Lebih dari itu, Mark diketahui menghindari tanggapan soal perselisihan Greenland.
Mengutip South China Morning Post pada (22/1), hal ini diutarakan oleh Mark dalam acara selama Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss Rabu (21/1/2026).
Mark menegaskan bahwa negara-negara anggota NATO harus bersatu melindungi kawasan Arktik dari meningkatnya pengaruh China dan Rusia.
Ia menekankan pentingnya NATO bagi keamanan Eropa dan AS.
Serta menyebut Donald Trump benar soal perlunya pertahanan Arktik, meski menghindari isu kontroversial akuisisi Greenland.
Lebih tepatnya, Mark menjelaskan bahwa terdapat delapan negara yang berbatasan langsung dengan kawasan Arktik, dengan tujuh di antaranya merupakan anggota NATO.
Di antaranya, Finlandia, Swedia, Norwegia, Denmark, Islandia, Kanada, dan Amerika Serikat.
“Ada delapan negara yang berbatasan dengan Arktik,” katanya, seraya menambahkan bahwa tujuh di antaranya adalah anggota NATO: Finlandia, Swedia, Norwegia, Denmark, Islandia, Kanada, dan AS.
Ia menambahkan bahwa satu-satunya negara Arktik di luar NATO adalah Rusia.
Serta menyebut China sebagai aktor tambahan yang kian aktif di kawasan tersebut.
“Dan hanya ada satu negara yang berbatasan dengan Arktik di luar NATO. Itu adalah Rusia. Dan saya berpendapat ada negara kesembilan, yaitu China, yang semakin aktif di wilayah Arktik,” kata Rutte.
Sehingga, ia menilai Presiden Trump dan para pemimpin lainnya benar dalam menekankan perlunya peningkatan upaya di Arktik.
Seraya menyatakan bahwa NATO harus memperkuat langkah kolektif untuk melindungi kawasan itu dari pengaruh Rusia dan China, dan memastikan pertahanan Arktik tetap terjaga.
“Jadi Presiden Trump dan para pemimpin lainnya benar. Kita harus berbuat lebih banyak di sana. Kita harus melindungi Arktik dari pengaruh Rusia dan Tiongkok… Kami sedang berupaya untuk itu, memastikan bahwa secara kolektif, kita akan mempertahankan wilayah Arktik.”
Program: Tribun Video Update
Host: Yessy Arisanti Wienata
Editor Video: Hadiyya Qurrata
Uploader: bagus gema praditiya sukirman