BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Seiring surutnya genangan banjir di sebagian besar wilayah Kabupaten Banjar, jumlah warga yang masih bertahan di pengungsian kini tinggal 192 jiwa.
Para pengungsi tersebut umumnya memilih tetap berada di lokasi aman sambil menunggu kondisi rumah benar-benar layak untuk ditempati kembali.
Sebagian besar pengungsi berada di Kecamatan Sungaitabuk, tepatnya di Desa Sungaitabuk Keramat dengan jumlah 178 jiwa.
Sementara itu, 10 jiwa lainnya berada di Kelurahan Pasayangan yang mengungsi ke rumah keluarga masing-masing, serta empat jiwa di Desa Abumbun Jaya.
“Air memang sudah berangsur turun, tapi di beberapa titik masih menyisakan lumpur dan genangan di rumah warga. Ada yang memilih bertahan dulu di tempat aman sambil membersihkan rumah,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Drs. Wasis Nugraha, dari laporannya di Pusdalops Banjar, Jumat (23/1/2026) pukul 16.00 Wita.
Baca juga: Warga di Banjarmasin Bersihkan Sungai Lumbah, Kerap Timbulkan Genangan karena Tersumbat
Menurut Wasis, banjir yang sebelumnya meluas kini hanya menyisakan genangan di sejumlah desa dan kelurahan.
Dari total tujuh kecamatan terdampak, sebagian wilayah sudah dinyatakan nihil genangan, seperti Kecamatan Aluhaluh, Gambut, Pengaron, Sungaipinang, Aranio, hingga Beruntungbaru.
Meski demikian, BPBD bersama tim gabungan masih terus melakukan pemantauan, terutama di wilayah Sungaitabuk, Martapura Barat, Martapura Timur, serta Cintapuridarussalam yang sebelumnya terdampak cukup luas.
“Fokus kami sekarang bukan hanya pada penanganan darurat, tetapi juga pendataan ulang warga terdampak dan memastikan kebutuhan dasar pengungsi tetap terpenuhi,” jelasnya.
BPBD Kabupaten Banjar, kata dia, juga telah mulai membongkar tenda pengungsian di Desa Sungaitabuk Keramat seiring berkurangnya jumlah pengungsi.
Bantuan logistik tetap disalurkan kepada warga terdampak yang masih membutuhkan, khususnya kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan anak-anak.
Berdasarkan data sementara, banjir kali ini berdampak pada lebih dari 80 ribu jiwa di 67 desa dan kelurahan, dengan puluhan ribu rumah sempat terendam.
Meski kondisi terus membaik, BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada mengingat potensi hujan masih ada.
“Pemantauan akan terus kami lakukan secara berkala. Kami berharap warga dapat segera kembali beraktivitas normal, namun tetap mengutamakan keselamatan,” kata Wasis. (Banjarmasinpost.co.id/nurholis huda)