3 BERITA POPULER SUMBAR: 5 Tewas Kecelakana Panyalaian, 7 Pemuda Tersesat dan Marapi Erupsi Lagi
January 27, 2026 08:01 AM

TRIBUNPADANG.COM, TANAH DATAR - Sejumlah informasi menarik seputar Sumatera Barat dirangkum dalam populer Sumbar setelah tayang 24 jam terakhir di TribunPadang.com.

Pertama, kecelakaan lalu lintas beruntun yang melibatkan sejumlah kendaraan terjadi di Jalan Raya Padang Panjang–Bukittinggi Nagari Panyalaian, Kabupaten Tanah Datar, Senin (26/1/2025) pagi.

Insiden maut tersebut mengakibatkan lima orang meninggal dunia dan empat lainnya mengalami luka-luka.

Selanjutnya,  tujuh orang warga Jorong Labuah, Nagari Sungai Batang, Kabupaten Agam dilaporkan tersesat saat mendaki perbukitan untuk melihat lokasi hulu Sungai Ranggeh, Minggu (25/1/2026).

Rombongan yang terdiri dari remaja dan pemuda ini berniat melihat langsung titik longsor pemicu banjir bandang akhir 2025 lalu.

Terakhir, Gunung Marapi yang berada di wilayah Sumatera Barat kembali mengalami erupsi pada Senin (26/1/2026) siang.

Letusan terjadi sekitar pukul 11.11 WIB dengan tinggi kolom abu teramati mencapai sekitar 600 meter di atas puncak gunung.

Baca informasi lebih lengkap berikut ini:

1. Data Lengkap Lima Korban Tewas Laka Beruntun Truk Rem Blong di Panyalaian Tanah Datar

Kecelakaan lalu lintas beruntun yang melibatkan sejumlah kendaraan terjadi di Jalan Raya Padang Panjang–Bukittinggi, Jorong Pincuran Tinggi, Nagari Panyalaian, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar), Senin (26/1/2025) pagi.

Insiden maut tersebut mengakibatkan lima orang meninggal dunia dan empat lainnya mengalami luka-luka.

Sedangkan untuk kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan ini terdiri dari truk trailer, truk box, Honda Vario, dan dua sepeda motor yang sedang terparkir di pangkalan ojek.

Kasat Lantas Polres Padang Panjang, AKP Pifzen Finot, menjelaskan kecelakaan terjadi sekitar pukul 08.30 WIB di ruas jalan menurun dengan kondisi aspal baik, cuaca cerah, dan pandangan tidak terhalang.

Baca juga: Selain Tabrak Kendaraan, Truk Trailer Rem Blong di Panyalaian Juga Hantam Dua Orang di Warung

KECELAKAAN BERUNTUN- Petugas Satlantas Polres Padang Panjang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kecelakaan beruntun yang melibatkan truk trailer di Jorong Pincuran Tinggi, Nagari Panyalaian, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar), Senin (26/1/2025).
KECELAKAAN BERUNTUN- Petugas Satlantas Polres Padang Panjang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kecelakaan beruntun yang melibatkan truk trailer di Jorong Pincuran Tinggi, Nagari Panyalaian, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar), Senin (26/1/2025). (Dokumentasi/Polres Padang Panjang)

“Peristiwa bermula dari satu unit truk trailer yang diduga mengalami rem blong saat melaju dari arah Bukittinggi menuju Padang Panjang,” ujar Finot.

Truk trailer bernomor polisi BK 9634 XA yang dikemudikan Bandes H.T Sihaloho (37), warga Medan, menabrak bagian belakang truk box BA 8089 NU yang dikemudikan Zulfia (40), warga Palupuh.

Benturan tersebut kemudian membuat truk box menabrak sepeda motor Honda Vario BA 6624 LAD yang dikendarai Yan Rahmad Fajri (32) dengan penumpang Elfi Febriyanti (42).

Rangkaian tabrakan berlanjut hingga menghantam pangkalan ojek di tepi jalan, yang saat itu terdapat pejalan kaki Dian Febri (35) serta dua sepeda motor yang sedang terparkir. Truk box kemudian terbalik di sisi kiri jalan.

Baca juga: Kampus Dinilai Rentan Disusupi Paham Radikal, LLDIKTI Wilayah X Gandeng Densus 88 Berikan Pemahaman

Sementara itu, truk trailer yang masih melaju tidak terkendali kembali menabrak dua pejalan kaki, Jefrizal (37) dan Alfizar (51), yang berada di sebuah warung di sisi kiri jalan.

