TRIBUNWOW.COM - Persib Bandung dikabarkan selangkah lagi mengamankan tanda tangan Layvin Kurzawa untuk transfer paruh musim Super League 2025/2026.
Rumor Persib Bandung menggaet Layvin Kurzawa juga disinggungkan oleh media Prancis, Senin (19/1/2026).
Di mana Layvin Kurzawa merupakan bekas pemain Paris Saint Germain yang dibidik Persib Bandung.
Baca juga: Persis Solo Bergelimang Bintang Dalam Senyap: Eks Target Persib Digoda, PSS & Bali United Digembosi
"Comeback Layvin Kurzawa yang sama sekali tak terduga," tulis media Prancis Footmercato.net.
Namun, ada 1 hal yang harus diwaspadai Bobotoh jika ingin mendambakan calon idola barunya itu.
Yakni soal riwayat cedera Layvin yang cukup menjadi sorotan.
Ibarat pengguna BPJS, Layvin adalah pasien yang selalu menggunakan kartunya tiap tahun.
Dikutip dari Transfermarkt, sejak 2012, Layvin tidak pernah absen dari ceera hingga 2025 lalu.
Cedera yang dialaminya pun beragam mulai cedera engkel, otot hingga sakit yang mengharuskannya menepi dari lapangan.
Absen terlamanya terjadi di tahun 2023 saat mengalami robekan pada jaringan ikat bagian luar.
Saat itu ia harus menepi selama 124 hari lamanya.
Sementara cedera terbaru adalah cedera otot yang berulang di tahun 2025 lalu.
Hal tersebut didapati sebelum akhirnya Layvin menganggur karena telah dilepas klubnya, Boavista di Liga Bulgaria.
Baca juga: Kemelut Transfer Persija Jakarta yang Mengekor Arema FC, Jakmania Ikhlaskan Pemain Rp4,78 Miliar
2024/2025
1. Cedera Otot (10 April 2025-31 Mei 2025): Menepi 52 hari dan melewatkan enam laga.
2. Cedera Otot (20 Februari 2025-12 Maret 2025): Menepi 21 Hari dan melewatkan tiga laga.
2022/2023
1. Robekan pada Jaringan Ikat Bagian Luar (27 Februari 2023-30 Juni 2023): Menepi 124 hari dan absen 15 laga.
2. Benturan (8 Oktober 2022-2 November 2022): Menepi 26 hari dan absen lima laga.
2021/2022
1. Sakit (2 Oktober 2021-14 Oktober 2021): Menepi 13 hari dan absen satu laga
2. Gangguan Adduktor (19 Agustus 2021-16 September 2021): Menepi 29 hari dan absen empat laga
2020/2021
1. Cedera Engkel (11 Mei 2021-10 Juni 2021): Menepi 31 hari dan absen empat laga
2. Cedera Betis (29 Maret 2021-15 April 2021): Menepi 18 hari dan absen empat laga
3. Cedera Pangkal Paha (21 Desember 2020-7 Januari 2021): Menepi 18 hari dan absen dua laga
4. Gangguan pada Paha (1 Agustus 2020-21 Agustus 2020): Menepi 21 hari dan absen dua laga
2019/2020
1. Istirahat (14 Februari 2020-16 Februari 2020): Menepi tiga hari dan absen satu laga
2. Cedera yang tidak diketahui (20 November 2019-1 Desember 2019): Menepi 12 hari dan absen dua laga
3. Sakit (16 Agustus 2019-20 Agustus 2019): Menepi 14 hari dan absen dua laga
2018/2019
1. Kebugaran (8 November 2018-23 November 2018): Menepi 16 hari dan absen tiga laga
2. Herniated Disk (10 Agustus 2018-7 November 2018): Menepi 90 hari dan absen 20 laga
3. Cedera Punggung (11 Juli 2018-30 Juli 2018): Menepi 20 hari dan absen satu laga
2017/2018
1. Benturan (16 April 2018-20 April 2018): Menepi lima laga dan absen satu laga
2. Gangguan pada Paha (8 Februari 2018-26 Februari 2018): Menepi sembilan hari dan absen dua laga
