Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yarmen Dinamika | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM - Ikatan Persatuan Guru Pendidikan Khusus (IGPKhI) Provinsi Aceh kembali menyalurkan bantuan untuk korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah.
Donasi ini berasal dari sumbangan alumni SGPLB Solo Surakarta dan SLB yang berada di Sumedang, Jawa Barat, disalurkan melalui IGPKhI Provinsi Aceh untuk didonasikan kepada para korban di wlayah Aceh.
Kegiatan itu berlangsung di SLB Negeri Kebayakan Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Senin (26/1/2026).
Sedangkan di SLB Negeri Pembina dan SLB Permata Bunda Lampahan Kabupaten Bener Meriah bantuan diserahkan pada hari Selasa (27/1/2026).
Ketua IGPKhI Provinsi Aceh, Hj Jamilah MPd kepada Serambinews.com mengatakan, kepedulian organisasi pendidikan khusus di Aceh merupakan bentuk empati kepada guru dan tenaga kependidikan serta peserta didik yang terkena musibah banjir dan tanah longsor.
Menurutnya, bantuan donasi disalurkan ke Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah sebagai tidak lanjut bantuan tahap pertama dan kedua di Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, Langsa, dan Aceh Tamiang.
Jamilah menjelaskan, tim IGPKhI dari Provinsi Aceh hadir di Aceh Tengah dan Bener Meriah selama dua hari.
Ia menyampaikan, kegiatan di Aceh Tengah dikuti oleh SLB Negeri Kebayakan, SLB YRPC, dan SLB Negeri Pegasing.
Jamilah menyebutkan, kehadiran IGPKhI Provinsi Aceh disambut oleh Ketua Pimpinan Cabang 7 IGPKhi Aceh, Lukman SAg MBA dan Dewan Pembina, Ibrahim SPd dan perwakilan Pengurus Pusat IGPKhI diwakili Win Jeroh Miko MPd sebagai Wakil Sekjend III PP IGPKhI.
"Pada hari Senin dan Selasa, 26 sampai 27 Januari 2026 menyerahkan donasi kepada guru dan tendik yang terdampak rumahnya hanyut dan air serta lumpurnya masuk ke rumah setinggi 1,5 meter di SLB di Kabupaten Aceh Tengah," ujar Jamilah.
Ia tambahkan, sebelum menuju ke lokasi, tim IGPKhI Provinsi Aceh terlebih dahulu singgah di Kecamatan Permata, Kabupaten Bener, setelah melewati Kabupaten Bireuen.
Tujuan mereka singgah adalah karena di Pintu Rimee ada guru yang meninggal dunia dalam mobil terbawa arus banjir pada akhir November 2025 lalu.
Diungkapkannya, tim IGPKhI Provinsi Aceh tidak saja melakukan takziah, tapi melakukan tahlilan dan memberikan santunan kepada kelurga korban pada hari Minggu, 25 Januari 2026.
Lebih lanjut dituturkannya, selain memberikan donasi kepada para korban terdampak banjir dan tanah longsor, kami juga mempeusijuk lima guru SLB di sana yang baru menyelesaikan studinya pada jenjang S-2 di Malang, Jawa Timur.
Mereka yang lulus program S-2 itu adalah Lindayanti MPd Gr, Maulida MPd Gr, Rina Listya MPd Gr, Win Jeroh Miko MPd Gr dari Aceh Tengah, dan Sulastri MPd Gr, satu-satunya guru SLB dari Bener Meriah.
Jamilah juga mengungkapkan, selain memberikan donasi kepada guru dan tendik di Kabupaten Aceh Tengah serta Bener Meriah, kegiatan utamanya adalah melakukan kegiatan psikososial bagi peserta didik di SLB.
Turut hadir saat penyerahan donasi tersebut adalah Pembina IGPKhI Provinsi Aceh, sekretaris, dan tiga orang tim IT.
Jamilah mengucapkan terima kasih kepada donatur yang telah memberikan donasi dan kepada guru serta tendik yang menjadi korban musibah ini, bantuan yang disalurkan semoga bisa bermanfaat.
Terima kasih juga ia sampaikan kepada Pengurus Daerah IGPKhI Provinsi Aceh, kepala dan teman-teman guru SLB se-Aceh, mitra dan tim relawan Pengurus Daerah IGPKhI, dan pengawas sekolah.
"Kemudian, terima kasih kepada teman-teman Pengurus Balee Inong Kota Banda Aceh serta Ketua Pengurus Daerah Special Olympic Indonesia (SOIna) yang telah membantu tugas mulia ini," ujarnya.
"Musibah yang telah terjadi sama-sama kita ambil himahnya semoga lebih sabar, tawakkal dan bangkit dari musibah ini," tambah juara pengawas berdedikasi tingkat nasional ini. (*)