Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Pemerintah Provinsi Lampung bersama Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Lampung menyerahkan bantuan kemanusiaan senilai Rp500 juta, bagi korban bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada akhir November 2025 lalu.
Bantuan diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur (Wagub) Lampung, Jihan Nurlela yang juga Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Lampung dan diterima oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir di Gedung Kwarda Gerakan Pramuka Aceh, Banda Aceh, Jumat (23/1/2026).
“Penyerahan dana kemanusiaan ini merupakan amanah dari masyarakat Provinsi Lampung melalui pemerintah dan bagian dari kepedulian Gerakan Pramuka Lampung dalam merespons bencana yang menimpa saudara-saudara kita di Aceh,” ujar Jihan.
Jihan menjelaskan, total bantuan sebesar Rp500 juta tersebut berasal dari dua sumber.
Yakni Rp250 juta dari Pemerintah Provinsi Lampung, dan Rp250 juta dari donasi internal Kwarda Gerakan Pramuka Lampung.
Dari total bantuan tersebut, Rp250 juta diterima Pemerintah Aceh, sementara Rp250 juta lainnya disalurkan langsung oleh Kwarda Gerakan Pramuka Aceh.
Baca juga: Kanwil Ditjenpas dan Rutan Banda Aceh Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir di Pidie Jaya
Jihan menjelaskan, dana dari unsur Pramuka dikumpulkan melalui aksi Bumbung Kemanusiaan yang melibatkan partisipasi aktif seluruh jajaran, mulai dari Kwartir Cabang hingga anggota Pramuka di tingkat akar rumput di Lampung.
“Seluruh dana yang terkumpul disalurkan melalui mekanisme yang terkoordinasi agar tepat sasaran dan cepat sampai kepada masyarakat yang membutuhkan," tutur dia.
"Ini adalah wujud pengabdian kami kepada bangsa dan negara,” jelasnya.
Sementara itu, Sekda Aceh, M Nasir menyampaikan, apresiasi dan terima kasih atas kepedulian masyarakat Lampung.
Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti di tengah upaya pemerintah daerah melakukan pemulihan di berbagai klaster terdampak bencana.
Dalam kesempatan tersebut, M Nasir juga menyampaikan, hingga saat ini banyak bantuan yang masuk secara langsung melalui LSM maupun pemerintah provinsi lain ke daerah-daerah terisolasi.
Baca juga: Tito Karnavian Serahkan Bantuan Alat Berat ke Aceh Tamiang, ATCW: Hati-hati Dibisniskan
Ia menilai, hal tersebut secara tidak langsung telah menunjukkan kuatnya solidaritas dan persaudaraan nasional terhadap bencana yang menimpa Aceh.
Sekda menekankan, bahwa fokus penanganan saat ini diarahkan pada pemulihan infrastruktur dan ekonomi, dengan target memulihkan konektivitas desa-desa terisolasi sebelum memasuki bulan Ramadhan.
Untuk mempercepat proses tersebut, Pemerintah Aceh menggandeng berbagai pihak.
“Saat ini, terdapat 150 organisasi masyarakat sipil (CSO) dan 96 pelaku dunia usaha yang bergabung bersama Pemerintah Aceh untuk mempercepat proses pemulihan,” jelas M Nasir.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Ketua Harian Kwarda Gerakan Pramuka Aceh, Jufri Effendi, Sekretaris Kwarda Gerakan Pramuka Aceh, Darmawan, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (Kalak BPBA), Fadmi Ridwan, serta Ketua Harian Kwarda Gerakan Pramuka Lampung, Rifki Sofyan bersama rombongan.(*)