TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Meski sudah lebih dari setahun Prabowo-Gibran menjabat program Makan Siang Gratis (MBG) belum juga bisa dilaksanakan secara merata.
Padahal MBG itu merupakan program unggulan pemerintah pusat.
Seperti halnya di Kabupaten Badung, tingkat TK, SD dan SMP sampai saat ini siswanya belum kecipratan program unggulan presiden ini.
Bahkan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Badung sendiri berdalih MBG adalah program pemerintah pusat yang berada di bawah Badan Gizi Nasional.
Baca juga: 654 Guru dan Staf di Denpasar Bali Telah Terima MBG, Tersebar di 27 Sekolah TK hingga SMP
Dinas Pendidikan sendiri mengakui masih ada siswa di wilayah pendidikannya belum menerima MBG.
Padahal berdasarkan data program MBG, khusus di Kabupaten Badung saat ini ada sebanyak 15 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah melayani program MBG.
SPPG ini adalah unit dapur pusat yang berada di bawah Badan Gizi Nasional untuk program MBG. Bahkan dari 15 SPPG ini ada 150 sekolah yang dilayani.
Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar Disdikpora Badung, Rai Twistyanti Raharja, ST., MT, yang dikonfirmasi, Senin 26 Januari 2026, tidak menampik hal itu.
Pihaknya mengakui memang masih ada sekolah yang belum menikmati MBG.
"MBG merupakan program pusat yang berada di bawah Badan Gizi Nasional. Suplai MBG ke sekolah-sekolah dilakukan langsung oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di sejumlah wilayah di Badung," ujarnya.
Kendati demikian, pihaknya mengakui untuk program MBG sebenarnya sudah ada yang jalan.
Diakui ada 15 SPPG ini ada 150 sekolah yang dilayani, dengan total siswa yang menjadi penerima MBG ini adalah sebanyak 42.083 siswa untuk jenjang PAUD/TK, SD dan SMP di Kabupaten Badung.
Dari data program MBG yang mencakup Badung semua kecamatan di Gumi Keris sudah ada yang penerima, hanya saja tidak seluruhnya.
"Jadi semua itu bergantung kesiapan BGN dan yayasan. Karena dapur dibangun yayasan langsung di bawah Badan Gizi Nasional. Untuk membangun dapur juga perlu persyaratan dan izin," katanya
Menurut Rai, kelancaran program ini sangat bergantung dari SPPG. Saat ini pihak tidak berani memastikan kapan semua siswa di Badung bisa menikmati makan siang gratis secara keseluruhan.
Yang jelas, lanjut dia, MBG sudah masuk ke semua kecamatan di Badung, meskipun belum semua sekolah.
"Semua jenjang dapat MBG (siswa TK/PAUD, SD, SMP dan SMK/SMA)," imbuhnya. (*)