Kendaraan tersebut akhirnya menghantam warung milik warga bernama Aris dan terbalik di pekarangan rumah warga.

“Akibat kejadian ini, lima orang dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian,” kata Finot.

Kelima korban meninggal dunia masing-masing adalah Bandes H.T Sihaloho (37) yang merupakan pengemudi truk trailer, Yan Rahmad Fajri (32) pengendara sepeda motor, Dian Febri (35), Alfizar (51) dan Jefrizal (37) yang merupakan pejalan kaki.

Sementara korban luka-luka terdiri dari Zulfia (40) pengemudi truk box, Bujang (75) pemilik warung di lokasi kejadian, Elfi Febriyanti (42) penumpang sepeda motor dan Agustiawarman (39) selaku kernet truk trailer.

Baca juga: Kronologi Laka Maut Panyalaian, Kapolres: Truk Pupuk Rem Blong Tewaskan 5 Orang dan Hantam Warung

Seluruh korban luka telah dievakuasi ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan medis.

Selain korban jiwa, kecelakaan ini juga menyebabkan kerusakan berat pada dua unit truk, tiga sepeda motor, serta beberapa bangunan warung milik warga. Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp100 juta.

Polisi telah mengamankan barang bukti kendaraan yang terlibat dan memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian.

“Kami masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan,” pungkasnya.

Kronologi Laka Beruntun, Berawal dari Truk Trailer Alami Rem Blong

KECELAKAAN BERUNTUN - Warga menyaksikan kondisi sebuah truk yang terbalik dan menabrak bangunan di kawasan Panyalaian, Kecamatan Sepuluh Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Senin (26/1/2026). Kecelakaan beruntun yang diduga dipicu rem blong tersebut melibatkan sejumlah kendaraan dan menyebabkan kerusakan parah di lokasi kejadian.
KECELAKAAN BERUNTUN - Warga menyaksikan kondisi sebuah truk yang terbalik dan menabrak bangunan di kawasan Panyalaian, Kecamatan Sepuluh Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Senin (26/1/2026). Kecelakaan beruntun yang diduga dipicu rem blong tersebut melibatkan sejumlah kendaraan dan menyebabkan kerusakan parah di lokasi kejadian. (TribunPadang.com/ist)

Kapolres Padang Panjang, AKBP Wisnu Hadi, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula dari sebuah truk trailer bermuatan pupuk yang melaju dari arah Bukittinggi menuju Padang Panjang dengan kecepatan tinggi.

“Ada kendaraan trailer yang membawa pupuk dari arah Bukittinggi menuju Padang Panjang dengan posisi rem tidak terkendali atau rem blong dengan kecepatan tinggi menyenggol mobil box,” ujar Wisnu melalui keterangan resminya.

Akibat senggolan tersebut, mobil box terguling dan kemudian menabrak sepeda motor jenis Supra yang berada di jalur yang sama.

Baca juga: Data Sementara Korban Laka Beruntun Truk Rem Blong di Panyalaian: 5 Meninggal dan 4 Luka-luka

Peristiwa itu menyebabkan pengendara sepeda motor tersebut meninggal dunia di lokasi kejadian.

“Kemudian mobil box tersebut terguling dan menyenggol pengendara sepeda motor jenis Supra sehingga menyebabkan korban meninggal dunia,” lanjutnya.

Tidak berhenti di situ, mobil box yang terguling juga menabrak sepeda motor jenis Honda Vario. Insiden tersebut kembali menimbulkan korban jiwa.

“Selain menabrak sepeda motor jenis Supra, mobil box tersebut menabrak sepeda motor jenis Vario yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Jadi ada dua pengendara sepeda motor yang menjadi korban,” kata Wisnu.

Setelah menyenggol mobil box, truk trailer tersebut masih melaju dalam kondisi tidak terkendali hingga akhirnya menghantam sebuah warung di pinggir jalan.

Baca juga: Niat Intip Pemicu Banjir Bandang, 7 Pemuda Agam Tersesat di Hutan, Bertahan dengan Api Unggun

“Kemudian setelah menyenggol mobil box tersebut, truk trailer tersebut menabrak dua orang yang sedang berada di warung. Karena posisinya kemudi tidak terkendali sehingga membanting ke kiri mengenai warung, yang mengakibatkan menabrak dua masyarakat yang ada di warung, dan kedua korban meninggal dunia,” jelasnya.

