TRIBUNWOW.COM - Jelang bulan Puasa Ramadhan, simak hukum membaca Al-Quran tapi tak menutup aurat.
Saat bulan Ramadhan, umat Muslim berlomba-lomba melakukan berbagai ibadah lantaran pahalanya dilipat gandakan oleh Allah SWT.
Satu di antara ibadah yang kerap dilakukan adalah tadarus, atau membaca Al-Quran, baik sendirian maupun bersama-sama di masjid, mushola, dan tempat lainnya.
Namun, apakah boleh seorang Muslim membaca Al-Quran tapi tak menutup aurat? Simak penjelasannya berikut ini.
Al-Quran diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad dengan tujuan sebagai penuntun umat Muslim dalam kehidupan sehari-harinya.
Maka dari itu, hendaknya seorang Muslim membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Quran dalam segala urusannya.
Adapun Allah dalam firman-Nya dalam surat Al-Isra ayat 82 menyebut bahwa Al-Quran dapat menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang beriman.
Namun, tentu ada perbedaan ketika seseorang membaca Al-Quran dengan membaca bacaan yang diciptakan manusia.
Satu di antara pertanyaan yang sering muncul yakni, bolehkah seseorang membaca Al-Quran tanpa menutup auratnya?
Dikutip dari obschool, ada perbedaan pendapat mengenai hal tersebut berdasarkan empat madzhab besar.
1. Hanafi
Ulama yang menganut madzhab ini umumnya membolehkan seseorang tidak menutup aurat ketika membaca Al-Quran.
Namun, dengan catatan bahwa seseorang tersebut berada di tempat tertutup yang di dalamnya tidak orang yang bukan mahramnya.
2. Maliki
Ulama Maliki cenderung menekankan kesopanan dan kekhusyukan saat membaca Al-Quran, maka mereka menekankan untuk lebih menutup aurat.
Meskipun hal tersebut bukan merupakan kewajiban yang ketat.
3. Syafi'i
Madzhab Syafi'i juga memandang bahwa ada yang dianjurkan ialah menutup aurat ketika sedang membaca Al-Quran.
Kendati tidak menutup pun juga bukan suatu keharaman.
4. Hanbali
Sama dengan beberapa madzhab sebelumnya, ulama Hanbali juga memandang menutup aurat ketika membaca Al-Quran merupakan bagian dari adab, bukan sebuah keharusan.
Baca juga: Kumpulan Doa-doa Taubat Pendek Diserta Tata Cara Sholat Taubat Lengkap, Muslim Wajib Cek
Al-Quran pada dasarnya bukan sekadar buku biasa, ia merupakan kitab petunjuk yang diberikan Allah kepada umat-Nya.
Oleh karena itu, dilansir oleh wafaindonesia, ada sejumlah adab dalam membaca Al-Quran yang sebaiknya diterapkan, meski bukan sebuah kewajiban.
1. Suci dan bersih
Orang yang boleh memegang Al-Quran adalah orang-orang yang sudah bersuci dan terbebas dari hadas kecil maupun besar.
Namun, jika yang dibaca merupakan Al-Quran digital, maka hukumnya sah-sah saja, hal ini berlaku jika seseorang membaca dari mushaf atau bentuk fisik Al-Quran.
2. Tempat yang bersih
Sejatinya Islam selalu mengajarkan kebersihan kepada umat-Nya, maka hendaknya seseorang mencari tempat yang bersih pula ketika ingin membaca Al-Quran.
3. Membaca dengan tartil
Membaca dengan tartil artinya membaca secara perlahan, jelas, teratur, dan benar sesuai kaidah tajwid.
Seseorang hendaknya tidak membaca dengan terburu-buru, sehingga tidak memperhatikan tajwid yang ada.
4. Diperbolehkan membaca dalam keadaan berdiri, berjalan, atau berkendara
Selain duduk, membaca Al-Quran boleh dilakukan dalam berbagai keadaan selama tidak membahayakan keselamatan.
Sebab, Allah senantiasa menyayangi orang-orang yang mengingat-Nya di segala kondisi.
5. Menghadap kiblat
Pada dasarnya, tidak ada keharusan untuk membaca Al-Quran dengan menghadap mana saja.
Namun, diutamakan seseorang bisa menghadap kiblat ketika membaca firman-firman Allah tersebut.
Hal ini guna memperdalam kekhsyukan ketika membaca Al-Quran.
(TribunWow.com/Peserta Magang dari Universitas Airlangga/Afifah Alfina)