Buaya Muncul di Pantai Utara Talibura Sikka, BKSDA Pasang Papan Imbauan 
January 19, 2026 09:47 PM

 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Seekor buaya terlihat di pesisir pantai utara Talibura atau tepatnya diPantai Pedang, Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Minggu (18/1/2026).

Babinsa Koramil 1603/02 Talibura, Koptu Hendrikus, mengatakan, buaya sempat mendekati pinggir pantai, tetapi kembali ke laut setelah melihat kehadiran nelayan.

"Buaya itu sudah ke pinggir pantai, tapi karena ada nelayan, buayanya balik lagi ke laut," kata Hendrikus, Senin (19/1/2026).

Pasca munculnya buaya tersebut, petugas Seksi Konservasi Wilayah (SKW) IV Maumere, di bawah naungan Balai Besar KSDA (BBKSDA) Nusa Tenggara Timur memasang papan himbauan di pesisir Pantai Pedang. 

 

Baca juga: Nama 7 Korban Tewas Usai Diterkam Buaya di Pulau Lembata NTT

 

 

Pihak terkait juga melakukan sosialisasi kepada warga agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar lokasi.

Tren Kemunculan Buaya di NTT

Pada 2025, beberapa penampakan terjadi, seperti buaya besar berjemur di Pantai Aewora, Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende (Agustus dan Oktober 2025) dan kasus serangan terhadap nelayan di Pulau Lembata. 

Sejak 2020 hingga Juli 2025, tercatat 7 nelayan di pesisir Lembata telah menjadi korban terkaman buaya, yang memicu perdebatan mengenai penanganan habitat di wilayah tersebut. 

Tujuh Jenis Buaya di Indonesia

Buaya muara (Crocodylus porosus), buaya siam (Crocodylus siamensis), buaya irian (Crocodylus novaeguineae)
buaya kalimantan (Crocodylus raninus), buaya senyulong (Tomistoma schlegelii), buaya mindoro (Crocodylus mindorensis), dan buaya sahul.

 

Baca juga: Kemunculan Buaya di Pantai Aewora Ende Gegerkan Warga, Disebut Jelmaan Leluhur

 

Dari jenis-jenis tersebut, empat dilindungi hukum di Indonesia: buaya muara, buaya siam, buaya irian, dan buaya senyulong (Permen LHK Nomor P.106 Tahun 2018).

Secara ekologis, perairan di Nusa Tenggara Timur merupakan habitat alami buaya muara.

Buaya Muara

Dilansir dari laman gembiralokazoo.com, buaya muara (Crocodylus porosus) dikenal sebagai salah satu predator paling ganas di dunia. Dengan panjang tubuh 3 hingga 7 meter dan berat 1 hingga 1,2 ton, buaya ini merupakan jenis buaya terbesar yang tersebar luas dari India, Indonesia, Papua Nugini, hingga Australia. 

Ukuran buaya betina umumnya lebih kecil dibanding jantan, dan umur buaya ini bisa mencapai 25 hingga 70 tahun.

Sebagai predator oportunistik, buaya muara memakan berbagai jenis hewan mulai dari serangga, katak, ikan, kadal, hingga kambing dan rusa. Keahliannya berenang memungkinkan buaya ini menjelajah wilayah yang jauh dari daratan, bahkan di perairan dengan kadar garam tinggi. Saat cuaca panas, buaya muara kerap merendam tubuhnya untuk menurunkan suhu tubuh.

Dalam hal reproduksi, buaya muara berkembang biak dengan bertelur (ovipar). Musim kawin biasanya berlangsung November hingga Maret, dengan satu kali bertelur menghasilkan 40 hingga 60 butir telur, yang menetas setelah 80 hingga 90 hari.

Dengan ukuran dan kekuatan yang luar biasa, buaya muara tetap menjadi penguasa alami perairan di wilayah tropis dan subtropic.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.