Sopir Truk Trailer Ditemukan dalam Kondisi Meninggal

Truk trailer tersebut akhirnya terbalik di depan rumah warga. 

Saat dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan pengemudi truk trailer dalam kondisi meninggal dunia di lokasi kejadian.

“Kemudian truk trailer tersebut terbalik di depan rumah masyarakat. Pada saat dilakukan olah TKP ditemukan pengemudi truk trailer tersebut meninggal dunia di tempat,” Wisnu.

Berdasarkan data sementara, total korban jiwa dalam peristiwa kecelakaan beruntun tersebut berjumlah lima orang, sementara empat orang lainnya mengalami luka-luka.

“Sehingga total korban jiwa meninggal sebanyak lima orang dan empat orang luka. Semua korban dibawa sebagian ke RSUD dan RS Yarsi,” tuturnya.

Baca juga: Tak Ingin Bergantung Mobil Tangki Air, Warga Kuranji Padang Desak Revitalisasi Sungai Segera

Wisnu menambahkan, dugaan sementara penyebab kecelakaan adalah kegagalan sistem pengereman pada truk trailer bermuatan pupuk tersebut.

“Dugaan sementara kecelakaan disebabkan karena truk trailer yang membawa muatan pupuk mengalami rem blong,” pungkasnya. 

2. Niat Intip Pemicu Banjir Bandang, 7 Pemuda Agam Tersesat di Hutan, Bertahan dengan Api Unggun

Sebanyak tujuh orang warga Jorong Labuah, Nagari Sungai Batang, Kabupaten Agam dilaporkan tersesat di Agam saat mendaki perbukitan untuk melihat lokasi hulu Sungai Ranggeh, Minggu (25/1/2026).

Rombongan yang terdiri dari remaja dan pemuda ini berniat melihat langsung titik longsor pemicu banjir bandang akhir 2025 lalu.

Namun, tujuh pemuda tersesat saat hendak melangkah pulang dari kawasan hutan di perbukitan Nagari Sungai Batang tersebut.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (25/1/2026) sore di kawasan perbukitan Nagari Sungai Batang.

Ketujuh remaja yang sempat tersesat itu masing-masing bernama Fahri (14), Fakhri (21), Rifal (16), Bima (17), Andika (21), Farel (16), dan Romi (17).

Baca juga: Gunung Marapi Sumbar Erupsi Lagi Siang Ini, Warga Dilarang Mendekat Radius 3 Km dari Kawah Verbeek

Orang tua Bima, Diana Angraini, mengatakan anaknya bersama enam rekannya berangkat ke lokasi untuk melihat langsung titik longsor yang menjadi penyebab banjir bandang di wilayah tersebut.

“Anak-anak ini naik ke atas untuk melihat titik longsor itu, lokasi terjadinya banjir bandang. Dari situlah mereka terus naik hingga akhirnya tersesat saat hendak balik,” kata Diana Angraini kepada TribunPadang.com, Senin (26/1/2026).

Ia menjelaskan, ketujuh remaja tersebut berangkat menuju lokasi sekitar pukul 14.00 WIB. Namun, pada pukul 18.00 WIB mereka menghubungi keluarga dan mengabarkan bahwa mereka tersesat.

“Mereka melapor sekitar pukul enam sore. Saat itu masih bisa berkomunikasi dan sempat mengirimkan video kondisi mereka,” jelasnya.

Baca juga: Truk Rem Blong Hantam Mobil dan Motor di Panyalaian, Kendaraan Terguling Hingga Tabrak Bangunan

Mengetahui anaknya tersesat, Diana meminta Bima dan teman-temannya untuk tetap berada di satu lokasi yang aman sambil terus mengabarkan kondisi terkini.

“Saya minta mereka mengirimkan titik lokasinya (share location), lalu bertahan di situ dan tidak pergi ke mana-mana. Saya juga minta mereka menyalakan api unggun,” ujarnya.

Setelah itu, Diana melaporkan kejadian tersebut kepada masyarakat setempat, pihak terkait, hingga Basarnas untuk dilakukan upaya pencarian.

“Sekitar pukul 22.00 WIB mereka berhasil ditemukan. Lalu sampai ke bawah sekitar pukul 01.00 WIB,” ungkapnya.

Akibat kejadian tersebut, satu orang remaja mengalami luka akibat terpleset, sementara enam lainnya mengalami kelelahan.

