Kereta Api Kontra Avanza di Tebingtinggi, Delapan Orang Dikabarkan Meninggal Dunia
January 21, 2026 10:54 PM

TRIBUN-MEDAN.com, TEBINGTINGGI - Perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Kota Tebingtinggi, kembali memakan korban. Kali ini, kecelakaan terjadi di kawasan Jalan  Abdul Hamid, Kelurahan Bagelen, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi, Rabu (21/1/2026). 

Akibat dari kejadian nahas ini, dikabarkan sebanyak sembilan orang menjadi korban kecelakaan kereta api kontra Toyota Avanza ini. Dari sembilan orang korban, delapan di antaranya meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka berat. 

"Tadi informasi dari orang yang sudah duluan ke lokasi ada sembilan korbannya, satu anak-anak. Tapi pas saya di sana, ada tiga mayatnya sudah ditutup plastik," ujar Ari Naldi, warga yang berada di lokasi kejadian. 

Diungkapkan Ari, di lokasi tersebut memang sudah sejak lama tak memiliki fasilitas palang pintu. Namun, beberapa waktu terakhir ada sejumlah warga yang menjadi relawan untuk membantu pengendara saat menyebrang perlintasan kereta api. 

"Biasanya ada yang jaga, ada anak-anak sama ada juga kadang bapak-bapak. Tapi tadi enggak tau juga ada atau enggak yang jaga," katanya. 

Informasi yang didapat dari sejumlah sumber, saat ini seluruh korban baik yang meninggal dunia maupun luka berat sudah dievakuasi ke RS Bhayangkara, Kota Tebingtinggi. Sejauh ini, masih belum diketahui identitas para korban dalam peristiwa nahas ini. 

Namun, dari informasi yang berseliweran di media sosial di lokasi kejadian ditemukan satu kartu Surat Izin Mengemudi (SIM) yang diduga milik salah satu korban. Dimana, informasi yang tertera dalam SIM C tersebut milik Rizal, warga Kecamatan Deli Tua, Kecamatan Deli Serdang.

(mns/tribun-medan.com) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.