Laporan Wartawan Serambi Indonesia Riski Bintang | Aceh Jaya
SERAMBINEWS.COM, CALANG - Ikatan Santri Aceh Jaya (ISAJA) memandang polemik dugaan keterlibatan Warga Negara Asing (WNA) asal Vietnam dalam aktivitas tambang emas ilegal di Aceh Jaya sebagai persoalan serius yang menyangkut kedaulatan wilayah, kewibawaan negara, serta kepercayaan publik terhadap fungsi pengawasan aparat.
ISAJA mencermati adanya ketidaksinkronan antara pengakuan masyarakat di lapangan, pernyataan aparatur gampong dan pemerintah daerah, dengan hasil pemeriksaan tim gabungan yang menyatakan tidak ditemukan aktivitas tambang ilegal maupun keberadaan WNA di lokasi dimaksud.
Menurut ISAJA, perbedaan informasi tersebut tidak boleh disederhanakan dengan kesimpulan bahwa persoalan telah selesai.
Ketika masyarakat berani menyampaikan pengakuan terbuka dan pemerintah daerah merespons secara tegas, maka negara berkewajiban menghadirkan klarifikasi yang menyeluruh, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Jadi ini memang harus dibuka seterang-terangnya agar tidak menjadi informasi yang ambang," jelas Ketua ISAJA, Tgk Mustafa.
ISAJA menilai, lemahnya pengawasan berpotensi menciptakan ruang abu-abu bagi aktivitas ilegal untuk bergerak secara tersembunyi berpindah lokasi, berpindah waktu, dan menghilang saat aparat hadir.
Baca juga: Heboh WNA Asal Vietnam Terlibat Penambangan Emas Ilegal di Aceh Jaya, Sikap Polisi Dikritisi
“Pola semacam ini harus menjadi alarm untuk memperkuat sistem pengawasan, bukan justru menutup persoalan dengan pendekatan administratif semata,” tuturnya.
Di sisi lain, ISAJA mengapresiasi sikap Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya yang menunjukkan keberpihakan terhadap kedaulatan wilayah dan perlindungan sumber daya alam daerah.
Namun demikian, apresiasi tersebut perlu diiringi dengan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pengawasan lintas sektor, khususnya terkait aktivitas tambang ilegal dan lalu lintas WNA di wilayah rawan.
ISAJA menegaskan bahwa Aceh Jaya tidak boleh menjadi wilayah yang mudah dimasuki, dieksploitasi secara ilegal, lalu ditinggalkan tanpa jejak dan tanpa pertanggungjawaban hukum yang jelas.
Transparansi, akuntabilitas, serta keberanian membuka fakta apa adanya merupakan kunci untuk menjaga marwah hukum dan kepercayaan masyarakat.
Baca juga: WNA Asal Vietnam Kepergok Lakukan Penambangan Ilegal di Aceh Jaya, Dibawa Kabur Agen Usai Ketahuan
ISAJA menyatakan akan terus mengawal isu ini demi kepentingan masyarakat dan kedaulatan Aceh Jaya.(*)