Nakhon Ratchasima (ANTARA) - Atlet para renang putri Indonesia Siti Alfiah mengaku banyak berdoa guna menghilangkan grogi saat debut di final nomor 400 meter gaya bebas putri klasifikasi S6, dalam ASEAN Para Games 2025 Thailand.

Dia memilih banyak berdoa agar bisa kembali fokus dan tenang menghadapi tekanan, selaku atlet tim para renang Indonesia yang pertama berlomba dalam cabang olahraga tersebut di ajang se-Asia Tenggara edisi ke-13 itu.

"Ini pertama kali juga bagi saya lomba di jarak panjang yakni 400 meter, jadi untuk menghilangkan grogi, saya banyak berdoa dan akhirnya bersyukur bisa menyumbang medali," kata Siti setelah menerima medali emas di Aquatic Center 80th Birthday Anniversary Stadium, Nakhon Ratchasima, Rabu.

Atmosfer turnamen yang ketat, serta statusnya sebagai debutan di nomor 400 meter, membuat Siti harus mengatasi tekanan yang tinggi.

Namun, persiapan mental menjadi kunci penting dalam menjaga ketenangan sepanjang lomba.

Selain pendekatan mental, Siti menekankan pentingnya penguasaan teknik, terutama pengaturan napas dalam lomba jarak panjang.

Dia berupaya menjaga ritme sejak awal hingga finis agar tetap stabil dan efisien di setiap putaran.

Fokus tersebut membantunya melewati fase-fase krusial lomba tanpa kehilangan konsistensi.

Siti juga menyampaikan apresiasi kepada tim pelatih yang selama ini membimbingnya, termasuk dalam mematangkan strategi dan kesiapan mental jelang pertandingan.

Dukungan keluarga dan seluruh pihak yang memberi semangat turut menjadi energi tambahan baginya saat berada di lintasan.

Atlet para renang putri Indonesia Siti Alfiah menyumbang medali emas pertama dari cabang para renang, pada ASEAN Para Games 2025 Thailand.

Dia mencatatkan waktu 6 menit 56,86 detik, guna mengalahkan wakil Vietnam Trinh Thi Bich Nhu, yang membukukan waktu 7 menit 12,09 detik di peringkat kedua.

Prestasi membanggakan bagi Indonesia tidak cukup sampai di situ. Sebab, peringkat ketiga juga diisi wakil dari Tanah Air, yakni Riyanti.

Riyanti merebut perunggu setelah mencatatkan waktu 7 menit 17,80 detik, menyingkirkan atlet Filipina Roble Beariza Ma Josephine, yang membukukan waktu 8 menit 25,15 detik di peringkat keempat.