“Alhamdulillah sekarang semuanya sudah aman. Hanya satu yang terluka, selebihnya kelelahan. Sekarang semuanya sudah pulang,” tutup Diana.

Baca juga: Cuaca Mentawai Hari Ini Cerah Berawan, BMKG Ingatkan Hal Penting Bagi Warga di Luar Ruang

Laporan SAR

Berdasarkan keterangan resmi Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Padang, laporan kejadian diterima dari pihak keluarga pada Minggu (25/1/2026) pukul 21.22 WIB.

Laporan disampaikan oleh Diana, keluarga salah satu korban, yang menginformasikan tujuh pemuda tersesat di hulu Sungai Ranggeh, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam.

Lokasi kejadian berada di hulu Sungai Ranggeh, titik banjir bandang di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, dengan perkiraan koordinat 0°20'54.10" LS – 100°14'56.40" BT.

Jarak garis lurus dari Unit Siaga SAR Agam ke lokasi kejadian sekitar 28,54 kilometer dengan arah timur. Sementara jarak darat mencapai sekitar 40,7 kilometer dengan estimasi waktu tempuh sekitar 1 jam 11 menit.

Dalam laporan SAR Padang disebutkan, seluruh korban berjumlah tujuh orang dan ditemukan dalam kondisi selamat.

Baca juga: BMKG Prediksi Cuaca Bukittinggi Senin 26 Januari 2026 Cerah Berawan Sepanjang Hari

Mereka masing-masing bernama Fahri (14), Fakhri (21), Rifal (16), Bima (17), Andika (21), Farel (16), dan Romi (17), seluruhnya merupakan warga Jorong Labuah, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam.

Kronologi kejadian bermula saat ketujuh pemuda tersebut berangkat menuju anak air atau hulu Sungai Ranggeh pada Minggu (25/1/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.

Mereka direncanakan kembali pada pukul 16.00 WIB, namun hingga pukul 21.22 WIB belum kembali ke posko.

Mengetahui hal tersebut, masyarakat setempat melakukan pencarian awal. TNI dan Polri juga berada di lokasi untuk melakukan koordinasi di posko.

Tim Rescue Unit Siaga SAR Agam kemudian bergerak menuju lokasi kejadian pada pukul 21.36 WIB dengan lima personel.

Tim tiba di lokasi dan melakukan pencarian hingga akhirnya tujuh pemuda tersesat di Agam berhasil ditemukan dalam kondisi selamat pada malam hari.

3. Gunung Marapi Sumbar Erupsi Lagi Siang Ini, Warga Dilarang Mendekat Radius 3 Km dari Kawah Verbeek

Gunung Marapi yang berada di wilayah Sumatera Barat kembali mengalami erupsi pada Senin (26/1/2026) siang.

Letusan terjadi sekitar pukul 11.11 WIB dengan tinggi kolom abu teramati mencapai sekitar 600 meter di atas puncak gunung.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Marapi Bukittinggi, Ahmad Rifandi, menjelaskan bahwa kolom abu hasil erupsi terpantau berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah timur laut.

“Telah terjadi erupsi Gunung Marapi pada Senin, 26 Januari 2026, pukul 11.11 WIB. Tinggi kolom abu teramati sekitar 600 meter di atas puncak atau kurang lebih 3.491 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah timur laut,” ujar Ahmad Rifandi dalam keterangan resminya.

Ia menambahkan, aktivitas erupsi tersebut juga terekam jelas pada alat seismograf yang terpasang di Pos Pengamatan Gunung Api Marapi.

Baca juga: Truk Rem Blong Hantam Mobil dan Motor di Panyalaian, Kendaraan Terguling Hingga Tabrak Bangunan

Berdasarkan hasil pemantauan, erupsi tercatat memiliki amplitudo maksimum 30,4 milimeter dengan durasi sekitar 34 detik.

Ahmad Rifandi menyampaikan, hingga saat ini status aktivitas Gunung Marapi masih berada pada Level II (Waspada).

Masyarakat, pendaki, maupun wisatawan diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas Gunung Marapi, yakni Kawah Verbeek.

“Masyarakat di sekitar Gunung Marapi serta pendaki dan wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan kegiatan di dalam wilayah radius tiga kilometer dari pusat aktivitas,” tegasnya.

Baca juga: Cek Prakiraan Cuaca 11 Wilayah Sekeliling Gunung Marapi, Lereng Arah Baso Berawan Sampai Malam

Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat yang bermukim di sekitar lembah, bantaran, serta aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya lahar maupun banjir lahar, terutama di tengah musim hujan.