3. Cedera Lutut (5 Oktober 2017-16 Oktober 2017): Menepi 12 hari dan absen tiga laga
2016/2017
1. Cedera Lutut (10 April 2017-1 Juni 2017): Menepi 53 hari dan absen sembilan laga
2. Kutu Kelamin (7 November 2016-1 Desember 2016): Menepi 25 hari dan absen enam laga
3. Cedera Hamstring (12 September 2016-22 September 2016): Menepi 11 hari dan absen 3 laga
2015/2016
1. Benturan (28 Januari 2016-1 Februari 2016): Menepi lima hari dan absen satu laga
2. Gangguan pada Betis (27 Agustus 2015-10 September 2015)
2014/2015
1. Regangan pada Otot Paha (20 November 2014-1 Januari 2015): Menepi 43 hari dan absen lima laga
2. Regangan pada Betis (23 Oktober 2014-3 November 2014): Menepi 12 hari dan absen dua laga
2013/2014
1. Cedera Hamstring (21 April 2014-15 Mei 2014): Menepi 25 hari dan absen tiga laga
2. Cedera Hamstring (24 Maret 2014-10 April 2014): Menepi 18 hari dan absen sembilan laga
2011/2012
1. Cedera Hamstring (3 Mei 2012-4 Juni 2012): Menepi 33 hari dan absen 11 laga
Baca juga: Persib Bandung Yakin Gaet? Layvin Kurzawa Punya Riwayat Cedera yang Memprihatinkan, Bobotoh Cek
Di musim sebelumnya, Layvin bermain untuk Boavista klub Portugal.
Pemain berlabel eks Timnas Prancis ini bermain laga untuk Paris Saint Germain.
Bahkan nilai pasarnya sempat mencapai Rp173,82 miliar di tahun 2015 lalu.
Setelah bersama Boavista di Liga Portugal, Layvin sempat berhenti karena mengalami cedera.
Klub terakhirnya dibela pada Juli 2025 lalu setelahnya ia sempat mengangur selama setengah musim.
Keputusannya untuk membersamai Persib Bandung dianggap media Prancis sebagai keputusan yang radikal.
Footmercato.net menuliskan jika saat ini sang pemain tengah dalam tahap negosiasi.
"Menurut informasi kami, mantan pemain internasional Prancis ini sedang dalam tahap negosiasi lanjutan untuk pindah ke Asia Tenggara dan lebih khusus lagi ke Indonesia," tulis media tersebut.
Pilihannya dianggap mengejutkan karena beberapa klub Eropa sempat berminat untuk mendatangkannya namun ia menolak.
Ia memilih Persib Bandung yang tak dikenal di Eropa karena lokasinya yang ribuan kilometer jauhnya.
Baca juga: Persib Bandung Nego Intens Eks PSG Berlabel Timnas Prancis: Bikin Persija Jakarta Kalah Pamor Telak
Namun, media tersebut juga memuji Persib Bandung yang tampi di babak 16 besar AFC Champions League 2, kompetisi yang juga diikuti oleh Cristiano Ronaldo.
"Bagi Kurzawa, yang mencapai puncak Ligue 1 bersama AS Monaco dan kemudian PSG, transfer ini akan mewakili perubahan total, jauh dari standar sepak bola elit yang telah ia alami selama dekade terakhir," tulisnya.
"Tetapi dengan jaminan waktu bermain reguler dan status bintang di liga."
Jika kepindahannya ke Bandung terwujud, Layvin Kurzawa tidak akan sepenuhnya terisolasi di Indonesia.
Ia akan memiliki kesempatan untuk bertemu kembali dengan sesama warga negaranya: Andrew Jung.
Striker asal Prancis ini, yang dikenal oleh penggemar Ligue 2 karena kiprahnya di Reims, Nancy, dan Valenciennes, sudah bermain untuk Persib Bandung, juara liga Indonesia sembilan kali. (TribunWow.com/ Tiffany Marantika/ Yonatan Krisna)