuhi kebutuhan konsumsi warga yang terdampak banjir di sejumlah wilayah Kota dan Kabupaten Pekalongan.
Langkah tersebut dilakukan, zebagai bagian dari respons cepat TNI dalam penanganan bencana akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah setempat sejak dini hari.
Baca juga: Kondisi Terkini Jalan di Pekalongan yang Tertimbun Longsor, Sudah Mulai Bisa Dilalui
Pendirian dapur umum dilakukan seiring dengan upaya evakuasi warga yang rumahnya terendam banjir. Kodim 0710/Pekalongan bersinergi dengan Polres, BPBD, serta instansi terkait guna memastikan keselamatan warga dan kelancaran distribusi bantuan logistik.
Komandan Kodim 0710 Pekalongan, Letkol Arm Ihalauw Garry Herlambang, mengatakan, bahwa sejak dini hari unsur kewilayahan telah bergerak bersama untuk meminimalkan dampak bencana.
"Sejak dini hari tadi malam, tim dari Kodim, Polres, unsur kecamatan, dan BPBD telah bersinergi."
"Selain evakuasi warga ke tempat yang lebih aman, kami juga menyiapkan dapur umum untuk membantu memenuhi kebutuhan konsumsi para pengungsi," ujar Letkol Garry, Senin (19/1/2026).
Dapur umum yang didirikan Kodim 0710/Pekalongan beroperasi dua kali sehari, yakni pada siang dan malam hari.
"Setiap waktu makan disiapkan sekitar 200 porsi, sehingga total sebanyak 400 bungkus makanan dibagikan kepada warga terdampak banjir setiap harinya," ucapnya.
Selain penyediaan makanan, Kodim 0710/Pekalongan juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah melalui Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pekerjaan Umum.
Koordinasi tersebut mencakup pemenuhan logistik, layanan kesehatan bagi pengungsi, serta kesiapan infrastruktur di wilayah terdampak.
"Wilayah yang terdampak banjir di Kabupaten Pekalongan meliputi Kecamatan Tirto, Kecamatan Sragi, Kecamatan Siwalan, dan Kecamatan Wonokerto. Sementara itu, evakuasi warga dilakukan ke sejumlah titik aman, salah satunya Aula Kantor Kecamatan Pekalongan Barat," ucapnya.
Hingga saat ini, petugas gabungan masih melakukan pendataan terkait jumlah desa terdampak, rumah yang terendam, serta ketinggian air di masing-masing lokasi.
Baca juga: Hanya Diminta Data Tanpa Kepastian, Korban Banjir Pekalongan Kecewa Lambannya Evakuasi BPBD
Seluruh personel TNI di wilayah Pekalongan juga telah disiagakan untuk memberikan respons cepat terhadap laporan masyarakat.
"Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi peningkatan debit air, mengingat prakiraan cuaca masih menunjukkan kemungkinan hujan."
"Warga diminta segera melaporkan, kepada petugas terdekat apabila terjadi kondisi darurat di lingkungan masing-masing," ucapnya. (Dro)