“Potensi lahar atau banjir lahar masih perlu diwaspadai, khususnya saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi,” katanya.

Terkait dampak abu vulkanik, Ahmad Rifandi mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker penutup hidung dan mulut apabila terjadi hujan abu guna menghindari gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk tetap menjaga situasi yang kondusif serta tidak mudah terpancing oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Baca juga: BMKG Prediksi Cuaca Bukittinggi Senin 26 Januari 2026 Cerah Berawan Sepanjang Hari

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan narasi bohong atau hoaks, serta selalu mengikuti informasi dan arahan resmi dari pemerintah dan instansi terkait,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ahmad Rifandi menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah di wilayah terdampak, seperti Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam, dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) maupun Pos Pengamatan Gunung Api Marapi Bukittinggi.

Masyarakat juga dapat memantau perkembangan aktivitas Gunung Marapi secara berkala melalui situs resmi Badan Geologi, PVMBG, serta platform Magma Indonesia.

Cuaca Gunung Marapi Hari Ini

BMKG Minangkabau merilis pembaruan prakiraan cuaca Gunung Marapi, Sumatera Barat (Sumbar) yang mencakup wilayah lereng hingga puncak untuk periode 26-27 Januari 2026. 

Data yang dikutip Senin (26/1/2026) memetakan kondisi cuaca di kawasan rawan bencana guna meningkatkan kewaspadaan warga dan petugas pemantau.

Petugas prakirawan memprediksi Prakiraan Cuaca Gunung Marapi akan didominasi cuaca cerah berawan pada siang hari, namun berubah menjadi berawan tebal dan udara kabur saat malam tiba.

Berikut adalah detail kondisi cuaca di 11 titik wilayah terdampak:

Baca juga: Cuaca Mentawai Hari Ini Cerah Berawan, BMKG Ingatkan Hal Penting Bagi Warga di Luar Ruang

  1. Kecamatan Banuhampu: Cerah berawan mendominasi hingga sore, lalu berubah berawan mulai pukul 19.00 WIB.
  2. Kecamatan Candung (Lereng Utara): Cuaca cerah berawan berganti menjadi berawan tebal dan udara kabur sejak pukul 22.00 WIB hingga pagi.
  3. Kecamatan Sungai Pua (Lereng Barat): Matahari bersinar cerah pada pukul 10.00 WIB, namun awan mulai menutup wilayah ini sejak pukul 16.00 WIB.
  4. Kecamatan X Koto: Kondisi cerah berawan terpantau hanya bertahan hingga siang hari sebelum tertutup awan mendung pada sore hari.
  5. Kecamatan Batipuh (Lereng Barat Daya): Warga akan merasakan udara kabur mulai malam hari hingga Selasa pagi pukul 07.00 WIB.
  6. Kecamatan Baso: Awan tebal mulai menyelimuti wilayah ini sejak pukul 16.00 WIB dan bertahan sepanjang malam.
  7. Kecamatan Salimpaung: Kondisi berawan mendominasi wilayah ini mulai siang hari pukul 13.00 WIB.
  8. Kecamatan Sungai Tarab (Lereng Timur): Udara kabur menyelimuti lereng timur mulai tengah malam pukul 01.00 WIB hingga pagi hari.
  9. Kecamatan Lima Kaum: Cuaca stabil berawan mulai sore hari pukul 16.00 WIB setelah pagi yang cerah.
  10. Kecamatan Pariangan (Lereng Selatan): Wilayah lereng selatan terpantau akan mengalami kondisi berawan tebal pada malam hari.
  11. Puncak Gunung Marapi: Area puncak terpantau cerah berawan hanya pada pukul 13.00 WIB, sisanya didominasi awan tebal dan udara kabur hingga Selasa pagi.

Baca juga: ASN Dharmasraya Diminta Adaptif usai Pindah Kantor, Wabup Tekankan Disiplin Kerja

Melalui rilis Prakiraan Cuaca Gunung Marapi ini, BMKG meminta masyarakat tetap memonitor arah angin dan ketebalan awan.

Perubahan cuaca yang drastis di area puncak dapat memengaruhi jarak pandang visual terhadap kawah gunung.

Pastikan Anda terus memantau pembaruan Prakiraan Cuaca Gunung Marapi melalui kanal resmi pemerintah untuk menghindari informasi hoaks yang beredar di masyarakat.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.